Lemhannas RI menyelenggarakan peluncuran 3 (tiga) buku yaitu “Kiprah Lemhannas RI”, “Indonesia  Menoedjoe 2045: SDM Unggul Adalah Koentji”, dan “Skenario Indonesia 2035”, serta soft launching (peluncuran awal) buku “Tentara Kok Mikir? Inspirasi Out of The Box Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo” di Ruang Auditorium Gadjah Mada Gedung Pancagatra Lemhannas RI, Jakarta, pada Kamis (3/12).

"Buku-buku ini merupakan sumbangan pemikiran Lemhannas RI yang diharapkan dapat diterima oleh masyarakat. Semoga bisa memperkuat kemampuan dalam pengendalian keadaan yang dialami saat ini sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk pencapaian keberhasilan bangsa di masa depan," ujar Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo saat memberikan sambutan.

Hadir secara virtual sebagai pembicara kunci Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing perwakilan tim penulis, antara lain Bernarda Rurit untuk “Tentara Kok Mikir? Inspirasi Out of The Box Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo”, Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI Brigjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P. untuk “Kiprah Lemhannas RI”, Komunitas Merah Putih Cecilia Sumarlin untuk “Indonesia Menoedjoe Indonesia 2045: SDM Unggul Adalah Koentji”, dan Tenaga Profesional Bidang Ekonomi Lemhannas RI Drs. Ending Fadjar, M.A. untuk “Skenario Indonesia 2035”.

Pada kesempatan tersebut, Bernarda menyampaikan bahwa judul buku tersebut merupakan ide dari Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo. Bernarda sebagai penulis, menyatakan bahwa selama ini masyarakat mengenal tentara hanya berperang dan bertempur di lapangan, padahal di belakang orang yang berperang dibutuhkan konseptor yang dihasilkan dari olah pikir. Menurut Bernarda, buku tersebut menggambarkan kiprah Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo menjadi tentara reformatif. Dengan publik membaca buku ini, paling tidak pemikiran seorang Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo yang humanis dan humoris dapat menginspirasi masyarakat.

Pemaparan pengenalan buku kemudian dilanjutkan oleh Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI Brigjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P. Sugeng menyampaikan bahwa Buku Kiprah Lemhannas RI menggambarkan perjalanan Lemhannas RI dengan menitikberatkan pada penyajian dalam bentuk grafik. Buku Kiprah ini dapat disebut sebagai Buku Protokoler atau table book yang disusun untuk mengenalkan Lemhannas RI dengan pendekatan yang lebih ringan. Daya tarik buku ini bukan pada tulisan, melainkan pada gambar.

Lain halnya dengan Buku Indonesia Menoedjoe 2045: SDM Unggul Adalah Koentji, Cecilia menyampaikan bahwa buku tersebut merefleksikan perjalanan Bangsa Indonesia menuju 2045 dengan penekanan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang menjadi kunci penentu keberhasilan Indonesia. Melalui SDM yang berkualitas tentunya akan menghasilkan pencapaian yang juga berkualitas, seperti yang diharapkan pada masa emas Indonesia 2045 mendatang.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan buku Skenario Indonesia 2035, Ending menyampaikan bahwa buku tersebut menggambarkan kondisi Indonesia pada 2035 dengan tiga skenario, yaitu Skenario Patah Pucuk, Zamrud Berserakan dan Berlayar di Tengah Badai.

Buku-buku yang diluncurkan oleh Lemhannas RI dilengkapi dengan data yang telah diolah dari hasil pengamatan, observasi, wawancara, dan literatur.

Kegiatan peluncuran dilaksanakan dalam bentuk hybrid, yaitu secara fisik dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan pada saat yang bersamaan dilakukan secara virtual. Sekitar 500 (lima ratus) orang mengikuti peluncuran buku tersebut, terdiri dari para Gubernur, Walikota, Bupati, serta DPRD seluruh Indonesia, dan para tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., Gubernur Lemhannas  RI 2011 - 2016 Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A., dan Gubernur Lemhannas RI 2001 - 2005 Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S.


Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI) meluncurkan 4 (empat) buku, yaitu “Kiprah Lemhannas RI”, “Indonesia Menoedjoe 2045: SDM Unggul Adalah Koentji”, dan “Skenario Indonesia 2035” di Ruang Auditorium Gadjah Mada Lemhannas RI, dan “Tentara Kok Mikir? Inspirasi Out of The Box Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo”. Penyusunan keempat buku ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dalam mendalami Lemhannas RI dan mengenali serta memahami masa depan Indonesia.

Peluncuran buku akan diselenggarakan pada:

Hari: Kamis, 3 Desember 2020

Waktu: Pukul 09.00 WIB-selesai

Saksikan secara live melalui akun Youtube Lemhannas RI


Lemhannas RI menyelenggarakan sosialisasi secara virtual dengan tema Strategi Tetap Produktif guna Mewujudkan ASN Unggul Pasca Pandemi kepada personel Lemhannas RI pada Rabu (2/12).

Kepala Biro Kerjasama dan Hukum Settama Lemhannas RI Laksma TNI Sri Widodo, S.T., CHRMP dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya pandemi COVID-19, masyarakat dihadapkan pada tatanan kehidupan dengan gaya yang baru. “Perubahan gaya hidup yang awalnya nyata, mendadak berubah serba dunia maya. Proses bekerja di kantor dan belajar di sekolah kini harus dilakukan di rumah. Begitu pun dengan ibadah, karena tidak ada satu orang pun yang bisa kebal dari terpaparnya virus corona,” ujar Sri Widodo.

Sebagai abdi negara, Sri Widodo mengingatkan agar personel Lemhannas RI tidak lengah atas adanya perubahan tatanan kehidupan tersebut. “Menjadi suatu keharusan, kita dituntut bekerja dengan cepat, tanggap, berani dalam mengambil keputusan, serta selalu mencari terobosan-terobosan baru tanpa harus terkendala dengan kondisi dan situasi apakah bekerja di kantor ataukah di rumah,” kata Sri Widodo.

Lebih lanjut Sri Widodo mengingatkan para personel untuk bertanggung jawab menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dari penyelenggaraan pemerintah, khususnya tugas fungsi dan program kerja di Lemhannas RI

Terkait dengan kinerja ASN pada masa pandemi, Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian BKN RI Drs. Haryomo Dwi Putranto, M.Hum. selaku narasumber sosialisasi menerangkan bahwa sistem manajemen kinerja di masa pandemi ini pandemi tidak berbeda dengan di masa sebelum pandemi, tetapi ada beberapa penekanan pada subsistem manajemen kinerja PNS. “Perubahan lingkungan strategis organisasi yang dinamis membutuhkan sistem manajemen kinerja yang adaptif,” ujarnya.

Kemudian Haryomo juga menjelaskan bahwa ada sebelas hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah sistem manajemen kinerja. Pertama, manajemen kinerja berbasis pada tujuan. Kedua, memastikan adanya keselarasan tujuan organisasi, unit, dan individu pegawai. Ketiga, menyampaikan peran dan kontribusi pegawai dalam pencapaian tujuan organisasi. Keempat, menetapkan sasaran yang memenuhi prinsip SMART; Kelima, Sasaran yang jelas (memenuhi prinsip SMART) meningkatkan kinerja pegawai dan sebaliknya. Keenam, SMART: Spesific, Measurable, Attainable, Realistic, dan time-bounded.

Hal berikutnya yang ketujuh, yaitu memastikan kejelasan indikator keberhasilan kerja pegawai dan menyampaikan, serta mendorong pegawai untuk mewujudkannya. Kedelapan, sasaran organisasi harus selaras dengan strategi dan tujuan organisasi di masa pandemi. Kesembilan, pemantauan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan coaching, mentoring dan councelling yang intensif. Kesepuluh, memastikan penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi dan minatnya. Kesebelas, yaitu melakukan pencatatan atas hasil pemantauan pegawai sebagai bahan penilaian kinerja di akhir tahun.

Dengan kondisi lingkungan organisasi yang berubah cepat, menurut Haryomo perlu adanya penerapan Talent Management yang menuntut adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertalenta tinggi. Di antaranya dilakukan melalui rekrutmen pegawai yang tepat, baik pegawai tetap maupun tidak tetap, pengembangan budaya pengetahuan, pengelolaan kinerja yang efektif, peningkatan pengalaman kinerja pegawai dan optimalisasi strategi dan perencanaan SDM.

Namun demikian, Haryomo mengatakan bahwa untuk meningkatkan efektivitas ASN dalam melaksanakan Work From Home, ASN perlu mengidentifikasi apa yang harus dikerjakan setiap hari dan memastikannya terselesaikan, menciptakan ruang kerja yang nyaman di rumah, menciptakan jam kerja yang jelas dan pasti, serta melakukan pekerjaan seperti bekerja di kantor.

 

 

 

 

 

 


“Kerjasama ini tentu memiliki arti penting bagi peningkatan kapasitas dan kapabilitas kedua institusi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban masing-masing,” kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo saat memberikan sambutan pada Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Lemhannas RI di Gedung BPK RI pada Jumat, (27/11).

Bagi Lemhannas RI, kerja sama yang telah terjalin tentu semakin memperluas jejaring kerja dalam penyerasian kebijakan, kajian dan inovasi, serta penyelenggaraan pemantapan nilai-nilai kebangsaan dalam rangka ketahanan nasional. Dengan komitmen dan kapasitas yang dimiliki oleh kedua instansi ini, kerja sama akan memberikan manfaat dan kontribusi besar bagi penguatan dan peningkatan kualitas dalam berbagai bidang bagi kedua belah pihak.

“Saya berharap penandatanganan nota kesepahaman ini tidak sekedar menjadi acara seremonial semata, namun perlu diimplementasikan dalam kerangka kerja yang lebih nyata secara konsisten. Dengan demikian, potensi yang dimiliki oleh kedua instansi dapat saling bersinergi untuk menghasilkan capaian dan sasaran yang lebih optimal,” ungkap Agus.

 



Hak cipta © 2021 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749