Press Release

Nomor  : PR/52/X/2021

Tanggal:  28 Oktober 2021

Jakarta- Lemhannas RI mengumumkan pemenang Lomba Video Kreatif #GebyarWawasanKebangsaan 2021 yang terdiri dari delapan peserta dari 2 kategori, yaitu kategori Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kategori  

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang, patut dibanggakan karena tadi disampaikan itu adalah yang terpilih diantara sekian ratus peserta,” kata Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo dalam acara Gebyar Wawasan Kebangsaan di MNC Conference Hall, Jakarta, (28/10).

Periode lomba video kreatif #GebyarWawasanKebangsaan 2021 dilakukan pada tanggal 15 September – 17 Oktober 2021.

Adapun proses pemilihan pemenang dilakukan melalui penilaian lima juri, di antaranya, Marsma TNI Drs. Yudi Triono, M.Sc. dibantu Kolonel Laut (K) Dr. Sutanto, S.K.M., M.S.P., M.Sc. terkait konten video, Sutradara dan Penulis Skenario Film Indonesia Harvan Agustriansyah terkait sinematografi, kemudian Hariri Anwar dan Riko Dima dari MNC sebagai juri terkait kriteria hak cipta.

Berikut pemenang lomba video kreatif #GebyarWawasanKebangsaan 2021:

Kategori Bhinneka Tunggal Ika:

Juara 1, "WAYANG PULAU INDONESIA", nama akun: billyyogas's

   https://www.instagram.com/tv/CVG6IZOBED9/?utm_source=ig_web_copy_link

Juara 2, "BERTAUT", nama akun: BEJO_GEMBIRA

   https://www.instagram.com/tv/CU7M7q5hnAi/?utm_source=ig_web_copy_link

Juara 3, "SETARA", nama akun: ART.HIM

   https://www.instagram.com/tv/CUL6fkVBGJm/?utm_source=ig_web_copy_link

Juara Favorit, "SIJI", NAMA AKUN: HIBURAN RAKYAT KECIL

   https://www.instagram.com/tv/CVIjv3UFfhK/?utm_source=ig_web_copy_link

Kategori Negara Kesatuan Republik Indonesia:

Juara 1, JUALAN, nama akun: OKA SEMARA

   https://www.instagram.com/p/CVP_AfbBSJl/

Juara 2, "ANAK MUDA BERKARYA, ANAK MUDA PENUH PRESTASI", nama akun: MAITSA PUTRI AF

   https://www.instagram.com/tv/CVQPsaFlXvR/?utm_source=ig_web_copy_link

Juara 3, LEWAT LENSA KUSADARI MAKNA PERSATUAN BANGSA", NAMA AKUN: VIVI ISMA ILA MU

   https://www.instagram.com/tv/CVQPw4ygrpQ/?utm_source=ig_web_copy_link

Juara Favorit, LANGKAH KECIL NKR, nama akun: ENDANG_WULAND

   https://www.instagram.com/tv/CVFSFq4ls11/?utm_source=ig_web_copy_link

Hadiah juara untuk dua kategori yakni, juara pertama mendapatkan Rp 5juta, juara kedua Rp 3,5juta, juara ketiga Rp 2,5juta, dan juara favorit menerima Rp 1juta.

Direktur Pelatihan Untuk Pelatih Taplai Deptaplaikbs Lemhannas RI Marsma TNI Drs. Yudi Triono, M.Sc. menyampaikan ada 244 video pendek yang dikirimkan dan 92% pengirimnya adalah generasi milenial atau generasi Z. Selain itu, ada tiga kriteria penilaian lomba video kreatif, yakni, penilaian konten, sinematografi, dan hak cipta.

 “Yang pertama terkait dengan penilaian konten, bagaimana kedalaman video yang dikirimkan itu dihubungkan dengan tema, apakah itu Bhinneka Tunggal Ika atau Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagaimana kedalamannya, originalitasnya, dan dampak dari video tersebut kepada pemirsanya. Sedangkan terkait sinematografi, bagaimana teknik pengambilan gambar, audio visualnya seperti apa, termasuk unsur hiburannya,” kata Yudi Triono selaku Ketua Dewan Juri Lomba Video Kreatif #GebyarWawasanKebangsaan.

Gubenur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo juga menyadari potensi besar yang terkandung pada generasi muda. Para generasi muda harus mempunyai kepercayaan diri dan terus mengembangkan potensinya supaya tidak tertinggal.

“Saya yakin bahwa para pemenang-pemenang ini akan lebih berkembang di masa depan dan menghasilkan hasil-hasil yang lebih baik lagi. Sekali lagi saya ucapkan selamat bagi para pemenang,” kata Agus Widjojo.

Narahubung: Maulida (082229125536)

Caption Foto: E-flyer lomba video kreatif #GebyarWawasan Kebangsaan 2021

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110

Telp. 021-3832108/09

http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI


Press Release

Nomor  : PR/50/X/2021

Tanggal:  28 Oktober 2021

Jakarta – Pemuda Indonesia diminta untuk tidak percaya informasi dan mengambil kesimpulan hanya dari satu sumber saja. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu melakukan klarifikasi. “Coba cek dengan sumber lain tentang isu yang sama. Apabila ada perbedaan, maka perlu kita klarifikasi.  Cek sumbernya siapa, kredibel atau tidak,” kata Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo pada Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan (28/10).

Agus juga menekankan pentingnya literasi digital dan teknologi. Menghadapi perang informasi di dunia maya, pemuda diminta untuk memahami nilai-nilai dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Menurut Agus, ada  nilai  utama yang melatarbelakangi acara ini, yaitu Sumpah Pemuda. "Nilai bahwa negara dan bangsa kita adalah negara dan bangsa berdasarkan kesepakatan,” lanjut Agus.

Nilai berdasarkan kesepakatan ini dapat dilihat dari bahasa Indonesia, bahasa persatuan yang berasal rumpun melayu, bukan dari bahasa suku terbesar. “Indonesia yang berasal dari rumpun melayu bukan berasal dari bahasa suku terbesar. Jika diambil dari suku terbesar maka jawa adalah bahasa yang disepakati,” lanjut Agus.

Contoh lainnya di dalam sejarah perkembangan bangsa tentang jiwa besar kesepakatan, termasuk ketika sidang BPUPK menjelang kemerdekaan Indonesia. Semua itu berawal dari menjaga nilai yang bisa dikatakan sebagai kearifan lokal terbesar bangsa ini. "Kadang kita lupa tentang nilai kesepakatan bahwa bangsa ini dibangun berdasarkan kesepakatan," kata Agus. "Bukan hanya para pemuda yang lupa bahwa bangsa ini dibangun berdasarkan kesepakatan, generasi tua juga lupa. Jadi kita perlu sadarkan kembali."

Menghadapi era globisasi, Angkie Yudistia Staff Khusus Presiden RI berpesan pemuda dan pemudi Indonesia wajib mengembangkan diri dengan meningkatkan   literasi digital dan literasi teknologi.  Sayangnya, dia melihat, literasi digital untuk kelompok rentan masih jauh dari harapan. Hal ini terjadi karena banyak penyandang disabilitas yang tinggal di daerah-daerah dengan akses komunikasi dan informasi yang masih sangat terbatas. Untuk meningkatkan literasi digital dan teknologi khususnya bagi kelompok rentan penyandang disabilitas, diperlukan sinergi dan kolaborasi. "Karena penyandang disabilitas hanya mendapatkan sumber-sumber informasi dari lingkungan sekitarnya saja, dan belum sepenuhnya mampu membedakan informasi yang bisa diterima maupun yang tidak bisa diterima," kata penyandang tuna rungu ini.

Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan mengangkat tema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Upaya Menjaga Eksistensi Bangsa Indonesia di Era Digital dan Globalisasi”. Selain Gubernur Lemhannas RI, webinar ini juga menghadirkan generasi muda sarat prestasi yaitu Leani Ratri Oktila, atlet peraih medail emas pada Paralimpiade Tokyo 2020.

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah situasi pandemi. Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.

Narahubung : Endah (081316072186)

Caption Foto : Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo bersama Leani Ratri Oktilla atlet peraih medali emas pada Paralimpiade Tokyo 2020 dan Angkie Yudistia Staff Khusus Presiden RI

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110

Telp. 021-3832108/09

http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI


Press Release

Nomor  : PR/51/X/2021

Tanggal:  28 Oktober 2021

Jakarta- Peringatan sumpah pemuda tahun 2021 dihadapkan pada era digitalisasi yang bergerak begitu cepat dan masif.  Perubahan ini juga mendorong kemudahan akses informasi bagi semua orang termasuk generasi muda dan mendorong terbukanya kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata kepada negeri sebagai wujud cinta tanah air. Kemudahan akses informasi dan Kesempatan untuk berkontribusi tersebut juga seharusnya didapat oleh penyandang disabilitas.

“Di Indonesia terdapat tiga puluh delapan juta jiwa penyandang disabilitas. Namun, tidak semua orang melek disabilitas. Setiap penyandang disabilitas memiliki keterbatasan dan kelebihan. Sebagai pemuda pemudi Indonesia, kami sebagai penyandang disabilitas ingin nyaman berada di Indonesia,” jelas Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden RI saat menjadi pembicara di Webinar Kebangsan yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI (28/10).

Angkie menyebutkan bahwa tidak semua hal berpihak kepada penyandang disabilitas sebagai kelompok rentan. Salah satu masalah yang dihadapi oleh penyandang disabilitas adalah masalah kemandirian. Di berbagai daerah, penyandang disabilitas juga menghadapi kendala dalam kemudahan mengakses informasi. mereka juga belum sepenuhnya mampu untuk memilah informasi yang valid dan tidak.

Maka dari itu, Angki berharap Indonesia dapat menjadi lingkungan yang terbuka terhadap disabilitas terutama di era digitalisasi ini sehingga seluruh aspek dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mendukung peran disabilitas agar mereka dapat berkontribusi secara aktif untuk Indonesia.

Lemhannas RI menyelenggarakan Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan dengan mengangkat tema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Upaya Menjaga Eksistensi Bangsa Indonesia di Era Digital dan Globalisasi”. 

Webinar yang diselenggarakan bertepatan dengan hari sumpah pemuda ini menghadirkan narasumber antara lain Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Gubernur Lemhannas RI, generasi muda berprestasi Leani Ratri Oktila Peraih Medali Emas Ganda Campuran Olimpiade Paralimpiade Tokyo, Cabor Bulu Tangkis dan Angkie Yudistia Staff Khusus Presiden RI.

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah situasi pandemi. Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.

Nara hubung : Endah (081316072186)

Caption : Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo bersama  generasi muda berprestasi Leani Ratri Oktila Peraih Medali Emas Ganda Campuran Olimpiade  Paralimpiade Tokyo 2020 Cabang Olahraga Bulu Tangkis dan Angkie Yudistia Staff Khusus Presiden RI.

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110

Telp. 021-3832108/09

http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI


Press Release

Nomor  : PR/49/X/2021

Tanggal:  28 Oktober 2021

Jakarta – Implementasi sumpah pemuda di era disruptif digitalisasi adalah generasi muda mampu menyaring informasi atau hal yang perlu diterima. Terlebih, banyak generasi muda yang mudah dipengaruhi oleh isu yang belum jelas atau hoaks.

Meski demikian, pengaruh hoaks tersebut dapat dicegah oleh generasi muda dengan cara menyaring informasi yang diterima melalui emotional intelligence atau kecakapan emosi. “Kecakapan emosi itu bagaimana kita menerima, menilai, mengelola, mengontrol emosi dari informasi-informasi yang kita terima dan dapatkan,” kata Staf Khusus Presiden penyandang disabilitas Angkie Yudistia saat menjadi narasumber Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan Lemhannas RI di MNC Conference Hall, (28/10).

Untuk menghadapi era globalisasi itulah Angkie berpesan agar pemuda dan pemudi Indonesia wajib mengembangkan diri dengan meningkatkan literasi digital dan literasi teknologi.  Sayangnya, dia melihat, literasi digital untuk kelompok rentan masih jauh dari harapan. Hal ini terjadi karena banyak penyandang disabilitas yang tinggal di daerah-daerah dengan akses komunikasi dan informasi yang masih sangat terbatas. Untuk meningkatkan literasi digital dan teknologi khususnya bagi kelompok rentan penyandang disabilitas, diperlukan sinergi dan kolaborasi. "Karena penyandang disabilitas hanya mendapatkan sumber-sumber informasi dari lingkungan sekitarnya saja, dan belum sepenuhnya mampu membedakan informasi yang bisa diterima maupun yang tidak bisa diterima," kata penyandang tuna rungu ini.

Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo minta agar semua pihak tidak mempercayai begitu saja  informasi dan mengambil kesimpulan hanya dari satu sumber saja. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu melakukan klarifikasi. “Coba cek dengan sumber lain tentang isu yang sama. Apabila ada perbedaan, maka  perlu kita klarifikasi.  Cek sumbernya siapa, kredibel atau tidak,”

Agus juga menekankan pentingnya literasi digital dan teknologi. Menghadapi perang informasi di dunia maya, pemuda diminta untuk memahami nilai-nilai dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Menurut Agus, ada  nilai  utama yang melatarbelakangi acara ini, yaitu Sumpah Pemuda. "Nilai bahwa negara dan bangsa kita adalah negara dan bangsa berdasarkan kesepakatan,” lanjut Agus.

Narasumber: Maulida (082229125536)

Caption: Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo bersama  generasi muda berprestasi Leani Ratri Oktila Peraih Medali Emas Ganda Campuran Olimpiade  Paralimpiade Tokyo Cabor Bulu Tangkis dan Angkie Yudistia Staff Khusus Presiden RI.

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110

Telp. 021-3832108/09

http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI



Hak cipta © 2021 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749