Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menerima sejumlah bantuan kesehatan dari Masyarakat Tionghoa Peduli Bandung, Rabu, (12/8). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis bertempat di Ruang Nusantara II oleh Koordinator Masyarakat Tionghoa Peduli Herman Wijaya dan diterima oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsekal Madya TNI Wieko Syofyan.

Bantuan yang diberikan berupa 710 dus multivitamin yang masing-masing berisikan 100 kaplet dan 1000 masker non medis. Pada kesempatan tersebut, Wieko menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk mendukung upaya Lemhannas RI dalam meningkatkan kesehatan para personil selama masa pandemi COVID-19.


Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes. memberikan ceramah kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 61, Senin (10/8). Dalam ceramahnya, Fachmi menyatakan bahwa salah satu cara untuk memperbaiki kondisi kehidupan nasional sesuai dengan tujuan dan cita-cita nasional adalah dengan penyediaan layanan Kesehatan yang layak kepada seluruh masyarakat. Lebih lanjut Fachmi menyatakan bahwa sebuah sistem harus dibangun agar dapat memberikan jaminan Kesehatan tidak hanya kepada masyarakat yang sakit, namun negara juga harus hadir  dalam mengantisipasi kehadiran warga negara baru seperti saat melahirkan.

Kemudian Fachmi menjelaskan mengenai ragam pilihan jaminan kesehatan. Pertama, pelayanan kesehatan nasional yang diterapkan oleh Inggris. Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan nasional, setiap pribadi tidak perlu membayar iuran karena semua biaya dibebankan pada pajak. Selanjutnya adalah asuransi berbasis swasta yang berawal di Amerika. Dalam system ini, masyarakat yang memiliki uang bisa membayar dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Lalu, lanjut Fachmi, di tengah kedua model tersebut ada layanan kesehatan sosial yang berkonsep gotong royong, yang dimulai oleh Jerman pada 1883. Konsep tersebut menjadi basis yang diadopsi oleh BPJS Kesehatan di Indonesia.

Lebih lanjut Fachmi menjelaskan bahwa untuk itu konsep BPJS Kesehatan adalah yang mampu wajib membayar dan yang tidak mampu mendapat subsidi dari pemerintah. “Konsepnya pertama tentu konsep proteksi,” ujar Fachmi. Konsep proteksi adalah konsep yang mengutamakan perlindungan terhadap seluruh warga negara dan biaya yang dikeluarkan ketika sakit ditanggung bersama-sama.

Lebih lanjut Fachmi menyampaikan bahwa pendekatan kesejahteraan dinilai penting dalam membangun ketahanan nasional. “Pendekatan kesejahteraan penting untuk membangun ketahanan nasional,” tutur Fachmi. Bicara ketahanan nasional, maka Fachmi menjelaskan dengan pendekatan gini rasio. Fachmi menyampaikan bahwa gini rasio Indonesia pada tahun 2010 berada di angka 0,3 yang artinya jurang antara si miskin dan si kaya tidak lebar. Tapi, di tahun 2011 Indonesia masuk ke angka 0,4 Fachmi menyatakan bahwa semakin lebar jurang ketimpangan, maka akan menimbulkan kecemburuan sosial.

Tetapi, di tahun 2016, angka gini rasio berhasil diturunkan ke 0,3. Tidak dapat dipungkiri, program BPJS Kesehatan memberikan perubahan yang signifikan dalam penurunan ketimpangan tersebut. Fachmi menyatakan bahwa jika dilihat dari gini rasio, program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan berkontribusi sebanyak 14% dalam menurunkan angka gini rasio. “Artinya program ini sangat membantu masyarakat,” kata Fachmi. Namun, tidak dapat dipungkiri cerita sukses tersebut tertutup isu defisit.

Mengakhiri ceramahnya Fachmi menyampaikan bahwa keadilan sosial, kesejahteraan sosial, dan jaminan sosial adalah tiga hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. “Tiada keadilan sosial tanpa kesejahteraan sosial. Tiada kesejahteraan sosial tanpa jaminan sosial” ujar Fachmi menutup ceramahnya.


“Peresmian kantor Perista Lemhannas RI merupakan wujud atas niat baik, sekaligus bentuk kontribusi dan komitmen Lemhannas RI terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Anggota keluarga Lemhannas RI serta memberikan sarana dan prasarana yang memadai bagi kelancaran tugas yang diemban oleh Perista Lemhannas RI,” kata Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo saat meresmikan Ruang Dewan Pengarah sebagai Kantor Persatuan Istri Anggota (Perista) Lemhannas RI, Selasa (11/8).

Pada kesempatan tersebut, Agus menyampaikan bahwa dengan diresmikannya Kantor Perista Lemhannas RI, Perista diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik melalui dedikasi tinggi dan kinerja yang optimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada segenap anggota Lemhannas RI. Keberadaan Kantor Perista Lemhannas RI diharapkan menjadi bagian yang memiliki arti penting bagi kehidupan segenap anggota Lemhannas RI khususnya, serta bagi masyarakat umum secara keseluruhan.

Selanjutnya Agus juga menyampaikan harapannya dengan diresmikannya Kantor Perista Lemhannas RI dapat memotivasi peningkatan performa pengurus dan anggota Perista Lemhannas RI untuk siap dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan tugas di tengah dinamika perubahan yang ada. Pengurus dan anggota Perista Lemhannas RI juga diminta untuk mengoptimalkan kualitas pelaksanaan fungsi dan tugasnya, sehingga dapat membawa kemanfaatan yang besar bagi masyarakat, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan nasional.

“Saya meminta kepada Plt. ketua Perista, pengurus, dan seluruh anggota Perista Lemhannas RI, untuk dapat menjadi contoh teladan yang baik bagi siapa saja, sehingga senantiasa terjaga kualitas sumber daya anggota keluarga Lemhannas RI,” imbau Agus. Diakhir sambutannya, Agus mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras segenap pengurus dan anggota yang telah dilakukan selama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Ketua Perista Lemhannas RI Lisa Wieko Syofyan menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Lemhannas RI karena telah mengizinkan penggunaan Ruang Dewan Pengarah sebagai wadah kegiatan organisasi Perista Lemhannas RI. Lisa juga meminta Gubernur Lemhannas RI untuk berkenan memberikan arahan dalam pelaksanaan kegiatan Perista Lemhannas RI agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat semakin baik.


Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, Lemhannas RI menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban, di Lapangan Parkir Lemhannas RI, Kamis, (30/7). Selain Dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo, acara penyembelihan hewan kurban juga dihadiri sejumlah pejabat struktural maupun fungsional, wakil ketua beserta pengurus IKAL, dan perwakilan senat PPRA 61 dengan mengangkat tema “Semangat Berkurban Untuk Solidaritas Sosial dalam Tatanan Baru, Produktif dan Aman Covid-19”.

Agus Widjojo menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang bersejarah bagi umat manusia, karena Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail telah meletakkan dasar keteladanan yang fundamental hingga saat ini. Dari peristiwa tersebut, lanjut Agus, umat Islam diharapkan dapat menjadikan ibadah kurban sebagai wujud keimanan serta keikhlasan untuk berkorban, yang ditandai dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Pemotongan hewan kurban yang rencananya akan diselenggarakan pada hari Sabtu (1/8) tersebut juga menerapkan protokol kenormalan baru seperti melakukan physical distancing, memakai masker, menyiapkan / membawa handsanitizer, mengukur suhu badan, memperhatikan kebersihan tempat, menjaga etika bersin dan batuk, hindari menyentuh mata, mulut dan hidung juga melaksanakan rapid test bagi petugas pemotong hewan kurban. Agus berharap protokol kenormalan baru tersebut dapat memberikan rasa aman di tengah keresahan masyarakat terkait dengan penyebaran virus Corona.

Dalam acara tersebut, terdapat 7 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang akan didistribusikan kepada 1412 orang yang terdiri dari personel Lemhannas RI hingga tingkat Eselon Tiga, tenaga perbantuan pramubakti, satuan keamanan dan cleaning service sebanyak 762 orang, warga RT 02, 04, 05, 06, dan 07 Kebon Sirih, staf keamanan RW 02, petugas kebersihan DKI, para ojek Kebon Sirih, karyawan BRI, panitia dan pendukung acara, petugas kebersihan, karyawan rekanan, karyawan kantin koperasi, Yayasan Qolbu Insani, karyawan katering peserta, karyawan ATK lembaga, karyawan kantin Lemhannas RI, dan siswa PKL SMK sebanyak 650 orang. 



Hak cipta © 2020 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749