Gubernur Lemhannas RI Bahas Demokrasi dan Transformasi Digital pada Kegiatan Induksi Calon Pegawai Tetap UI

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto hadir sebagai narasumber pada kegiatan Induksi Calon Pegawai Tetap Universitas Indonesia (UI) Angkatan Ke-7 Direktorat Sumber Daya Manusia UI dengan tema “Wawasan Kebangsaan” bertempat di Villa Ratu Desa Pancawati, Caringin, Bogor pada Kamis (11/5).

Acara tersebut dihadiri oleh 130 orang calon pegawai UI dari seluruh fakultas. Gubernur Lemhannas RI pun menyajikan beberapa perspektif kepada peserta untuk bisa melihat bagaimana Indonesia akan lompat ke depan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia adalah negara nomor 16 di dunia dengan produk domestik bruto (PDB), yang untuk pertama kalinya dalam sejarah tembus dua ratus ribu triliun rupiah. Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Lemhannas RI optimistis bahwa di tahun 2050 nanti Indonesia akan menjadi negara nomor empat ekonomi dunia.

Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan tentang bonus demografi Indonesia yang ditentukan oleh dua kelompok. Pertama adalah generasi Y dan Z yang akan memimpin negara ini ke depan. Kedua adalah perempuan karena jumlah perempuan di Indonesia hari ini 49,9% dari populasi dan pada saat pemilu 2024 nanti perempuan di Indonesia akan 51% jumlahnya.

Kemudian, Gubernur menjelaskan dua dari lima isu yang menjadi tugas Lemhannas RI, antara lain demokrasi dan transformasi digital.

Tentang demokrasi, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan Indonesia harus melaksanakan tujuh kali demokrasi berturut-turut untuk bisa menjadi negara dengan demokrasi yang matang. Hal tersebut sejalan dengan adanya korelasi antara demokrasi matang dengan kesejahteraan ekonomi suatu negara.

“Kuncinya adalah pemilu 2024 dan 2029 harus berjalan baik, harus demokratis,” kata Gubernur Lemhannas RI. Untuk itu, Gubernur Lemhannas RI berpesan kepada peserta agar tidak menjadi golongan putih saat pemilu, agar kualitas demokrasi tidak turun signifikan.

Sejalan dengan tema acara, yaitu “Wawasan Kebangsaan”, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa hal ini juga tidak mudah karena adanya disrupsi informasi. Disrupsi informasi yang terjadi bisa bersumber dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut sejalan dengan pengguna internet di Indonesia yang terus tumbuh signifikan. Namun, tren tersebut cenderung belum diikuti oleh kematangan publik di ruang digital.

Penilaian Indeks Keberadaban Digital (digital civility index) yang dirilis Microsoft menunjukkan tingkat keberadaban pengguna internet Indonesia cukup rendah. Keberadaban internet adalah perilaku masyarakat dalam mengakses internet, khususnya media sosial. Indeks ini mencakup risiko penyebarluasan berita bohong, ujaran kebencian, diskriminasi, misogini, cyberbullying, tindakan sengaja untuk memancing kemarahan, serta tindakan pelecehan terhadap kelompok marginal. Dari 32 negara yang diukur di tahun 2020, Indonesia menempati peringkat 29. Kondisi ini menunjukkan ruang digital Indonesia sangat rentan terhadap disrupsi informasi yang berpotensi meningkatkan kegaduhan dan kekacauan di masyarakat.

Untuk itu, peningkatan literasi digital bagi sumber daya manusia (SDM) yang menopang pelaksanaan transformasi digital menjadi penting. Gubernur Lemhannas RI juga berpesan kepada peserta agar tidak anti teknologi, tidak takut teknologi, dan jangan sampai tidak mau bersentuhan dengan teknologi.

Gubernur Lemhannas RI juga menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi bagian dari perubahan dunia. Untuk itu, Gubernur Lemhannas RI berpesan kepada peserta calon pegawai tetap UI agar selalu bekerja sesuai tuntutan dan melakukan adopsi teknologi terkini.

“Saya merasa penting memberikan pesan teknologi ini, karena nanti yang teman-teman kawal, baik dosen, baik peneliti, baik mahasiswa adalah orang-orang yang akan terjun di lompatan-lompatan transformasi,” ungkap Gubernur Lemhannas RI.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Lemhannas RI berharap materi yang disampaikan dapat menginspirasi karier seluruh peserta calon pegawai tetap UI dalam tiga sampai dua puluh tahun ke depan, dan dapat berbangga saat mahasiswa yang dikawal akan sukses menjadi seseorang. (SP/CHP)


<script src="https://code.responsivevoice.org/responsivevoice.js?key=oK4OtHmB"></script>


Hak cipta © 2024 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749