Mitra Dagang Terbesar Indonesia: AS dan China Sedang Alami Perlambatan Ekonomi

Jakarta –China dan Amerika saat ini sedang mengalami perlambatan ekonomi. Padahal terhitung pada 2021, dua negara adidaya tersebut jadi mitra perdagangan utama Indonesia, yaitu sekitar 26,3 persen perdagangan dilakukan dengan China, dan 12,61 persen nilai perdagangan  dengan Amerika Serikat.

 

James Walsh IMF Senior Resident Representative for Indonesia menyampaikan hal tersebut saat kuliah umum kepada peserta PPRA 63 dan 64 Lemhannas RI di Auditorium Gajah Mada, Gedung Pancagatra Lemhannas RI.

 

Kondisi pelemahan ekonomi tengah terjadi di Amerika Serikat. Negara tersebut bahkan mengalami inflasi sebesar 9 persen. “Kondisi ini tertinggi selama beberapa dekade terakhir,” ucap Walsh. Inflasi ini jauh dibandingkan Indonesia yang hanya sebesar 4 persen.

 

Amerika Serikat tengah mengalami kesulitan saat menghadapi pandemi ini mesikpun Negara Paman Sam tersebut telah memiliki kebijakan pemberian stimulus pada 2020 dan pergantian presiden pada 2021. “Program stimulus masih berjalan hingga saat ini, dampaknya sektor rumah tangga menerima bantuan lebih banyak. Banyak sekali tingkat permintaan (demand),” kata Walsh.  Meski program stimulus ini berdampak terhadap meningkatnya pertumbuhan, tapi dampaknya tidak terlalu lama.

 

Dampak dari inflasi yang tinggi ini juga berpengaruh terhadap rendahnya nilai tukar dollar AS. “Dibutuhkan lebih banyak uang rupiah untuk membeli US dollar itu karena inflasi di AS cukup tinggi. Sehingga nilai dollar Amerika Serikat lebih rendah. Ini saya merasakan, ketika saya kembali ke AS, sekarang barang-barang menjadi 10 persen lebih mahal,” lanjut Walsh.

 

Di sisi lain, salah satu penyebab China saat ini sedangan mengalami penurunan ekonomi adalah kebijakan pembangunan yang berdasarkan pada aspek  pembangunan properti. “Kami prihatin, sebelum pandemi terjadi, pemerintah China mengeluarkan kebijakan yang menekankan perekonomian pada pembangunan. Banyak sekali pembangunan bahkan di pelosok pedesaan China,” lanjut Walsh.   Lebih lanjut, investor di Negara Panda tersebut memberikan  banyak sekali pinjaman kepada developer, alat berat, dan perusahaan-perusahaan. “Ini yang mendorong perekonomian dalam negara mereka,” kata Walsh.

 

Akan tetapi, setelah krisis dan pandemi terjadi, perekonomian China melambat dan permintaan rumah-rumah menurun. “Hal ini berdampak pada menurunnya perekonomian mereka ditambah munculnya varian Covid-19. Langkah lockdown yang diambil China tambah  mempengaruhi kondisi perekonomian mereka karena aktivitas perekonomian tidak leluasa seperti sebelum pandemic,” ucap Walsh. Walsh mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemampuan Negara tersebut melihat China sebagai salah satu mitra perdangangan terpenting Indonesia.

 

Menyikapi tidak stabilnya perekonomian China dan AS, Walsh tidak bisa memprediksi akan apa yang terjadi ke depan. “Perekonomian China dan kondisi perekonomian AS yang melambat. Kami juga tidak tahu ke depannya. Kita tidak  tahu berapa banyak inflasi ini akan naik beberapa persen ke depannya,” lanjut Walsh. Menurutnya, Bank sentral AS harus bereaksi cepat dan ekstrem untuk mengatasi perekonomian. Mereka harus mencari jalan untuk melakukan pelonggaran atau pengetatan ekonomi.  

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, Senior Deputi Bank Indonesia tahun 2004—2008 Prof. Miranda Swaray Goeltom, Ph.D., Sekretaris Utama Lemhannas RI Drs. Purwadi Arianto, M.Si., Deputi Pendidikan Lemhannas RI Mayjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P., Deputi Pengkajian Lemhannas RI Prof. Ir. Reni Mayerni, M.P., Deputi Kebangsaan Lemhannas RI Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M., M.Tr. Opsla., Tenaga Profesional Ending Fadjar, S.E., M.A., dan para pejabat struktural Lemhannas RI.

 

Narahubung: Maulida (082229125536) / Endah (081316072186)

 

Caption Foto: James Walsh, IMF Senior Resident Representative for Indonesia saat memberikan kuliah umum di Lemhannas RI

 

Biro Humas Lemhannas RI

Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110

Telp. 021-3832108/09

http://www.lemhannas.go.id

Instagram : @lemhannas_ri

Facebook : lembagaketahanannasionalri

Twitter : @LemhannasRI



Hak cipta © 2023 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749