Delegasi Lemhannas RI melakukan kunjungan ke Nexter Company di Paris, Prancis, pada Senin, (26/2) sampai dengan Minggu, (3/4). Rombongan delegasi terdiri dari Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si. selaku Head of Delegation yang didampingi Deputi Pengkajian Strategik Prof. Reni Mayerni, M.P., Direktur Pengkajian Pertahanan Keamanan dan Geografi Marsma Rolland Dulista G. Waha, Direktur Pengkajian Sosial Budaya dan Demografi Brigjen Pol Chaidir dan Atase Pertahanan KBRI Paris Marsma Anang Surdwiyono.

Dalam sambutannya, Panca Putra menyampaikan pentingnya kerjasama tersebut di tengah perkembangan era baru dengan menyoroti arus globalisasi yang begitu cepat sehingga memengaruhi situasi geopolitik antar negara. Sejalan dengan hal tersebut, diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi untuk semakin mempererat hubungan persahabatan kedua negara antara Prancis dan Indonesia.Kolaborasi tersebut tentunya akan membangun potensi yang luar biasa dalam hal inovasi, penelitian, dan pengembangan produk-produk yang memenuhi standar kualitas yang sesuai kebutuhan dalam rangka melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan demi terciptanya perdamaian dunia yang sejahtera.

Lemhannas RI sangat berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan pihak Nexter Company dan Lemhannas RI juga siap untuk menindaklanjuti kerjasama-kerjasama berikutnya, khususnya agenda seminar Jakarta Geopolitical Forum (JGF) yang akan diselenggarakan Lemhannas RI pada tahun ini. Tiap tahun, forum tersebut diselenggarakan dengan mengundang para pakar, praktisi, dan pengamat yang bertujuan untuk membahas isu-isu geopolitik global serta untuk memahami dinamika hubungan internasional dan konflik-konflik yang ada di berbagai belahan dunia.

Dalam agenda penyelenggaraan JGF 2024 di Jakarta, Lemhannas RI sangat berharap pihak Nexter Company dapat turut serta dan berperan aktif dalam membangun kebijakan yang konstruktif bagi kerjasama internasional. (SP/CHP)


Sebagai langkah implementasi PMK Nomor 119 Tahun 2023 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri, Lemhannas RI menyelenggarakan rapat koordinasi secara hybrid pada Selasa, 27 Februari 2024. PMK Nomor 119 Tahun 2023 merupakan perubahan atas PMK Nomor 113 Tahun 2012 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri. Peraturan tersebut mengamanatkan bahwa perjalanan dinas dilakukan hanya untuk kepentingan dinas yang prioritas berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, mengutamakan tercapainya kinerja, dan memperhatikan ketersediaan dana pada unit kerja.

Perbedaan antara PMK Nomor 113 Tahun 2012 dengan PMK Nomor 119 Tahun 2023 adalah dalam PMK Nomor 119 Tahun 2023 menggunakan sistem elektronik dengan melakukan pemindaian lokasi/geotagging dalam pelaksanaan perjalanan dinas.

“Pada intinya aturan-aturan yang ada tentunya jangan dipikir untuk mempersulit tapi mempermudah dan menenangkan kita, salah satu yang menonjol adalah geotagging,” kata Kepala Biro Perencanaan Settama Lemhannas RI Laksma TNI Trismawan Djonisajoko, S.E., M.M., M.Tr. Opsla. saat memberikan sambutan.

Diharapkan rapat koordinasi ini akan mencerahkan personel Lemhannas RI dalam implementasi PMK Nomor 119 Tahun 2023 guna mewujudkan kinerja Lemhannas RI yang lebih baik.

Hadir dalam bimbingan teknis tersebut dua narasumber dari Kemenkeu RI, yakni Kepala Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B Direktorat Pelaksanaan Anggaran Dirjen Perbendaharaan Achmad Puji Slamet dan Pelaksana pada Seksi Pelaksanaan Anggaran IV-B Direktorat Pelaksanaan Anggaran Dirjen Perbendaharaan Amelia Septyorini.

Achmad Puji Slamet menjelaskan bahwa salah satu yang menonjol dari PMK Nomor 119 Tahun 2023 terdapatnya tempat sah, selain tempat kedudukan dan tempat tujuan. Tempat sah adalah lokasi Kota Pelaksana SPD berada secara sah, di antaranya lokasi pelaksanaan fleksibilitas tempat bekerja, lokasi cuti, lokasi ketika sedang menjalani libur resmi, dan tempat tujuan penugasan perjalanan dinas lainnya.

Selain adanya tempat sah, salah satu yang ditekankan pada PMK Nomor 119 Tahun 2023 adalah adanya geotagging,“Jadi prinsipnya biotagging ini semuanya dilakukan based on hp yang sudah difasilitasi pembacaan koordinat lokasi,” ujar Achmad Puji Slamet. Pelaksanaan geotagging harus dilakukan pada tanggal keberangkatan di tempat kedudukan/tempat sah; tanggal tiba di tempat tujuan; tanggal kepulangan di tempat tujuan; tanggal tiba di tempat kedudukan semula/tempat sah; dan lokasi transit jika berakibat pada tambahan biaya uang harian dan/atau akomodasi.

Lebih lanjut, Achmad Puji Slamet menjelaskan bahwa sistem yang dibangun akan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Namun, jika belum bisa berjalan sepenuhnya dapat diantisipasi dengan dilakukan secara manual sebagai bentuk transisi. “Sistem perjalanan dinas yang baru dilakukan secara terintegrasi menggunakan aplikasi yang disediakan Kemenkeu RI. Saat ini masih dalam taraf pengembangan jadi belum diimplementasikan,” ujar Achmad Puji Slamet. (NA/CHP)


Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menerima kunjungan Delegasi Sekolah Staf Komando (Sesko) Arab Saudi bertempat di Ruang Tamu Gubernur, pada Selasa (27/2). Kunjungan delegasi Sesko Arab Saudi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Delegasi Sesko Arab Saudi Mayor Jendral Staf Mohammed Jadoua Alruwaili.

Plt. Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Maman Firmansyah menerima langsung kunjungan tersebut. “Terima kasih atas kunjungannya. Kami di Lemhannas RI merasa terhormat atas kunjungan dari delegasi Sesko Arab Saudi,” kata Maman Firmansyah.

Selanjutnya, Maman Firmansyah menyampaikan bahwa Lemhannas RI merupakan suatu lembaga struktural pemerintahan yang setingkat dengan Kementerian. Disampaikan juga oleh Maman Firmansyah, bahwa Lemhannas RI memiliki empat tugas pokok, yakni melaksanakan pendidikan bagi calon-calon pemimpin nasional, melaksanakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme kepada seluruh bangsa, melaksanakan pengkajian strategis terkait permasalahan nasional yang hasilnya diberikan kepada pemerintah, dan melaksanakan pengukuran ketahanan nasional untuk mengetahui kondisi baik buruknya suatu negara.

Pada kesempatan tersebut, Mohammed Jadoua menyampaikan maksud kedatangannya untuk mempererat hubungan antara dua pemerintahan dan kemungkinan adanya kerja sama antar dua bangsa. “Kami sangat percaya bahwa di sini ilmunya sangat tinggi,” ujar Mohammed Jadoua.

Mohammed Jadoua juga menyampaikan bangsa Indonesia dikenal dengan karakternya yang baik dan ramah sehingga sangat disukai dan disenangi di Arab Saudi. Kemampuan bangsa Indonesia dalam bidang akademis juga sangat dipercaya. Mohammed Jadoua berharap setelah pertemuan ini, akan menghasilkan suatu ide dan gagasan yang bisa di inisiasi bersama.

Pada kesempatan tersebut, Maman Firmansyah didampingi oleh Tenaga Pengkaji Bidang Strategi Lemhannas RI Mayjen TNI Benny Octaviar, M.D.A., CHRMP., Tenaga Profesional Bidang Geografi dan Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI Drs. Sukendra Martha, M.Sc, M.App. Sc., Kepala Biro Kerja Sama dan Hukum Settama Lemhannas RI Brigjen TNI (Mar) Raja Erjan H.S. Girsang, S.E., M.M., M.Sc., dan Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI, Brigjen TNI Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han. (SP/CHP)


Hubungan masyarakat memiliki peran besar dalam sebuah organisasi. Kehumasan yang dikelola dengan baik akan menciptakan citra positif sebuah lembaga di benak publik.

Indonesia telah menyadari pentingnya humas dalam organisasi sejak lebih dari setengah abad lalu. Pada tahun 1971, Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) resmi dibentuk melalui sebuah keputusan menteri penerangan. Sejak saat itu, forum yang menjadi wadah koordinasi lembaga-lembaga pemerintah tersebut terus hidup hingga saat ini.

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), sebagai salah satu lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas membina resiliensi bangsa, tentu menyadari pentingnya sinergisme humas pemerintah. Lemhannas RI terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan Bakohumas serta pernah menjadi tuan rumah forum ini.

Pada Selasa, 27 Februari 2024, Lemhannas RI mendelegasikan Kepala Bagian Penerangan Biro Humas Settama Kolonel Mar Kusyuwono, S.H. dan satu orang anggota staf untuk menghadiri forum Bakohumas yang dituanrumahi Kementerian Luar Negeri RI di Grand Hotel Preanger, Bandung, Jawa Barat. Pertemuan kehumasan antarlembaga pemerintah kali ini, dilakukan guna menemukan strategi kehumasan untuk memperkuat pembentukan penjenamaan bangsa (nation branding).

Besarnya peran humas menjadikan hubungan masyarakat dinilai mampu membangun citra sebuah bangsa. (CL/CHP)



Hak cipta © 2024 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749