Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Centre, dan Lee Kuan Yew School of Public Policy Sepakati Nota Kesepahaman
Berita & Artikel Sabtu, 8 Juli 2023, 02:27
Memperluas kolaborasi dalam mendukung pembinaan ketahanan nasional, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto didampingi sejumlah pejabat Lemhannas RI menandatangani Nota Kesepahaman antara Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Centre (PYC), dan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (LKYSPP NUS) pada Sabtu (8/7) di Singapura.
Melalui kolaborasi ini, ketiga lembaga akan menyelenggarakan program untuk mengembangkan dan memperkuat kepemimpinan dan kemampuan manajemen publik. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan mempertemukan pejabat pemerintah daerah Indonesia untuk bertukar wawasan serta membangun jaringan strategis. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, Ketua Umum PYC Filda Citra Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D., dan Presiden NUS Prof. Tan Eng Chye.
Kerja sama antara Lemhannas RI, PYC, dan LKYSPP tidak hanya mengembangkan misi pendidikan sekolah secara lebih signifikan, namun program ini juga akan berperan penting dalam membina hubungan antara pemerintah, perusahaan, dan industri di masa depan, kata President NUS Prof. Tan Eng Chye. Menurut Profesor Tan Eng Chye, kerja sama ini akan mengembangkan program manajemen publik tingkat lanjut yang reflektif bagi para pejabat pemerintah daerah di Indonesia.
Profesor Tan Eng Chye menjelaskan bahwa program yang dirancang bertujuan untuk mengembangkan serta memperkuat kepemimpinan dan kapabilitas manajemen publik pejabat pemerintah daerah di Indonesia. Oleh karena itu, selama mengikuti program tersebut, para peserta akan berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan kelas dunia dan mendapatkan wawasan serta perspektif mengenai berbagai hal. Peserta juga akan mendapatkan wawasan dari para praktisi terbaik dan dapat membangun jejaring selama mengikuti program di LKYSPP.
Dalam kesempatan tersebut,, Profesor Tan Eng Chye berterima kasih atas kerja sama yang terjalin dan berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan serta menguatkan hubungan antara Indonesia dan Singapura.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto dalam sambutannya menjelaskan sejarah Lemhannas RI. Lemhannas RI, jelas Andi Widjajanto didirikan tahun 1965 oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno. Saat itu, Presiden Soekarno memberikan satu mandat kepada Lemhannas RI, yakni menjadi sekolah geopolitik. Lemhannas harus melatih pemimpin masa depan untuk bisa menyadari dampak pergulatan geopolitik dalam kebijakan nasional dan kepentingan nasional, jelasnya.
Lebih lanjut, Andi widjajanto menjelaskan tiga fungsi yang dijalankan Lemhannas RI saat ini, yakni fungsi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional, fungsi Pengkajian Strategis, dan fungsi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan. Kemudian, dirinya juga menjabarkan arahan Presiden Joko Widodo kepada Lemhannas RI untuk fokus pada tujuh isu, yaitu geopolitik, konsolidasi demokrasi, ekonomi hijau, ekonomi biru, transformasi digital, IKN, dan Papua.
Saya harap kolaborasi antara Lemhannas, PYC, dan LKYSPP dapat memperdalam pemahaman peserta terkait isu-isu tersebut dan bisa mempersiapkan pimpinan masa depan untuk dapat mengantisipasi dinamika isu-isu tersebut agar dapat menjadi pemimpin daerah yang lebih baik di masa yang akan datang, pungkas Andi Widjajanto. Tak lupa, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada LKYSPP dan PYC atas kolaborasi dan kerja sama yang dijalin.
Sementara, Ketua PYC Filda Citra Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D., memandang bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen kebijakan publik para pejabat pemerintah daerah di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan para peserta dapat melakukan studi banding dan membawa hasilnya ke Indonesia untuk mengelola kepemimpinan di daerahnya masing-masing. Kerja sama ini akan menyiapkan jalan bagi para pemimpin kedua negara untuk menghadapi tantangan episentrum pertumbuhan ini, jelasnya.
Filda Citra Yusgiantoro juga menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Lemhannas RI dan LKYSPP atas kolaborasi yang tercipta. Diharapkan Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut akan semakin meningkatkan hubungan strategis jangka panjang antara Republik Indonesia dan Republik Singapura.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, yakni Ketua Dewan Pengarah LKYSPP ESM Goh Chok Tong; Pendiri dan Dewan Pembina PYC Prof. Purnomo Yusgiantoro, Ir., M.Sc., M.A., Ph.D. IPU.; Dewan Pengawas PYC Alexander Ery Wibowo S.H.,LL.M.,J.S.D.; Kepala Biro Kerja Sama dan Hukum Lemhannas RI Laksma TNI Deny Septiana, S.A.P., M.A.P., Kepala Biro Hubungan Masyarakat Lemhannas RI Brigjen TNI Suratno, S.I.P., dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Masnelli, S.H., M.Sc. (NA/BIA)



