GUBERNUR

WAKIL GUBERNUR

DEWAN PENGARAH

DEPUTI BIDANG PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN

TENAGA AHLI PENGAJAR DAN TENAGA AHLI PENGKAJI

TENAGA PROFESIONAL

INSPEKTORAT

KOORDINATOR ICT

LABORATORIUM PENGUKURAN KETAHANAN NASIONAL

LEMHANNAS SOCIAL NETWORK

PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI

Organisasi Kepemudaan dan Stabilitas Nasional
Rabu, 28 Maret 2012 12:42

 

RRI

Gubernur Lemhannas RI, Budi Susilo Soepandji bersama Dirut LPP RRI, Niken Widiastuti, Nur Mahmudi Ismail Walikota Depok sebagai peserta Forkon Pimda VI, dan Amirullah, perwakilan Front Betawi Bersatu dalam Dialog Kebangsaan Kerjasama LPP RRI dan Lemhannas RI (27/03).



Pemuda memegang peranan penting membawa perubahan negara ini, lalu bagaimana pergerakan pemuda di mata Organisasi Kepemudaan dalam diskusi Dialog Kebangsaan antara Lemhannas RI dan LPP RRI? “Bicara tentang pemuda, maka asetnya adalah semangat,” kata Taufan Rotorasiko, Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam Dialog Kebangsaan Kerjasama RRI dan Lemhannas RI (27/03). Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut yaitu Gubernur Lemhannas RI, Budi Susilo Soepandji, Dirut LPP RRI, Niken Widiastuti, Ketua Umum DPP Generasi Muda Karya Pembangunan (GMKP) Sarman Simanjorang, Ketua Umum KNPI Taufan Rotorasiko, Perwakilan Front Betawi Bersatu dan Front Pembela Merah Putih.

Diskusi tersebut bertema “Mengembalikan Peran Organisasi Pemuda dan Kemasyarakatan Sebagai Penjaga Stabilitas Nasional”. Dialog live di Pro 3 RRI yang berlangsung menarik tersebut dihadiri pula oleh para peserta PPRA XLVIII dan pimpinan daerah yang sedang mengikuti Forkon Pimda VI. Menanggapi demonstrasi kenaikan BBM yang sedang terjadi saat ini, Gubernur Lemhannas RI mengatakan tidak khawatir akan demonstrasi yang terjadi. “Saya kira semua dalam batas kewajaran, tidak ada yang mengarah menggulingkan pemerintahan yang sah, atau mencabut kedaulatan negara. Ketika mahasiswa dan pemuda berteriak mereka dalam batas kewajaran,” kata Gubernur Lemhannas RI, Budi Susilo Soepandji.

Pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan saluran aspirasi dari pemuda sebagai perwakilan masyarakat, “Termasuk juga demonstrasi, ini adalah hal yang wajar sebagai penunjuk kepedulian terhadap masyarakat, namun aksi tersebut diharapkan tidak berubah menjadi anarkis dan bentrokan baik dari aparat maupun pemuda,” kata Taufan Rotorasiko. Media dan pemerintah dituntut untuk mampu mengkomunikasikan aspirasi dari berbagai pihak, serta dalam mendidik organisasi kepemudaan dalam memahami nilai-nilai kebangsaan. “Bentrok yang selama ini terjadi karena mampetnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama apabila kebijakan pemerintah tidak diterima dengan baik oleh masyarakat, untuk itu pemerintah bisa berdialog dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan dalam menyampaikan kebijakan serta mewaspadai konflik yang terjadi antar kampung yang berpotensi konflik lebih besar,” kata Sarman Simanjorang, Ketua Umum DPP Generasi Muda Karya Pembangunan. Melalui diskusi yang diselenggarakan antara LPP RRI dan Lemhannas RI ini diharapkan dapat berkembang menjadi saluran-saluran komunikasi efektif dan menyampaikan aspirasi masyarakat pada pemerintah, untuk Indonesia yang lebih baik.