| KULIAH UMUM GUBERNUR LEMHANNAS RI DI IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA |
| Rabu, 15 Februari 2012 14:16 | ||
|
Di hari pertama rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur (10 - 11 Februari), Gubernur Lemhannas RI memberikan kuliah umum di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada Jumat (10/2/2012). Gubernur Lemhannas RI diterima oleh Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sudah menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si. di ruang kerja rektor dengan didampingi oleh Pembantu Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Bidang Akademik dan Pengembangan SDM Prof. Dr. Abdul A’la M. Ag. Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI didampingi oleh Deputi Bid. Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Mayjen TNI Tony S.B. Hoesodo, S.I.P., Deputi Bid. Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Laksda TNI Santoso, M.Sc., Taji Bid. Ideologi Eddy Suyanto, S.T., Taprof Bid. Politik dalam Negeri H. Ario Widjonarko, S.H., M.Sc., Sekjen the Founding Father House Sahrial Nasution, S.E., dan Media Analis Founding Father House Dian Permata, S.H. Kuliah umum tersebut diadakan sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Lemhannas RI dan IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 27 Januari 2012 di Lemhannas RI. Kuliah umum dan seminar nasional kebangsaan yang bertemakan “Pancasila dan Santri: Respons Santri atas Pancasila” dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan SDM IAIN Sunan Ampel Prof. Dr. Abdul A’la, M. Ag. Sesi pertama diisi oleh Gubernur Lemhannas RI dan Rektor IAIN Sunan Ampel/Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si. dengan moderator Penasihat PUSPA Masdar Hilmi, M.A., P.hd.
Gubernur Lemhannas RI, didampingi Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., tengah memberikan kuliah umum dalam acara Studium Generale dan Seminar Nasional Kebangsaan di aula IAIN Sunan Ampel Surabaya, Jumat (10/2/2012)
Dalam kuliah umumnya, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Untuk itu, ideologi bangsa, yakni Pancasila, memiliki makna penting dalam membangun jiwa dan ruh warga untuk menjadi manusia Indonesia yang sesuai dengan semangat Pancasila. Senada dengan itu, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si. menyampaikan bahwa sebagai salah satu elemen penting dari bangsa ini, masyarakat muslim, khususnya kalangan santri diharapkan memiliki upaya-upaya jitu untuk memperdalam pengetahuan dan penghayatan tentang Pancasila, dan sekaligus mengamalkan dan menjaganya demi keutuhan bangsa dan negara. Setelah acara tanya jawab dan dialog antara pembicara dan peserta dialog, sesi pertama ditutup dengan tukar-menukar cenderamata antara Gubernur Lemhannas RI dan Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan SDM IAIN Sunan Ampel Prof. Dr. Abdul A’la, M. Ag.
|