GUBERNUR

WAKIL GUBERNUR

DEWAN PENGARAH

DEPUTI BIDANG PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN

TENAGA AHLI PENGAJAR DAN TENAGA AHLI PENGKAJI

TENAGA PROFESIONAL

INSPEKTORAT

KOORDINATOR ICT

LABORATORIUM PENGUKURAN KETAHANAN NASIONAL

KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM

INDONESIA MASIH PENUH HARAPAN
Selasa, 31 Januari 2012 14:41

Dialog

 

 

“Masihkah Indonesia punya harapan di tengah pesimisme masyarakat?” pertanyaan menggelitik tersebut terlontar dari Maulana Isnarto, Moderator Dialog Kebangsaan kerjasama antatra LPP RRI dan Lemhannas RI (31/1). Acara bertajuk “Indonesia Masih Penuh Harapan” tersebut disiarkan live oleh Programa 3 RRI, dengan mengundang pembicara Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji, D.E.A., Direktur Utama LPP RRI, Dra. Niken Widiastuti, Imam Prasojo, Sosiolog UI, dan Kepala Program Powerplan SMKN 29 Jakarta, Budiman untuk mendiskusikan harapan dan optimisme Indonesia.

Saat ini, Indonesia menghadapi berbagai permasalahan keadilan sosial, seperti kesenjangan dalam informasi, masalah aksesibilitas, lapangan pekerjaan, pendidikan, dsb. “Bangsa Indonesia masih memiliki potensi konflik, namun yang menjadi masalah adalah bagaimana menyikapi konflik yang berkaitan dengan kepercayaan dan perbedaan SARA,” kata Gubernur Lemhannas RI.
Media massa nasional saat ini dituntut dapat memberikan media literacy bagi masyarakat agar cerdas menyikapi berita kekerasan yang sering muncul, serta mengangkat berita dengan mencari akar permasalahannya tidak mengangkat berita sebagai sensasi semata. Pandangan negatif tentang Indonesia di media sering mengemuka, dengan banyaknya masalah, konflik baik vertikal maupun horizontal, “Hal tersebut berseberangan dengan melihat fakta, ekonomi Indonesia meningkat 6.2% tahun 2011, dan tahun ini diperkirakan 6.7%, tentu ini merupakan sebuah optimisme,” kata Niken Widiastuti menyikapi mengenai besarnya peran media massa nasional dalam ikut menyebarkan optimisme di tengah masyarakat.

Sosiolog Imam Prasojo melihat pentingnya peran pemerintah dan media dalam membentuk harapan dan pemberdayaan di tengah masyarakat. “Dari sisi kreatif masyarakat sih rasanya masih kurang, tapi peran pemerintah dan media menjadi penting untuk mengembangkan pemberdayaan yang kini dirintis oleh masyarakat. Pemerintah memiliki andil untuk membuat kebijakan yang memihak, untuk mengembangkan kreativitas dan membuka peluang pekerjaan untuk masyarakat,” kata Imam Prasojo.