GOVERNOR

VICE GOVERNOR

GOVERNING BOARD

DEPUTY OF NATIONALITY VALUE STRENGTHENING DIVISION

EXPERT LECTURERS & EXPERT ANALYSTS

EXPERT PROFESSIONALS

INSPECTORATE

ICT COORDINATOR

LABORATORY FOR NATIONAL RESILIENCE MEASUREMENT

LEMHANNAS SOCIAL NETWORK

Pemberdayaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan
Monday, 07 January 2013 00:00

 

        Senin (7/1), diselenggarakan Seminar dan Lokakarya Nasional tentang Pengelolaan sumber Daya Alam di Kalimantan Timur di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan.


       Acara yang diprakarsai oleh alumni Kursus Reguler Angkatan XXV bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Awang faroek Ishak, Forum Koordinasi Pimpinan daerah, anggota Ikatan Alumni Lemhannas KRA XXV, dan undangan lainnya.


       Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA hadir sebagai pembicara menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas kepedulian dan inisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan seminar dan lokakarya tersebut.

 

alt


       “saya memandang bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan bagi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, terutama bagi masyarakat Kalimantan Timur” jelas Gubernur Lemhannas RI.


        Menurutnya Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi yang besar untuk dikelola bagi ketersediaan pangan dan energi dan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bangsa yang selanjutnya akan meningkatkan ketahanan daerah dan sekaligus ketahanan nasional.


        Ada beberapa langkah strategis untuk menjamin terwujudnya pemberdayaan sumber daya alam berwawasan lingkungan yang dikemukakannya, Pertama, dalam pengelolaan dan pemberdayaannya, maka  sumber daya alam jangan dipandang hanya sebagai komoditas saja, akan tetapi harus juga dipandang sebagai sumber kesejahteraan masyarakat bangsa dan sebagai penyangga lingkungan hidup.


       Kedua, pemberdayaan sumber daya alam harus diartikan sebagai pengelolaan dengan memberikan nilai tambah tetapi tetap berwawasan lingkungan untuk tetap menjaga kelestarian alam yang berkelanjutan.


         Ketiga, mengembangkan daya saing bangsa melalui keunggulan kompetitif yang berbasis pada keunggulan komparatif.


      Keempat, melaksanakan pemetaan kesesuaian potensi lahan yang tersedia untuk kegiatan pengembangan berbagai subsektor agribisnis untuk kemudian ditransformasi  menjadi agroindustri dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.


      Kelima, sebagai lumbung energi nasional, kalimantan timur seharusnya tidak hanya memproduksi energi primer yang terbatas dijadikan komoditas perdagangan, tetapi perlu mengembangkan energi sekunder dan tertier sebagai sebagai upaya meningkatkan ketahanan energi.


      Keenam, melaksanakan evaluasi sumber daya alam atau membuat neraca sumber daya alam terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan kebijakan sebelum melaksanakan pengelolaan sumber daya alam.


        Gubernur Lemhannas RI berharap pada seminar dan lokakarya nasional ini dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dan terobosan ataupun rumusan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan, dapat menyatukan visi dan persepsi seluruh elemen bangsa dalam pengelolaan sumber daya alam serta dapat dijadikan nantinya sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam di provinsi lainnya.