GOVERNOR

VICE GOVERNOR

GOVERNING BOARD

DEPUTY OF NATIONALITY VALUE STRENGTHENING DIVISION

EXPERT LECTURERS & EXPERT ANALYSTS

EXPERT PROFESSIONALS

INSPECTORATE

ICT COORDINATOR

LABORATORY FOR NATIONAL RESILIENCE MEASUREMENT

LEMHANNAS SOCIAL NETWORK

PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI

Lembaga Ketahanan Nasional
Kunjungan Akademis KNDU (Korsel) ke Lemhannas RI
Tuesday, 02 September 2014 14:24

 

Pada Selasa (2/8), Lemhannas RI menerima rombongan dari Korea National Defense University (KNDU). Rombongan ini diterima oleh Marsda TNI (Purn) Suryadarma selaku Tenaga Professional Bid. Hubungan Internasional Lemhannas RI dalam courtesy call di Gd. Dwi Warna Purwa. Dalam ksempatan tersebut, Surya Dharma turut didampingi oleh Kepala Biro Kerjasama Sudibyo, S.E, Dr. Indira Sandi selaku Kabag Kerma Internasional, dan Ir. Kurdinanto Sarah selaku Tenaga Pengkaji Bid. Iptek.  

 

Kunjungan ini dilakukan oleh pihak KNDU dalam rangka studi banding antar kedua lembaga yang sama-sama berkecimpuing dalam bidang pendidikan pertahanan dan keamanan. Rombongan yang berjumlah 29 orang ini terdiri dari pengajar, pelajar, penerjemah, dan jurnalis dan dipimpin oleh Prof. Park Moon Young. Dari pihak Lemhannas RI, diskusi dihadiri oleh tenaga profesional, tenaga pengkaji, dan sebagian peserta PPRA 52.

 

Dalam diskusi yang berlangsung selama 90 menit tersebut, kedua belah pihak selain bertukar pikiran mengenai bentuk dan kegiatan masing-masing lembaga serta isu-isu terkini seputar kedua negara.  Diskusi yang berjalan pun didominasi oleh para peserta pendidikan, baik dari Lemhannas RI maupun pihak KNDU.

 

Di kesempatan ini peserta PPRA banyak mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi politik Korea Selatan, khususnya hubungan bilateral antara negara tersebut dengan negara-ngera besar di sekitarnya.  Pertanyaan yang kritis tersebut juga disambut oleh para peserta pendidikan KNDU dengan memberi pertanyaan tentang isu-isu strategis yang kini sedang berlangsung di Indonesia dan dikaji secara mendalam di Lemhannas RI.

 

Di akhir acara, Brigjen TNI Sudibyo selaku Karo Kerma Lemhannas RI menyampaikan beberapa harapannya mengenai kerjasama yang semakin erat di masa depan, misalnya dengan mengirimkan delegasi dari masing-masing negara untuk belajar di Lemhannas RI maupun KNDU.

 

Park Moon Young merespon, “Saya senang sekali dengan ide kerjasama tersebut. Sesampainya kami sampai di Korea Selatan, saya akan langsung menyampaikan usul ini ke pihak-pihak terkait dan saya yakin responnya akan sangat positif.”

 
Pelatihan Korespondensi Bahasa Inggris bagi Anggota Lemhannas RI
Monday, 01 September 2014 14:16

 

 

Dalam rangka menjaga kualitas dan meningkatkan potensi anggota, Lemhannas RI mengadakan Pelatihan Korespondensi Bahasa Inggris selama 5 (lima) hari, dimulai dari Senin (1/9) hingga Jumat (5/9). Pelatihan ini diadakan atas kerjasama dengan LP3i Jakarta dengan bobot materi yang disampikan berupa persuratan dan hal-hal administratif untuk berkoordinasi dan berkorespondensi dalam bahasa Inggris. Pelatihan yang dipandu oleh Redjeki Agoestyowai...

 
Menetapkan Ancaman untuk Memperkuat Industri Pertahanan
Thursday, 28 August 2014 09:26

 

Bertempat di Ruang Bhineka Tunggal Ika Gd. Pancagatra Lt. 3 Barat, Lemhannas RI mengadakan Dialog Kebangsaan dengan tema “Pemantapan Wawasankebangsaan melalui Peningkatan Industri Pertahanan guna  Memperkokoh  Ketahanan Nasional  di Bidang Hankam ”. Acara yang dibuka oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Dede Rusamsi, S.E. ini berlangsung pada Kamis (28/8) dan disiarkan secara langsung oleh TVRI selama 90 menit dengan dimoderatori oleh Desi Fitriani.

Industri pertahanan mempunyai peran strategis dalam penyelenggaraan pertahanan sehingga perlu didorong dan ditumbuhkembangkan agar mampu memenuhi kebutuhan alat peralatan yang mendukung pertahanan melalui revitalisasi industri pertahanan.Revitalisasi industri pertahanan dilaksanakan secara terencana, terpadu, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam satu kesatuan sistem industri pertahanan guna mewujudkan tujuan pertahanan nasional.

 

Dalam diskusi ini, Laksda TNI Rahmat Lubis menjabarkan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah, khususnya oleh Kementrian Pertahanan. untuk menarik minat masyarakat umum pada alat-alat pertahanan dan industrinya . Pertama,  diadakan Jakarta International Defense Dialog dengan negara-negara tetangga, kedua penyelenggaraan Indo Defence yang merupakan pameran alat-alat pertahanan bagi masyarakat umum, dan ketiga adanya Defense Industry Join Cooperation yang meruapakan sebuah bentuk kerjasama Indonesia dengan negara lain untuk memajukan industri pertahanan.

 

Hal yang penting dalam membangun industri pertahanan di negara ini, menurut Conny Rahakundini, ialah mendefinisikan dan memetakan tujuan danancaman yang nyata yang sedang kita hadapi sekarang, sehingga Indonesia tahu dengan pasti bagian-bagian apa saja yang harus diperkuat dan dikembangkan. Dengan tujuan yang pasti, rencana, langkah-langkah, serta strategi akan lebih jelas terpetakan.

 

“Karena dimana pun, industri pertahanan akan tumbuh bila ada demand-nya. Dengan memperhatikanperubahan ancaman tentu kita akan mengetahui tujuan dari kekuatan TNI kita sekarang ini.Bila tujuan itu sudah jelas, baru bisa kita tentukan langkah ke depan industri pertahanan. Misalnya, apakah kita butuh membuat pabrik alat-alat pertahanan kita sendiri atau cukup dengan membeli dari negara lain saja?” ujar Pengamat Militer UI tersebut.

 

Dialog in menghadirkan narasumber-narasumber yang mumpuni, antara lain Laksda TNI Rahmat Lubis (Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI), Conny Rahakundini (pengamat militer), Prof. Dr. Wan Usman (Dosen UI), Sudirman Said (Direktur Utama PT. Pindad), Anto Sudaryanto (Pt. Intiland), Gunanto (Bappenas),dan Petrus Hardana (Sarpras Polri).

 
Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Kupang
Wednesday, 27 August 2014 15:23

 

Pada Rabu (27/8) Gubernur Lemhannas RI Prof Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. memberikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara ke berbagai kalangan masyarakat di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara yang diorganisir oleh Lantamal VII Kupang ini diselenggarakan di hanggar helikopter (helipad) di atas KRI Surabaya.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh 690orang yang terdiri dari 520 anggota pramuka dari seluruh Indonesia (antara lain dari Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Maluku) dan 170 awak dari Kapal Pemuda Nusantara (KPN). Acara inijuga turut dihadiri oleh Kapolda Kupang, Wakil Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Wadan Lantamal) VII Kupang, kru kapal KRI Surabaya, dan organisasi masyarakat setempat.

 

Dalam paparannya, Budi Susilo Soepandji menyoroti dampak globalisasi yang mengancam kehidupan berbangsa dengan pengaruh negatifnya yang semakin merasuk ke jiwa pemuda-pemudi bangsa.

 

“Dihadapkan pada realita tersebut, eksistensi maupun peran kegiatan kepanduan dan gerakan pramuka merupakan alternatif pembangunan pondasi dasar nasionalisme yang bercirikan semangat kegotongroyongan sebagai jati diri bangsa Indonesia. Gerakan Nasional Pramuka harus mampu menjadi motor dan pendorong dalam penguatan jati diri bangsa Indonesia dikalangan masyarakat,” ujar Gubernur Lemhannas RI seraya menutup paparannya. 

 
Pemantapan Wawasan Kebangsaan Untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional Bidang Pertahanan Keamanan
Wednesday, 27 August 2014 16:04

 

 

Lemhannas RI akan mengadakan Dialog Kebangsaan dengan mengangkat tema diskusi “Pemantapan Wawasan Kebangsaan Melalui Peningkatan Industri Pertahanan Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional di Bidang Pertahanan Keamanan” pada Kamis, 28 Agustus 2014 di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas RI pukul 09.00 - 12.00 WIB. Acara yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI serta TV One tersebut, dihadiri oleh para ahli, perwakilan partai, praktisi, baik d...

Read more...
 
Jenderal TNI Moeldoko : Hati-hati Salah Kebijakan, Prajurit Jadi Korban.
Wednesday, 27 August 2014 14:09

 

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko hadir sebagai pemateri pada kegiatan Pembekalan dan Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi Anggota DPR RI periode 2014-2019 di Aula Gd. Dwi Warna Purwa Lemhannas RI, pada Rabu (27/8).

 

Dalam materi yang disampaikannya, Jenderal TNI Moeldoko menjelaskan mengenai perbedaan ciri-ciri masyarakat di negara maju, dengan negara berkembang. Negara maju dihuni oleh masyarakat yang memiliki kebutuhan tinggi akan prestas...

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 76