GOVERNOR

VICE GOVERNOR

GOVERNING BOARD

DEPUTY OF NATIONALITY VALUE STRENGTHENING DIVISION

EXPERT LECTURERS & EXPERT ANALYSTS

EXPERT PROFESSIONALS

INSPECTORATE

ICT COORDINATOR

LABORATORY FOR NATIONAL RESILIENCE MEASUREMENT

LEMHANNAS SOCIAL NETWORK

PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI

Lembaga Ketahanan Nasional
Penutupan P3DA Delapan: Kekuatan Lemhannas RI Ada pada Alumninya!
Thursday, 24 July 2014 14:04

 

Program Pemantapan Pemimpin Daerah Angkatan (P3DA) Delapan yang dimulai pada 6 Maret lalu akhirnya ditutup pada hari ini, Kamis (25/7) di Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas RI. Acara yang dihadiri oleh seluruh peserta P3DA beserta pasangannya ini juga dihadiri oleh tenaga ahli pengajar, tenaga ahli pengkaji, dan tenaga profesional Lemhannas RI. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandi, D.E.A. yang juga menjadi pembina upacara, Wakil Gubernur Marsdya Dede Rusamsi, S.E., Deputi Bidang Pendidikan Laksma TNI Ir. Leonardi, Sekertaris Utama Inspektur Jendral Polisi Boy Salamuddin, dan Jendral TNI Moeldoko.  

 

Saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu menyingkapi secara cerdas dan mampu merumuskan upaya terobosan di lingkungan untuk membangun ekonomi daerah yang bermartabat. Para alumni P3DA 8 yang kini telah menempuh pendidikan selama 2,5 bulan di Lemhannas RI, kini sangat diharapkan agar dapat menjadi pemimpin yang mampu mengantisipasi dan mengatasi berbagai macam tantangan dan isu-isu global yang berkembang saat ini untuk diterapkan di daerahnya masing-masing.

 

Kali ini Lemhannas RI menutup Program Pemantapan Pemimpin Daerah Angkatan 8 dengan jumlah lulusan sebanyak 34 orang, yang terdiri dari dua belas orang bupati, sembilan orang wakil bupati, tiga walikota, tujuh wakil walikota, dan tiga ketua DPRD Kabupaten/Kota. Dalam upacara penutupan ini Budi Susilo Soepandji menyatakan rasa kagumnya akan komitmen para alumni yang bertekad akan terus menjaga tali silaturahmi dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin di masa mendatang.

 

“Kekuatan Lemhannas berasal dari para alumninya, dan kami di Lemhannas RI sangat mendukung upaya tersebut dengan terus berusaha menyediakan sarana demi kemajuan dan dan upaya pemeliharaan ilmu dan rasa persatuan dan kesatuan itu,” tutup Gubernur Lemhannas RI. 

 
Menguatkan Kembali Pancasila dan Meredam Radikalisme di Indonesia
Tuesday, 22 July 2014 14:12

 

Pada 22 Juli 2014 Deputi Bidang Pengkajian Strategik, Direktorat Pengkajian Internasional Bidang Kewaspadaan Nasional mengadakan Round Table Discussion (RTD) Aktual dengan tema “Strategi Memperkuat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dalam rangka  Menghadapi Radikalisme Global”. Acara ini dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A., di Ruang Kresna Gd. Asta Gatra Lt. $ dan didampngi oleh Wakil Gubernur Marsdya Dede Rusamsi, S.E.

 

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara secara tidak sadar telah termarjinalkan dalam kehidupan nasional dewasa ini. Terlebih dengan adanya radikalisme global yang mengatasnakan agama dan mulai menyebar di tengah-tengah masyarakat Indonesia. “Akibatnya, Pancasila sebagai ideologi bangsa hanya mampu menyentuh tataran retorika semata dan semkin jauh dari nilai-nilai yang dikandungnya,” ucak Budi Susilo Soepandji.

 

Acara yang dimoderatori oleh Laksma TNI Dr. A. Yani Antariksa, S.E., S.H., M.M. ini menghadirkan narasumber ahli yang berkaitan erat dengan tema, yakni Prof. Dr. Kaelan, M.S. selaku Guru Besar Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta dan Inspektur Jendral Polisi (Purn) Drs. Ansyaad Mbaai, M.M. selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dalam diskusi ini hadir pula Wawan H. Purwanto selaku Direktur Lembaga Pengambangan Kemandirian Nasional dan Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. I Putu Sastra Wingarta, S. IP., M. Sc. selaku Taprof Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas RI yang bertindak sebagai penanggap utama paparan dari narasumber.

 

Penyebab utama hingga munculnya kaum-kaum radikal yang berujung pada terorisme menurut Ansyaad Mbai ialah karena adanya kaum minoritas yang terpinggirkan, ada seseorang atau kelompok memprovokasi, serta adanya ideologi radikal yang menjadi dasar tindakan-tindakan radikal. Untuk menanggulangi hal tersebut, ada empat strategi yang direkomendasikan dalam RTD ini, yakni melakukan deradikalisasi kaum fundamentalis, melindungi empati masyarakat Indonesia, membumikan Pancasila, dan merevitalisasi kewaspadaan nasional.  

 
Pemberitahuan Program Pembekalan bagi Anggota DPR Terpilih untuk Periode 2014-2019
Wednesday, 23 July 2014 07:57

 

Pada bulan Agustus dan September 2014, Lemhannas RI akan mengadakan program pembekalan bagi anggota DPR terpilih untuk periode 2014-2019. Program pembekalan ini terbagi atas dua jenis, yakni pembekalan bagi anggota DPR yang sebelumnya telah menjabat di kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (Kabinet Presiden SBY) dan program yang khusus dirancang untuk para anggota DPR yang baru terpilih untuk periode lima tahun mendatang.

 

Program Harmonisasi ...

 
Dialog Kebangsaan: Peranan Perempuan Dalam Membangun Karakter Kebangsaan
Wednesday, 23 July 2014 08:25

 

 

Lemhannas RI mengadakan Dialog Kebangsaan Peserta Program Pemantapan Pemimpin Daerah Angkatan (P3DA) 8, dengan tema “Peranan Perempuan Dalam Membangun Karakter Kebangsaan,” yang bertempat di Auditorium Mini Lt. 3 Gedung Astagatra Lemhannas RI pada Senin (21/7), pukul 20.00 s/d 21.00 WIB.

 

Pejabat Lemhannas RI yang hadir pada acara tersebut yakni Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A., Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi, S.E., Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Laksamana Muda TNI Ir. Leonardi, Deputi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhannas RI, Mayor Jenderal TNI M. Nasir Majid, Karo Humas Settama Lemhannas RI, Laksamana Pertama TNI E. Estu Prabowo, M.Sc., Karo Kerja Sama Settama Lemhannas RI, Brigadir Jenderal TNI Sudibyo, S.E., Direktur Operasi Pendidikan Debiddikpimtiknas Lemhannas RI, Brigadir Jenderal TNI Sudirman Kadir, Direktur Pengkajian Sosial Budaya Debidjianstrat Lemhannas RI, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Bambang Sukamto, S.H., M.H.

 

Dalam acara ini dikatakan kaum perempuan memiliki peranan penting dan strategis dalam mewujudkan Ketahanan Nasional bangsa yang tangguh dan solid. Mendidik perempuan adalah mendidik bangsa serta generasi penerus. Dalam konteks Ketahanan Nasional Indonesia harus dibangun kesadaran kolektif bahwa kaum perempuan Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lain dalam membangun bangsanya.

 

“Wanita adalah tiang negara, bila baik seorang wanita maka baiklah negara, dan bila rusak seorang wanita maka rusaklah negara,” jelas istri Wakil Walikota Salatiga, Ida Nurul Farida.

 

Istri Wakil Walikota Bandung, Siti Mumtamah menambahkan, “Saat ini kita melihat karakter yang dimililki oleh generasi Indonesia sudah mulai pudar dengan adanya arus globalisasi, internet, dan televisi cukup menggerus karakter yang dimiliki oleh bangsa ini. Seperti memudarnya disiplin, kepedulian, serta berkurangnya gotong royong.”

 

Menurut Gubernur Lemhannas RI, Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji D.E.A., Dialog Kebangsaan dengan tema pemberdayaan perempuan, sekaligus menghadirkan narasumber yang keseluruhannya perempuan ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan oleh Lemhannas RI. Kegiatan ini juga disiarkan langsung oleh RRI, dengan Maulana Isnarto hadir sebagai moderator.

 

Pada acara tersebut juga dijelaskan saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada satu persoalan bersama. Disaat kita membutuhkan sebuah bangsa yang kuat, justru karakter-karakter yang dibutuhkan untuk membangun sebuah bangsa yang kuat tersebut mulai mengalami degradasi.

 

“Yang mengkhawatirkan bahwa saat ini anak sekolah sudah meluntur kecintaan kepada bangsa dan negaranya,” pungkas istri Wakil Walikota Majene, Hj. Fatmawati Fahmi. Melihat kondisi demikian, istri Wakil Bupati Cianjur, Hj. Minarsih menjelaskan bahwa untuk membentuk karakter kebangsaan yang tangguh dalam diri setiap anak bangsa, haruslah diterapkan pendidikan kebangsaan sejak usia dini.

 
Melawan Cybercrime yang Makin Merajalela
Wednesday, 23 July 2014 14:14

 

Dalam mengantisipasi adanya kejahatan di dunia maya, Deputi Pengkajian Lemhannas RI Lemhannas RI mengadakan Round Table Discussion (RTD) dengan tema “Antisipasi Kejahatan Dunia Maya(Cyber Crime) Guna Memantapkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam rangka Ketahanan Nasional.” Diskusi ini diadakan di Ruang Kresna Gd. Asta Gatra Lt. 4 Barat dan dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. yang didampingi oleh Wakil Gubernur Marsdya Dede Rusamsi, S.E. dan Deputi Pengkajian Inspektur Jendral Polisi Boy Salamuddin.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menyatakan kemajuan teknologi informasi  yag sangat pesat di zaman ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi ia memepermudah arus komunikasi dan mepercepat sampainya informasi tetapi di sisi lain ia juga memberikan banyak dampak negatif kepadanya penggunanya seperti malware, penyebaran virus komputer, hingga pencurian identitas untuk disalahgunakan. “Dampak negatif tidak bisa diabaikan dan harus segera regulasi yang secara ketat mengatur penegakkan hukum cyber di Indonesia yang sesuai dengan UU internasional,” ujar Budi Susilo Soepandji.

 

Sebagai narasumber dalam acara ini adalah Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Ir. Bambang Heru Tjahyono, M.Sc., Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer/Anggota Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas) Prof. Zainal A. Hasibuan, Ir., MLS., Ph.D., dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri Brigadir Jendral Polisi Drs. A. Kamil Razak, M.H., M.H. Diskusi yang dimoderatori oleh Komisaris Jendral Polisi (Purn) Drs. Togar M. Sianipar, M. Si. Inijuga menghadirkan beberapa ahli sebagai penanggap, antara lain Direktur Network, IT, and Solution, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rizkan Chandra, Ketua Komtap Network Security and Cyberspace Technology Kadin Indonesia Sylvia W. Sumarlin, dan Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam Lemhannas Ri Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A.

 

Dalam diskusi ini, para narasumber sepakat bahwa ada berbagai macam kejahatan yang menyebar melalui internet dan mengancam ketahanan nasional Republik Indonesia. Ancaman itu mengancam berbagai sendi kehidupan, seperti dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Beberapa rekomendasi solusi yang terlontar dalam diskusi ini antara lain membangun data center mandiri di Indonesia, membangun pasukan cyber yang dapat menanggulangi bila terdapat serangan ke dalam website-website dalam negeri, serta perlunya dilakukan sertifikasi untuk menjamin keamanan transaksi informasi pada website-website pemerintah untuk mencegah bocornya informasi ke negara lain.

 
Penataran Suami/Isteri Peserta P3DA Delapan Lemhannas RI
Friday, 18 July 2014 09:18

 

Menjelang berakhirnya penyelenggaraan pendidikan Program Pemantapan Pemimpin Daerah Angkatan (P3DA) Delapan, Lemhannas RI mengadakan Penataran Istri/Suami peserta P3DA Lemhannas RI pada Kamis, (17/7) di Ruang Gadjah Mada Gd. Asta Gatra Lt. 4. Acara yang diselenggarakan selama lima hari ini, mulai pada 17 hingga 23 Juli 2014, dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Marsdya D...

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 70