RTD tentang Keamanan Kawasan Asia Pasifik digelar di Lemhannas RI

Kedeputian Pengkajian Strategis Lemhannas RI menggelar Round Table Discussion (RTD) dengan mengangkat tema “Mengantisipasi Kondisi Keamanan Kawasan Asia Pasifik guna Mengurangi Implikasinya dalam rangka Ketahanan Nasional”, di ruang Kresna, gd. Astagatra Lemhannas RI, Kamis (23/5) pagi.

 

Empat orang narasumber utama yang dihadirkan di antaranya Kepala BNPT Suhardi Alius, Kasum TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A., Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI ke-9 Prof. (Emeritus) Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, PhD., dan Deputi Urusan Luar Negeri Kemenkopolhukam Lutfi Rauf. Selain narasumber, dalam sesi RTD juga dihadirkan beberapa orang penaggap atau pembahas yakni Pengamat Militer Prof. Anak Agung Banyu Perwira, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan RI Laksda TNI (Purn) Ir. Leonardi, M.Sc., Ketua IM Centre untuk Dialog dan Pedamaian, Prof. Dr. Icksan Malik, dan dan Dosen Fakultas Psikologi UI Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si.

 

Beberapa kasus yang terjadi di kawasan Asia Pasifik yang menimbulkan implikasi yang cukup besar, sehingga dapat berdampak pada stabilitas ketahanan nasional Indonesia, di antaranya seperti kasus di Semenanjung Korea, tragedi kemanusiaan di Myanmar (etnis Rohingya), perebutan wilayah di Laut China Selatan, Teror ISIS terhadap ketahanan keamanan Indonesia serta kasus-kasus lainnya.

 

Sementara berbicara mengenai semenanjung Korea, meskipun antara pimpinan Korut dan Korsel telah melakukan perdamaian dan Korut menghentikan uji coba nuklir dan rudalnya, perdamaian kedua negara belum dapat dikatakan berjalan mulus. Sebab berbagai tekanan yang datang dari Amerika menjadi penghambat kedua negara, Amerika meminta Korut melepaskan tahanannya, dan meminta Korut menghentikan uji coba rudal dan nuklir. Sementara kepada Korsel, Amerika meminta agar pangkalannya tetap di Korsel dan juga mengikutkan secara langsung dalam proses perdamaian.

 
Permasalahan lain yang baru-baru ini membuat geger bangsa Indonesia yakni gerakan terorisme yang kembali muncul ke permukaan pasca bentrokan yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada awal Mei lalu. Menurut Kepala BNPT Suhardi Alius, kejadian tersebut cukup mengganggu stabilitas ketahanan nasional Indonesia. “Ideologi terorisme itu sudah masuk ke seluruh sel sel di republik ini, dan tidak ada satupun kabupaten kota yang tidak terinfiltrasi dengan ideologi-ideologi seperti ini,” ungkapnya.

 

Merespon kejadian tersebut, Presiden Jokowi memerintahkan kepada seluruh lapisan bangsa untuk mulai membersihkan semua lembaga mulai dari tingkat PAUD, TK hingga Perguruan Tinggi dari ajaran ideologi terorisme. Tak hanya itu, himbauan serupa juga berlaku bagi seluruh instansi-instansi. “Jadi Infiltrasi ini sudah sangat luar biasa, dan kembali kepada resilience, mari kita mempersiapkan bangsa kita ini untuk pembangunan manusia yang seutuhnya betul betul masif, kenapa, karena tantangannya kebhinnekaannya terganggu saat ini,” jelas Suhardi Alius.


Permasalahan yang terjadi terkait pergeseran fokus geopolitik di kawasan asia pasifik sudah mengarah kepada wilayah Indo-Pasifik. Seperti yang disampaikan oleh  Didit Herdiawan bahwa sudah terjadi kerjasama antara empat negara yakni Australia, Amerika, Jepang, dan India dengan tujuan menstabilkan kawasan di Asia Pasifik khususnya di Indo-Pasifik, karena hal ini berkaitan dengan negara-negara lain seperti Filipina, Myanmar, dan Vietnam, serta masalah pergeseran teroris-teroris dari Timur Tengah (ISIS), ke wilayah selatan Filipina dan Indonesia yang dikatakan sebagai save island.



Hak cipta © 2020 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749