LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI

 

“Gotong royong sendiri merupakan budaya bangsa Indonesia sejak dahulu yang menyadari pentingnya menjadi makhluk sosial yang hidup saling berdampingan dan berinteraksi sesama individu lainnya,” ujar Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nillai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto ketika membacakan sambutan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dalam Upacara Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 di Lemhannas RI pada Kamis (17/8).

 

Dedy Yulianto menuturkan bahwa semangat gotong royong sejak dahulu sebenarnya telah terbentuk kokoh antar suku, agama, ras maupun golongan.Kebersamaan antar seluruh komponen bangsa tersebut, lanjut Dedy Yulianto, telah menjadi perekat sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Kebersamaan tersebutlah yang menjadi modal bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan dan cita - cita nasional yang tercantum dalam pembukaan Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

 

Arus globalisasi yang ditandai dengan adanya demokrasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat menjadi tantangan yang berat bagi bangsa ini. Globalisasi, jelas Dedy Yulianto, tanpa disadari menggerus nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat seperti gotong royong, toleransi, ketaatan hukum, moral, dan etika.

 

Dedy Yulianto juga menyampaikan bahwa Hari Ulang Tahun ke – 72 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengangkat tema “Kerja Bersama” dirasa sangatlah tepat. “Momentum ini harus mampu kita manfaatkan dengan bijak untuk memperkuat nilai - nilai luhur bangsa ini di dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menjadi modal besar bangsa ini untuk mencapai tujuan dan cita - cita nasional,” tegas Dedy Yulianto.

 

Dengan tema “Kerja Bersama”, Lemhannas RI yang terbentuk atas dasar Empat Konsensus Dasar Bangsa memiliki kewajiban moral untuk turut memperkuat nilai - nilai luhur bangsa melalui peran, tugas pokok dan fungsi yang dimilikinya dengan merangkul berbagai komponen bangsa dari berbagai kalanganpada bidang pendidikan, pengkajian strategik maupun pemantapan nilai - nilai kebangsaan.

 

Di tengah persaingan global dan dinamika geopolitik global, "Kerja Bersama" tidaklah cukup. Oleh karena itu, Dedy Yulianto mengatakan, peringatan 72 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai - nilai luhur bangsa di dalam masyarakat dan meningkatkan kompetensi serta daya saing bangsa Indonesia.

  

Sebelum menutup sambutan, Dedy Yulianto menyampaikan untuk memanfaatkan momentum 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia ini dalam meningkatkan budaya kerja bersama dan memperkuat semangat gotong royong dalam melaksanakan peran, tugas dan fungsi kita masing - masing.

 

Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-72 ini diikuti oleh seluruh pegawai dan pejabat Lemhannas RI serta peserta pendidikan PPRA LVI dan PPSA XXI Lemhannas RI.