LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo secara resmi membuka Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung di Ruang Syailendra, Gd. Astagatra, Lt. III, Lemhannas RI pada Senin (06/02).


Acara yang diawali dengan laporan Direktur Program dan Pengembangan Pemantapan Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Drs. Rafli, S.H. selaku Ketua Penyelenggara ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretariat, dan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.


Acara dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum perenungan dan introspeksi diri terhadap kualitas wawasan kebangsaan para peserta guna merefleksikan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai luhur yang dimiliki agar dapat dijaga bersama. “Hal ini menjadi penting mengingat tantangan yang dihadapi Saudara-Saudara sebagai wakil rakyat dan pejabat daerah dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih demokratis dan sejahtera semakin dirasakan berat dan kompleks”, ujar Agus Widjojo.


Idealnya, lanjut Agus Widjojo, seorang wakil rakyat di masyarakat harus mampu menjadi agen perubahan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam menciptakan rasa aman dan tertram di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, wakil rakyat diharapkan mampu mendorong masyarakat agar mengedepankan tujuan bangsa Indonesia.


Program pemantapan yang akan dilaksanakan hingga tujuh hari kedepan ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, pembinaan peserta dan outbound.

Pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2016, tim Direktorat Program dan Pengembangan Pemantapan dari Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Dampak terhadap program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan yang telah dilaksanakan di Provinsi Riau pada Tahun 2015 lalu.

 

Bertempat di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, kegiatan Evaluasi Dampak dibuka oleh Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksamana Muda TNI Ir. Yuhastihar, M.M. Dalam sambutannya, Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan mengharapkan masukan dari para Alumni untuk perbaikan dalam penyelenggaraan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di masa yang akan datang, baik meliputi aspek materi yang diberikan, metodologi yang digunakan, serta saran-saran lain yang terkait.

 

Acara ini dihadiri oleh 80 orang peserta yang meliputi 40 orang Alumni dan 40 orang peserta dari Lingkungan Alumni, dengan latar belakang dari birokrat, TNI, akademisi, para tokoh dan kalangan pemuda.

 

Turut hadir dalam kegiatan Evaluasi Dampak di Pekanbaru yaitu Direktur Program dan Pengembangan Pemantapan Brigjen Pol Drs. Rafli, S.H., Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Lemhannas RI Marsekal Pertama TNI Yoyok Yekti Setiyono, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Riau Bapak H. Anshari Kadir, S.Ag., M.Si. dan Ketua Alumni Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan I di Riau BapakDrs. Dendi Zulkhairi, M.Si.

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo secara resmi membuka Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Barat di Ruang Airlangga, Gd. Astagatra, Lt. III, Lemhannas RI pada Senin (03/10).

 

Acara yang diawali dengan laporan Direktur Pemantapan Nilai-Nilai Konstitusi dan Sistem Nasional Laksma TNI Ir. M. Suyanto selaku Ketua Penyelenggara ini diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

 

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang menyampaikan mengenai peran penting Nilai-Nilai Kebangsaan. “Nilai-Nilai Kebangsaan diharapkan selalu melekat dalam jati diri setiap WNI, krisis terhadap orientasi nilai-nilai luhur bangsa yang sedang melanda masyarakat telah menyadarkan kita semua bahwa betapa pentingnya pelestarian nilai-nilai kebangsaan", ujar Agus Widjojo.

 

Agus Widjojo juga mengingatkan pentingnya peran pemantapan nilai-nilai kebangsaan guna memberikan sumbangsih serta mengingatkan kembali sejarah bangsa Indonesia. Oleh karena itu, lanjut Agus Widjojo, Anggota DPRD yang salah satu fungsinya di bidang pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah, merupakan agen perubahan yang sangat strategis dalam rangka menyosialisasikan pemantapan nilai-nilai kebangsaan dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

 

Program pemantapan yang akan dilaksanakan hingga tujuh hari kedepan ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok dan outbound. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cindera mata dan pengalungan kain tenun Tanimbar khas Maluku.

 

Mandiri Best Employee (MBE) mengikuti kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan selama 4 (empat) hari yang dibuka oleh Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Ir. Yuhastihar pada Selasa (2/2), di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI.

 

Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan yang diikuti 190 peserta ini memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan wawasan yang berguna saat memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Pelaksanaan pemantapan nilai-nilai kebangsaan dapat dimanfaatkan sebagai wadah bertukar pikiran, mentransformasikan diri, dan bekerja sama guna memperluas wawasan kerja antar peserta.

 

Di sisi lain, Tantangan ke depan PT. Bank Mandiri semakin komplek, hal itulah yang menjadi alasan mengapa Bank Mandiri perlu melakukan transformasi bisnis dan pengelolaan organisasi secara berkelanjutan. Kebutuhan untuk meningkatkan kinerja secara berkesinambungan serta memberikan prioritas layanan terbaik kepada nasabah.

 

Melalui kegiatan ini, peserta yang terpilih dalam kegiatan pemantapan nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi kandidat Bank Mandiri sebagai wujud apresiasi Bank Mandiri terhadap pencapaian kinerja para peserta yang merupakan panutan dalam mengimplementasikan budaya kerja perusahaan, menularkan nilai-nilai keteladanan, meningkatkan motivasi, disiplin, dan produktivitas kerja.

 

Yuhastihar sendiri menilai bahwa sebagai staf yang baik harus berperilaku mandiri, handal, tangguh, tanggungjawab, dan percaya diri agar dapat mengantisipasi efek-efek negatif yang dapat menganggu stabilitas perbankan.

 

Materi yang diberikan diantaranya wawasan nusantara, kepemimpinan nasional, dan kewaspadaan nasional, pancasila Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Materi tambahan Tunas Integritas dari KPK, bakti sosial di lingkungan masyarakat di Kepulauan Seribu, dan Orientasi Kehidupan di atas Kapal KRI Banjarmasin 592.