LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI

Gubernur Lemhannas RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo secara resmi menutup Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV Lemhannas RI yang berlangsung sejak Maret 2016 di Ruang Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI (29/9). Hadir   pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, Deputi Pendidikan Laksamana Muda TNI Dedy Yulianto, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, Mantan Gubernur Lemhannas RI Ermaya Suradinata, Duta Besar Zimbabwe untuk Indonesia Alice Mageza, serta perwakilan Duta Besar Kerajaan Yordania untuk Indonesia.

 

Acara penutupan diawali oleh orasi Menteri Perdagangan RI ke-31, Gita Wirjawan mengenai “Manifestasi Wawasan Kebangsaan dalam Konteks Globalisasi”. Mengawali orasi tersebut, Gita Wirjawan memaparkan mengenai potensi dan cadangan dunia yang bila digunakan hanya akan habis dalam waktu 8-12 tahun. Perkembangan bisnis di dunia ditandai dengan berkembangnya industri e-commerce, baik di dunia maupun Indonesia. Perkembangan selanjutnya adalah  pertumbuhan ekonomi di abad ke-20 yang ditandai oleh dibentuknya institusi ekonomi internasional yaitu World Bank dan IMF melalui Bretton Wood System pasca perang dunia kedua.

 

Pembentukan institusi ekonomi internasional tersebut turut mengubah wajah negara-negara berkembang di kawasan Asia, Amerika Selatan, dan Eropa Timur. Menyikapi berbagai perkembangan tersebut, Gita Wirjawan berharap bahwa pemimpin Indonesia dapat memperhatikan tantangan ekonomi nasional di tengah terjangan ekonomi global. “Tujuannya (dari memperhatikan tantangan ekonomi dunia –red.) adalah untuk meningkatkan kue ekonomi nasional dengan pilar ekspor, impor, produksi, konsumsi, dan government spending. Yang perlu diperhatikan (oleh pemimpin Indonesia –red.) adalah upaya menciptakan middle class yang berkesinambungan, seperti yang terjadi di Singapura dan Amerika Serikat, yakni antara lain memberikan kesempatan bagi middle class untuk memiliki properti seperti apartemen bersubsidi atau rumah,” kata Gita Wirjawan.

 

 

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Lemhannas RI dalam pidato penutupan mengatakan, bangsa Indonesia ke depannya memiliki tantangan untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, bermartabat, sejahtera  dan berkeadilan.  “Tantangan tersebut, tidak saja datang dari lingkup eksternal, tantangan terbesar justru datang dari lingkup internal bangsa Indonesia sendiri. Sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno, Presiden Pertama Republik Indonesia ‘Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri’,” kata Gubernur Lemhannas RI.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI memberikan penghargaan capaian prestasi terbaik kepada Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, ST., M.Sc., D.E.S.D.; penghargaan  capaian kertas karya perseorangan terbaik kepada Kombes Pol Mohammad Iqbal S.IK., M.H.; serta penghargaan prestasi akademik terbaik untuk peserta negara sahabat kepada Kapten Anuar Bin Haji Ali.

 

 

Sebagai Penutup, Gubernur Lemhannas RI menyampaikan harapannya kepada para alumni PPRA LIV untuk dapat mampu mengembangkan dan mengimplementasikan pemahaman dan cara berpikir sistemik, komprehensif, integral dan menyeluruh yang didapatkan selama pendidikan. “Saudara-saudara memiliki tanggung jawab moral kepada bangsa dan negara untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional melalui tindakan dan kerja. Sebagai alumnus Lemhannas RI, jaga nama baik nama lembaga ini dimanapun bertugas, melalui perkataan, perilaku dan perbuatan yang terpuji serta penguatan budaya malu melakukan perbuatan tercela,” kata Gubernur Lemhannas RI.

{fastsocialshare}

“Seminar ini menjadi ajang tukar pikiran bagi peserta program pendidikan reguler dan sekaligus sebagai wacana untuk menuangkan berbagai kemampuan, ilmu dan pengetahuan, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di lembaga ini” ujar Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo pada Seminar Nasional PPRA LIV yang diselenggarakan di Ruang Dwi Warna Gd. Pancagatra Lt.1 pada hari Senin (26/09).

Seminar Nasional merupakan salah satu program utama dari program pendidikan reguler yang dilaksanakan di Lemhannas RI. Materi yang diangkat dalam Seminar Nasional adalah makalah yang disusun oleh peserta PPRA Lemhannas RI.

Seminar Nasional PPRA LIV mengambil Tema Pengembangan Pariwisata dalam Pembangunan Ekonomi dengan Judul “Akselerasi Pengembangan Pariwisata Budaya Guna Peningkatan Perekonomian Masyarakat dalam Rangka Ketahanan Nasional”. Tema tersebut, menurut Gubernur Lemhannas RI, dipandang relevan karena salah satu tema rencana kerja pembangunan tahun 2016 adalah pengembangan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kombes Pol Mohammad Iqbal S.Ik, M.H., selaku Ketua Senat, menyampaikan tujuan makalah dan Seminar Nasional PPRA LIV yaitu untuk mendapatkan rumusan sebagai masukan kepada pemerintah dan para pihak dalam membangun perekonomian nasional melalui sektor kepariwisataan.

Lebih lanjut, Kombes Pol Mohammad Iqbal S.Ik, M.H. menyampaikan bahwa penyusunan makalah seminar nasional dilakukan dengan pendekatan 4 paradigma nasional yaitu Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional yang disusun secara komprehensif, integral, dan holistik”.

Penyaji Makalah PPRA LIV, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Laksda TNI Dr. Amarullah Oktavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menyampaikan pokok permasalahan yaitu pengembangan pariwisata budaya belum mendapat akselerasi sehingga perekonomian masyarakat masih rendah yang pada akhirnya mempengaruhi Ketahanan Nasional.

Bertindak sebagai narasumber atau penanggap utama yaitu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Ratman, S.H., M.P.A., Kepala Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Infrastruktur PUPR Ir. Harris Hasudungan Batubara, M.Eng.Sc, Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM Prof. DR. Widodo Ekatjahjana, S.H., M.Hum., Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Dr. I Gede Ardika, Mantan Wakil Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Prof. Dr. Wiendu Nuryanti, Ph.D. Tanggapan dari masing-masing narasumber akan menjadi masukan bagi Peserta PPRA LIV pada saat proses finalisasi makalah dilakukan.

Hadir dalam Seminar Nasional PPRA LIV Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Gubernur Riau, Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad), Perwakilan Kemenko Polhukam, Perwakilan Kepala Daerah, Perwakilan PPRA LV, dan Pejabat Struktural Lemhannas RI.

 

Selasa (26/1), Pelaksanaan Rapat Uji Teknis III mengenai pembahasan tema PPRA (Program Pendidikan Reguler Angkatan) LIV dan RPP (Rangka Pelajaran Pokok) yang dilaksanakan di Ruang Kresna Lt.IV Gd. Astagatra Lemhannas RI.

 

Laporan Deputi Pendidikan Tingkat Nasional Mayjen TNI M. Nasir Majid menyampaikan bahwa setiap tutor harus memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memberikan materi kepada peserta  sehingga substansi pendidikan sejalan dengan proses dan hasil pendidikan.

 

Sementara, Mekanisme pendidikan on campus dan off campus peserta PPRA LIV diantaranya orientasi, ceramah, diskusi (pendalaman/DP, kelompok/DK, dan antar kelompok/DAK) yang dibagi ke dalam dua blok yaitu  gatra dan lingkungan strategis, pembuatan taskap (paraktik pimpinan nasional, olah sismenas, dan seminar nasional).

 uji teknis

 Untuk tema seminar PPRA LIV kali ini mengangkat mengenai ekonomi dan implementasi nawa cita. Turut hadir dalam rapat tersebut Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., Sekretaris Utama Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH, para Deputi, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Tenaga Profesional, serta para Pejabat Struktural Lemhannas RI. Selama diskusi, para peserta rapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat tentang pelaksanaan PPRA LIV yang akan dibuka pada tanggal 1 Maret 2016.