LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI

Kedatangan Rombongan SSDN PPRA LVI pada Minggu (16/7) yang dijemput Gubernur Riau Bapak Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A. didampingi Kabinda Riau dan pejabat dari TNI dan Polri di VIP Room Gedung Lancang Kuning Bandara Sutan Syarif Qasyim II Pekanbaru, Riau.

 

 

2017 07 17 PHOTO 00000004

 Kapolda Riau Irjen Pol Drs. Zulkarnain saat menerima Rombongan SSDN PPRA LVI di Mako Polda Riau, Pekanbaru, Riau pada Senin, 17 Juli 2017

 

2017 07 18 PHOTO 00000132

Rombongan SSDN PPRA LVI Lemhannas RI yang dipimpin oleh Majen TNI Nunu Nugraha saat diterima Ketua DPRD Provinsi Riau Ibu Dra. Hj. Septina Primawati, MM pada hari Senin, 17 Juli 2017 di Kantor DPRD Prov Riau Jl. Sudirman Tangkerang Pekanbaru.

 

 2017 07 18 PHOTO 00000134

Rombongan SSDN PPRA LVI Lemhannas RI yang dipimpin oleh Mayjen TNI Nunu Nugraha saat diterima Pimpinan Jajaran TNI Prov Riau pada hari Selasa, 18 Juli 2017 di Markas Korem 031/WB Jl. Perwira Pekanbaru.

 

2017 07 18 PHOTO 00000130

Rombongan SSDN PPRA LVI Lemhannas RI yang dipimpin oleh Tajar Bidang Strategi Mayjen TNI Nunu Nugraha saat diterima Pimpinan PT Chevron Pacific Indonesia pada hari Selasa, 18 Juli 2017 di Rumbai Chevron Club (RCC) Pekanbaru Riau. (Apws)

  

IMG 6461

Sambutan Bupati Kabupaten Pelalawan Prov Riau Bpk HM Haris saat menerima Rombongan SSDN PPRA LVI Lemhannas RI yang dipimpin oleh Mayjen TNI Nunu Nugraha pada hari Rabu, 19 Juli 2017 di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan Kawasan Techno Park Pelalawan. (Apws)

 

 

Jumat (12/2), Sekretaris Utama Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH menutup Acara Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Bagi Staf PT. Bank Negara Indonesia Tahun 2016 dengan ditandai pemberian sertifikat secara simblis kepada para peserta di Ruang Pancasila Gd. Trigatra Lt. III Lemhannas RI.

 

Dalam sambutannya, Suhardi Alius mengatakan, materi pemantapan nilai kebangsaan yang disampaikan kepada peserta adalah untuk mengantisipasi melunturnya nasionalisme dan meningkatkan kewaspadaan dalam bidang perbankan. “Materi yang diberikan dalam kegiatan pemantapan nilai kebangsaan sebagai modal dasar untuk  dapat menjadi inspirasi dalam lingkungan kerja dan juga keluarga”, ujar Suhardi Alius.

 

Kegiatan yang telah dilaksanakan selama 3 (tiga) hari sejak 10 Februari 2016 lalu,  dikemas dalam bentuk ceramah dan diskusi yang diharapkan mampu menambah wawasan dan memantapkan nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan bernegara.

 

Selain dengan materi yang diberikan, kegiatan pemantapan nilai-nilai kebangsaan diakhiri dengan pembuatan komitmen yang melengkapi kemampuan peserta untuk membuat suatu ide dan gagasan yang mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.

 

Sebagai pegawai perbankan, harus mampu mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dengan mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari 4 (empat) konsensus dasar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) demi menjamin utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Oleh karenanya, Suhardi Alius berharap para peserta mampu meningkatkan komitmen dan kesadarannya bahwa nilai-nilai kebangsaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, staf maupun pejabat di lingkungan perbankan.

 

Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA membuka Acara Diskusi Kelompok Terarah  mengenai “Urgensi Pembentukan Dewan Keamanan Nasional Guna Mewujudkan Keamanan Nasional Yang Komprehensif Dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional” pada Rabu (10/2), di Ruang Nusantara II Gd. Trigatra Lt.I Lemhannas RI.

 

Narasumber dalam diskusi tersebut, Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti, Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Kabainstranas) Mayjen TNI  Paryanto, Mewakili Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S. Sos, Ditjen Polpum Kemendagri Didi Sudiana, S.E. Sebagai Penanggap Staf Ahli Kepala BIN Edy Supriyanto, Sekjen DKN LetJen TNI  M. Munir, Pengamat dan Ahli Pertahanan Letjen TNI (Purn) Agus Wijoyo, Staf Khusus Bidang Perundang-Undangan Kemenkopolhukam Lambock V Nahattands, S.H., M.A, Pengamat Pertahanan Andi Widjajanto, yang dimoderatori oleh Tenaga Profesional Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas RI Mayjen TNI (Purn) I Putu Sastro Wingarta, S.IP., M.Sc. 

 

Dalam kesempatan tersebut, Budi Susilo Soepandji menyampaikan bahwa pada prinsipnya pembentukan Dewan Keamanan Nasional (DKN) adalah untuk mewujudkan sistem dan mekanisme dalam menangani berbagai permasalahan keamnanan nasional secara cepat, tepat, dan tuntas sehingga dapat terwujud keamanan nasional yang komprehensif.

 

Sedangkan Badrodin Haiti dalam paparannya mengatakan bahwa pembentukan Dewan Keamanan Nasional (DKN) masih belum menemukan kebutuhan spesifik negara. Kalau pembentukan DKN didasarkan pada Kepres saja, tentu bisa tidak sinkron dengan sejarah pembentukan Dewan Pertahanan Nasional yang diamanatkan dalam UU No. 3 Tahun 2002. “Apakah harus dibentuk lembaga baru karena belum tentu lembaga yang baru dibentuk bisa berjalan efektif apalagi sampai ke daerah-daerah”, ucapnya.

 

Menanggapi paparan yang disampaikan oleh Badrodin Haiti, Pengamat Pertahanan Andi Widjajanto mengatakan bahwa DKN fungsinya hanya memberikan pertimbangan (advisory work) dalam bidang-bidang keamanan nasional, sementara untuk operasional tampaknya tidak diarahkan untuk memiliki kewenangan operasional.

 

Sementara Didi Sudiana, S.E mejelaskan secara esensial sangat penting keamanan nasional  terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umum. Perlu adanya tinjauan kewenangan dari unsur-unsur keamanan yang perlu pertimbangan dalam regulasi dan juga harus ada sinergitas dari berbagai pihak dalam mengelola keamanan.

 

Konsep keamanan dalam negeri merupakan suatu keadaan yang ditandai terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat, tegaknya hukum, serta terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2002 Pasal 1 angka 6 dengan indikator rasa aman yang merupakan saran pencapaian untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

 

 

Selasa (22/12), “Tepat pada tanggal 22 Desember, tanggal dimana momen sejarah kebangkitan perempuan indonesia digelorakan. Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk mencapai kemajuan bangsa”, ujar Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA dalam Upacara PHI di Lapangan Tengah Lemhannas yang dihadiri oleh para Pejabat Struktural.

 

Momentum hari ibu diharapkan kali ini juga menjadi refleksi, introspeksi dan renungan bagi semua kalangan, untuk terus berinovasi dan berkreasi memajukan kiprah  perempuan sehingga mampu sebagai agent of change di semua bidang pembangunan.

 

Bagi generasi muda,PHI telah mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang tidak pernah luntur dari para founding father dan para perempuan pejuang untuk  mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan, kesatuan dan kegotongroyongan.

 

Bertepatan dengan PHI  ke-87 tahun 2015 tema yang diangkat adalah ”kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk perlindungan perempuan dan anak”, dengan melihat situasi dan kondisi bangsa indonesia saat ini dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan nawa cita sebagai salah satu agenda nasional.

 

Di lain sisi, Peran kaum laki-laki dan keluarga dalam pembangunan juga menjadi hal yang harus terus ”dikampanyekan” untuk menjadi satu gerakan massive dan berkesinambungan dalam rangka penghapusan segala bentuk kekerasan dan perlakuan  diskriminatif lainnya terhadap perempuan (dan anak). Hal tersebut Berdasarkan Fakta lapangan yang  menunjukkan masih maraknya berbagai bentuk kekerasan  serta kompleksitas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat saat ini seperti : kekerasan, kejahatan seksual, trafficking, pornografi, infeksi menular seksual dan hiv/aids, narkoba, kriminalitas dan lainnya disebabkan karena runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga.

 

Oleh karena itu, ketahanan keluarga (melalui penanaman nilai-nilai budi pekerti, keimanan dan ketakwaan) menjadi salah satu pilar untuk menjawab dan mengatasi berbagai permasalahan tersebut. 

 

 

Membangun Mental Kerja Melalui Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi tema yang diangkat ketika Lemhannas memperingati Maulid Nabi 1437 H pada Kamis (4/2), di Ruang Auditorium Gadjahmada Lemhannas RI.

 

Peringatan Maulid Nabi ini bertujuan untuk mengingatkan kita pada teladan Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam kehidupan memiliki tiga poin esensial diantaranya keniscayaan kita untuk menekuni kembali kecintaan kita kepada Nabi Muhammad, meneladani perilaku dan perbuatan Nabi Muhammad dalam perbuatan kita sehari-hari, dan melestarikan ajaran perjuangan Nabi Muhammad dalam misi rahmatan fil alamin.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA mengatakan, Peringatan Maulid Nabi bukan ritual semata yang diperingati setiap tahun namun harus jadi momentum bagi umat islam untuk melakukan intropeksi diri dan perenungan bathin sudah sejauh mana kita meneladani Nabi Muhammad SAW.

 

Sementara K.H. Dr. Syayrif Rahmat, M.Ag yang hadir sebagai penceramah menyampaikan ada tiga perkara untuk menikmati manisnya iman. Dalam hadits riwayat Bukhari, syarif menjelaskan bahwa ada tiga hal yang harus ada pada seseorang, jika ia ingin mendapatkan manisnya iman, pertama, mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari makhluk lainnya; kedua, mencintai seseorang karena Allah; dan ketiga membenci kekufuran seperti dia membenci neraka”. 

 

Rabu (27/1), Pimpinan Departemen dan Konselor Duta Besar Belanda di Indonesia Nico Schermers melakukan Courtessy Call (CC) ke Lemhannas RI, disambut oleh Sekretaris Utama Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, M.H didampingi oleh Project  Nuffic  Leader  Laksma TNI Drs. Rosehan Chaidir, M.A.P., Kasubdit Ditjian Internasional Debidjianstrat Kol Sus Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., Kepala Bagian Kerja Sama Internasional  Kombes Pol Jabinson Purba, S.H., M.H, dan Tenaga Pengakaji Muda Drs. Iswidiyatmo, M.M., M.A Di Ruang Tamu Sekretaris Utama.

 

Disamping juga memiliki program course dan pelatihan, Nico Schermers mengatakan saya pikir dengan adanya pelatihan dengan bekerja sama dengan Lemhannas dalam membangun leadership dan melakukan training untuk setiap pejabat maka akan dihasilkan background yang bagus.

 

 

Dalam CC tersebut Suhardi Alius disamping menyampaikan profil tentang Lemhannas RI diantara Lemhannas RI beliau juga mengatakan bukan hal yang mudah untuk membentuk karakter dengan menjaga nilai-nilai kebangsaan. Untuk itu Lemhannas melakukan tugas dalam  mendidikan kader pimpinan tingkat nasional yang berkarakter negarwan, memiliki pengetahuan srtrategis serta terampil dalam memeahkan masalah strategis demi terwujudnya pimpinan tingkat nasionalyang berkarakter kebangsaan.

 

“Pengaruh global memiliki dampak yang sangat besar merupakan suatu tantangan untuk menjaga rasa kebangsaan oleh  karena itu Lemhannas pergi ke setiap provinsi yang ada di Indonesia untuk menjaga nasionalisme”, ujar Suhardi Alius.

 

Selain itu juga menambahkan, Lemhannas juga melakukan penelitian terkait dengan isu-isu strategis multidimensi yang sedang berkembang,  biasanya didiskusikan dengan menghadirkan berbagai narasumber yang dalam bidangnya. Hasil dari diskusi yang dilakukan nantinya akan disampaikan  kepada Presiden RI sebagai bahan rekomendasi untuk menetapkan sebuah kebijakan.                                                                                                                                                                                                                     

 

 

Rabu (27/1), Laporan Ketua Panitia Perayaan Natal Lemhannas RI Kepala Biro Kerja Sama Brigjen TNI Ivan Ronald Pelealu, S.E menyampaikan seiring dengan tema perayaan natal bersama ini khususnya umat kristiani di lingkungan Lemhannas RI untuk mengingatkan kembali peristiwa kelahiran yesus kristus dengan penuh suka cita. Semangat kesederhanaan tersebut dapat dilakukan oleh umat kristiani Lemhannas untuk hidup berkenan dihadapan tuhan dengan mengimplementasikan hidup dengan suasana damai, sejahtera, dan harmonis bersama warga Lemhannas Lainnya dan seluruh komponen masyarakat.

 

Momentum perayaan natal sebagai hari untuk merenungkan dan merefleksi sebagai umat kristiani tentang bagaimana memposisikan diri terhadap segala sesuatu yang terjadi. Perayaan natal bagi umat kristiani dalam membagun komitmen dan konsistensi guna mewujudklan jati diri sebagai abdi negara untuk mengambil peran dalam berkarya selaras dengan kapasitas dan kapabilitas di Lemhannas RI. Dalam acara tersebut juga persembahan puji-pujian bagi umat kristiani yang diiringi oleh Orkestra Canisius Wind Ensamble, Paduan Suara Persevum, Vocal Group Cherrylita.

 

Natal Lemhannas RI 2015 dengan tema “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah Guna Memperkuat Komitmen Warga Lemhannas RI Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Yang Semakin Tangguh” yang diadakan di Ruang Auditorium Gadjahmada Lt.III Gd. Pancagatra yang dihadiri oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignasius Suharyo, Ketua Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pendeta Rumagi Kasiro, Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Wakil Gubernur Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., Sekretaris Utama Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH , Sekretaris Dewan Pengarah Dr. Ardi Partadinata, MH., M.Si, para Deputi, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Tenaga Profesional, beserta tamu undangan umat kristiani Lemhannas RI.

 

Kamis (14/11),  “Kita harus melakukan intropeksi diri dan bercermin dari berbagai kekurangan yang kita rasakan. Mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga tahap pengakhiran terkait peklaksanaan berbagai produk pemantapan nilai kebangsaan”, ujar Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA dalam Acara Konsolidasi Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan.

 

Jumlah peserta dalam konsolidasi tersebut sebanyak 100 orang yang terdiri dari Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Tenaga profesional serta Struktural serta Pejabat Lemhannas RI, bertempat di  Ruang Pancasila Gd. Trigatra Lt.III.

 

Kepada para peserta konsolidasi tersebut,  Budi Susilo Soepandji mengimbau kepada  peserta konsolidasi untuk  menyadari dan memahami konsolidasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terutama dalam penyelenggaraan kegiatan di Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Dengan demikian, diharapkan penyelenggaraan program pemantapan nilai-nilai kebangsaaan dapat berjalan dengan baik, terarah, dan mencapai hasil yang optimal serta sesuai dengan harapan.

 

Lebih lanjut,  Budi Susilo Soepandji  menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak dapat dipandang sebagai kegiatan rutin belaka melainkan ditetapkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas kerja dari tahun ke tahun.

 

Selain Gubernur Lemhannas RI, Deputi  Pemantapan  Nilai-Nilai Kebangsaaan Laksda TNI Ir. Yuhastihar pada acara tersebut juga menyampaikan bahwa materi Konsolidasi Kedeputian Pemantapan Nilai Kebangsaan akan disampaikan selama dua hari dari tanggal 14 Januari s.d  Januari 2016. Materi yang disampaikan berupa  pengantar kegiatan Konsolidasi Kedeputian Pemantapan nilai Kebangsaan TA 2016, regulasi internal terhadap kegiatan nilai-nilai kebangsaan TA 2015, evaluasi dampak  terhadap pemantapan nilai kebangsaan TA 2015, sosialisasi terhadap program kerja kedeputian bidang pemantapan nilai kebangsaan TA 2016, serta regulasi pelaksanaan pembinaan peserta dan fasilitator.

 

Turut hadir  dalam acara tersebut Wakil Gubernur Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., Sekretaris Utama Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, MH., para Deputi, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Tenaga Profesional, serta Pejabat sturktural Lemhannas RI.

 

 

Delegasi Lemhannas RI dipimpin oleh Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. menghadiri Seminar Bilateral ke-3 Lemhannas RI – L'Institut des Hautes Études de Défense Nationale (IHEDN) di kantor IHEDN, Paris, Perancis, dari tanggal 15-16 Desember 2015.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI didampingi oleh Taprof. Bid. Sumber Kekayaan Alam Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A., Taprof Bid. Kepemimpinan Lemhannas RI Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang, Taprof Bid. Sismennas Lemhannas RI Laksda TNI Purn. Soemindiharso, Taprof Bid. Sismennas Lemhannas RI Dr. Avanti Fontana, kepala Biro Humas Laksma TNI E. Estu Prabowo, M.Sc. dan Kepala Biro Kerja Sama Brigjen TNI Ivan R Pelealu, S.E.

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan kelanjutan dari seminar pertama yang diselenggarakan pada tanggal 26 November 2013 di Paris dan seminar kedua yang diselenggarakan di Lemhannas RI, Jakarta, pada tanggal 6 Mei 2014.

 

Dalam kegiatan seminar pada hari pertama, kedua institusi saling bertukar pandangan terkait perkembangan lingkungan strategis terkait stabilitas keamanan di masing-masing kawasan. Delegasi Lemhannas RI menyampaikan paparan dengan tema “Indonesia and  its regional security environment”, sementara IHEDN mempresentasikan paparan yang bertemakan “france and its regional security environment”.

 

Dalam sambutannya, Gubernur mengemukakan bahwa dengan adanya diskusi yang mengangkat isu strategis yang berkembang di kedua kawasan, diharapkan akan diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika geopolitik yang akan bermanfaat untuk kepentingan kedua negara. Selain itu ia juga mengungkapkan makna penting dari pelaksanaan dialog bilateral yang akan diselenggarakan pada hari ke-2. “Kegiatan dialog bilateral tersebut memiliki nilai strategis bagi terjalinnya hubungan kerja sama yang lebih erat antara kedua negara, utamanya antara Lemhannas RI dan IHEDN”, ujarnya.

 

Kegiatan dialog bilateral antara pemerintah Republik Perancis dan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2015 itu kemudian diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) oleh kedua belah pihak dalam bidang pendidikan dan pengkajian strategis.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut akan menjadi stimulan bagi terwujudnya hubungan kedua negara yang lebih erat melalui government-to-government diplomacy, yang nantinya diharapkan akan berkembang hingga tataran people-to-people diplomacy.

 

Dalam forum pertemuan tersebut disepakati oleh kedua belah pihak bahwa Seminar Bilateral ke-4 antara Lemhannas RI dan IHEDN akan diselenggarakan di Jakarta pada 2016. Selanjutnya, sebagai salah bentuk implementasi dari MOU yang sudah ditandatangani, akan dilakukan pertukaran tenaga pengajar dan peserta program pendidikan antara kedua instansi.

 

21 Desember

Penutupan Program Fellowship Angkatan I

Di publikasikan di Berita

Senin (21/12), "Program yang telah dijalani selama satu bulan baik di kelas, studi perpustakaan, pendalaman kajian di Singapura, persentasi kajian kepada pejabat Lemhannas RI dan penyempurnaan kajian diharapkan benar- benar memberikan manfaat seacar pribadi maupun bagi negara", ujar Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir Budi Susilo Soepandji, DEA, pada Penutupan Program Fellowship Angkatan I Tahun 2015 di Ruang Syailendra Gd. Astagatra Lt. III.

 

Tambahannya, dalam melanjutkan pembangunan nasional membutuhkan komponen bangsa dengan pembangunan opini publik yang paling baik adalah berasal dari berbagai pihak dari luar lembaga yang posisinya netral, jernih, intelektual, dan visioner. Para peserta yang melaksanakan program tersebut baik sebagai pemikir, abdi negara, dosen, aktivis jurnalistik diharapkan memiliki rasa untuk mendemosasikan gagasan-gagasan tentang ketahanan nasional kepada seluruh komponen bangsa.

Salah satu dari peserta menyampaikan kesan dan pesan pendidikan didapatkan di Lemhannas selama satu bulan mengatakan, terkait dengan program Lemhannas Fellowship ini, kami mendapatkan wawasan baru di tengah disiplin ilmu yang beragam dan di Lemhannas inilah kami mengetahui pola pikir dan alur pikir untuk membangun kedaulatan ilmu kita dan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Pada Kesempatan Laporan Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marsono, M.Agr menyampaikan, Program Fellowship Angkatan I TA  2015 telah dilaksanakan selama satu bulan dari 23 November s.d 21 Desember 2015. Para peserta Terdiri dari sepuluh orang, satu orang berpendidikan S3 dan sembilan orang diantaranya berpendidikan S2 dari berbagai provinsi. Dalam program ini, para peserta telah mengikuti berbagai kegiatan yaitu penerimaan materi, studi perpustakaan, dan diskusi (baik dikelas maupun diskusi pendalaman). Selanjutnya, hasil pengkajian di presentasikan kepada jajaran pejabat Lemhannas RI. Setelah itu, penyempurnaan naskah akan dipublikasikan ke media massa dengan mencatumkan identitas peserta dari Program Fellowship Lemhannas RI. Pada acara penutupan Tersebut, ditandai dengan pelepasan tanda peserta, penyerahan sertifikat, pertukaran cinderamata serta foto bersama.