LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI

 

General (Ret) Japan Ground Self Defence Forces Ryoichi Oriki bersama Atase Pertahanan Jepang di Jakarta CAPT (N) Hiroshi Komiya, Interpreter/Penerjemah dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, dan dua (2) staf Kedutaan Jepang di Indonesia mengunjungi Lemhannas RI pada Senin (1/2).

 

Kunjungan tersebut diterima Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA untuk melakukan Courtessy Call (CC) di Ruang Tamu Gubernur Gd. Trigatra Lt.I dengan didampingi Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M, Deputi Pengkajian Strategik Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr, Tenaga Profesional Bidang Kepemimpinan Nasional Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang, dan Direktur Pengkajian Politik Drs. Hanif Salim, M.A.

 

Usai melakukan CC, delegasi pihak dari Jepang dan Lemhannnas RI melakukan diskusi mengenai Laut Tiongkok Selatan di Ruang Airlangga Gd. Astagatra Lt.III. Topik tersebut diangkat karena perkembangan dewasa ini Asia mengalami banyak sekali pergerakan yang signifikan diantaranya seperti yang terjadi di Tiongkok dan Korea Utara. Tiongkok dengan konflik di Laut Tiongkok Selatan yang melibatkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, dan Korea Utara yang menciptakan instabilitas di kawasan melalui beberapa kali uji coba nuklir.

 

Menanggapi hal tersebut, Ryoichi Oriki mengatakan upaya Tiongkok menguasai Laut China Selatan tidak terlepas dari upaya Tiongkok untuk menjadi kekuatan maritim di dunia. Melalui penguasaan Laut China Selatan, Tiongkok ingin menguasai minyak bumi dan gas alam yang ada di wilayah tersebut. 

 

Ryoichi Oriki menambahkan, pergerakan signifikan dari Tiongkok dan Korea Utara di Asia Timur, harus diimbangi dengan balance of power yang digagas komunitas internasional dengan mengedepankan pendekatan multilateral atau melibatkan banyak negara.