LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Portal Lemhannas RI - Items filtered by date: Minggu, 07 Januari 2018

 

Mahasiswa Program Magister Ketahanan Nasional (tannas) yang menerima beasiswa S2 Lemhannas-Inter University Network (L-IUN) mengikuti kegiatan kuliah matrikulasi yang berlangsung hari ini, Senin (08/01), hingga Jumat (19/01). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama Lemhannas RI Laksma TNI Budi Setiawan, S.T. di Ruang Arjuna, Gd. Astagatra Lantai III Lemhannas RI, yang mewakili Sekretaris Utama Lemhannas RI karena tidak dapat hadir untuk membuka kegiatan matrikulasi. Dalam sambutannya, Budi Setiawan menyampaikan harapannya agar mahasiswa penerima beasiswa S2 L-IUN dapat menjadi intelektual yang berkontribusi di bidang tannas.

 

“Saya ingin memberikan semangat kepada para mahasiswa agar dapat memberikan makna bagi bangsa ini, kita harus berupaya menggali potensi yang didasari semangat nasionalisme yang tinggi sehingga memiliki karakter dan integritas yang tinggi, terbuka, berwawasan luas, serta mempunyai daya analisa tinggi di bidang tannas,’ ujar Budi.

 

Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri Biro Kerja Sama Edy Rusminandar, S.E., M.A. menjelaskan bahwa para peserta matrikulasi akan menerima pembekalan tentang 6 core Lemhannas RI yaitu ideologi, kewaspadaan nasional, ketahanan nasional, kepemimpinan, wawasan nusantara, dan strategi nasional, serta materi pendukung tentang pengenalan lembaga, sistem pertahanan negara, dan current issues. Pembekalan tersebut akan disampaikan oleh para tenaga pengajar dan tenaga profesional Lemhannas RI, serta perwakilan pengajar dari universitas terkait.

 

Beasiswa L-IUN sendiri, merupakan program kerja sama Lemhannas RI dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI yang menjalin kerja sama dengan Program Magister Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia dan mahasiswa yang telah diterima di Program Magister (S2) Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) dan Program Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM). Beasiswa pada tahun 2018 ini merupakan program L-IUN angkatan IV yang terdiri dari 10 mahasiswa. Dari 10 orang mahasiswa penerima beasiswa L-IUN, 4 diantaranya merupakan mahasiswa prodi tannas UGM dan 6 lainnya merupakan mahasiswa prodi tannas UI.

 

Selain diikuti oleh 10 orang mahasiswa penerima beasiswa S2 L-IUN, terdapat 7 mahasiswa lain (mahasiswa partisipasi) yang secara sukarela (tidak wajib) mengikuti kegiatan matrikulasi di Lemhannas RI. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang menerima beasiswa dari instansi lain seperti dari Kementerian Pertahanan, kementerian lain dan/atau pemerintah daerah.

 

Di publikasikan di Berita

 

“Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang bersama-sama dengan kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo ketika membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise saat pelaksanaan Peringatan Hari Ibu pada Senin (8/1) di lapangan Tengah Lemhannas RI.

 

Yohana Yembise dalam sambutan yang dibacakan oleh Gubernur Lemhannas RI tersebut menyampaikan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukan dengan kaum laki-laki. Selain itu, momentum Hari Ibu juga dapat dijadikan sebagai refleksi dan renungan mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan oleh kaum perempuan di semua bidang pembangunan.

 

Arti penting lainnya dari Peringatan Hari Ibu adalah sebagai suatu upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

 

Adanya kesetaraan peran dan kedudukan kaum perempuan dan laki-laki dalam mencapai tujuan nasional melatarbelakangi tema Peringatan Hari Ibu ke-89 Tahun 2017 yaitu “ Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”.

 

Tema Peringatan tersebut membahas dua hal penting yaitu meningkatkan akses ekonomi bagi perempuan menuju perempuan mandiri, sejahtera, dan bebas kekerasan serta peningkatan ketahanan keluarga untuk mwujudkan keluarga yang kuat dalam berbagai bidang.

 

Di akhir sambutannya yang dibacakan oleh Gubernur Lemhannas RI, Yohana Yembise mengajak seluruh perempuan untuk terus mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan meningkatkan kapabilitas diri agar bersama laki-laki dapat menjadi kekuatan yang besar dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa.

 

Di publikasikan di Berita

 

Lemhannas RI kembali menggelar Jam Pimpinan dengan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di Auditorium Gadjah Mada, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI pada Senin (8/1). Jam Pimpinan kali ini digelar sebagai salah satu kegiatan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja Lemhannas RI di tahun 2017 beserta kendala yang dihadapi.

 

“Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk bertemu dan berbincang santai karena tahun baru merupakan peralihan tahun anggaran dan tahun akademik sehingga menjadi waktu yang tepat untuk evaluasi kinerja tahun lalu (2017) dan memperbaiki kinerja tahun depan (2018),” jelas Agus Widjojo saat membuka Jam Pimpinan.

 

Pada tahun 2017, lanjut Agus Widjojo, faktor yang melatarbelakangi adanya ketidakmaksimalan dalam melaksanakan program kerja dikarenakan dua hal, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang terkait dengan institusi lain tidak dapat diubah. Namun, faktor internal yang berasal dari Lemhannas RI masih dapat diperbaiki agar tidak terulang di tahun berikutnya.

 

Salah satu permasalah internal yang harus ditindaklanjuti adalah ego sektoral unit kerja. Unit kerja dalam melaksanakan tugasnya harus terus berkoordinasi dengan unit kerja lain. “Lemhannas adalah sebuah kesatuan, sebuah keutuhan,” tegas Agus Widjojo.

Selain itu, segala hal yang berkaitan dengan lembaga harus terus dilaporkan secara vertikal (dari bawah hingga ke pimpinan tertinggi). Agus Widjojo juga menambahkan bahwa laporan yang disampaikan ke pimpinan tinggi Lemhannas RI harus valid sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan kebijakan.

 

Selain permasalahan ego sektoral unit kerja, Agus Widjojo juga mengemukakan mengenai permasalah tenaga pengajar di Lemhannas RI. Menurut Agus Widjojo, para pengajar Lemhannas RI harus terus aktif meningkatkan kemampuan diri agar terus dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu cara untuk terus meningkatkan kemampuan diri adalah dengan membaca buku.

 

“Lemhannas perlu memiliki tenaga pengajar yang suka membaca. Lemhannas hakekatnya adalah lembaga pendidikan yang berdasarkan ilmu pengetahuan,” jelas Agus Widjojo.

 

Di samping itu, Agus Widjojo juga membicarakan mengenai Pemilu Presiden yang akan digelar Tahun 2019 mendatang. Agus Widjojo menghimbau agar seluruh staf Lemhannas RI untuk dapat memisahkan hak pilih pribadi dengan tugas fungsi Lemhannas RI yang bersifat netral.

 

“Lemhannas adalah lembaga independen. Tidak ada politik masuk Lemhannas. Dan jangan bawa Lemhannas untuk berpolitik,” tegas Agus Widjojo.

 

Jam Pimpinan tersebut diikuti oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, Sekretaris Lemhannas RI Komjen Pol Drs. Arif Wachyunadi, seluruh Pejabat Struktural dan Staf Lemhannas RI.

 

Di publikasikan di Berita

Mengawali Tahun 2018, Lemhannas RI menyelenggarakan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang dibuka di Ruang NKRI, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI pada Senin (8/1). Pembukaan yang diawali dengan laporan Direktur Program dan Pengembangan Pemantapan Brigjen Pol Drs. Rafli, S.H. ini dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

 

Dalam sambutannya, Agus Widjojo mengatakan bahwa kesempatan kali ini merupakan sebuah kehormatan bagi Lemhannas RI karena dapat berbagi wawasan dengan para peserta pemantapan terkait dengan nilai-nilai kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Sebagai bangsa yang dipersatukan oleh kemajemukan, lanjut Agus Widjojo, nilai-nilai kebangsaan menjadi pedoman yang diperlukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kemajemukan yang ada di Indonesia dapat menjadi sesuatu yang positif dan juga akan berefek negatif jika tidak dikelola dengan tepat. Maka dari itu, IPPAT harus dapat menjadi wadah pemersatu para pejabat pembuat akta tanah yang melindungi anggotannya dalam menjalankan tugasnya.

 

IPPAT dinilai Agus Widjojo sebagai tempat yang strategis untuk mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Nilai-nilai kebangsaan juga menjadi pendorong tumbuhkan kesadaran kebangsaan yang ditandai dengan bersatunya PPAT di Indonesia. Peran PPAT dalam bidang pembangunan nasional juga dinilai Agus Widjojo sangat penting karena terkait pula dengan pihak perbankan, lembaga pembiayaan, pembuat akta jual beli, serta akta jaminan hak tanggungan (AJHT).

 

Berkaitan dengan tugasnya, PPAT memiliki peran integral dalam mewujudkan tujuan nasional bangsa. Anggota PPAT di dalam masyarakat diharapkan mampu menjadi agen perubahan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dan mendorong masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bangsa. Agus Widjojo berharap, dengan peran PPAT sebagai agen perubahan dalam pengimplementasian nilai-nilai kebangsaan di masyarakat, PPAT dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat luas dengan membantu menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

 

Pemantapan Nilai-Nila Kebangsaan ini diikuti oleh 103 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini akan berlangsung selama tujuh hari sejak tanggal 8 hingga 14 Januari mendatang. Dalam menyampaikan materi terkait Empat Konsensus Dasar Bangsa tersebut, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, serta ditutup dengan outbound.

Di publikasikan di Berita