LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Portal Lemhannas RI - Items filtered by date: Senin, 06 November 2017
Selasa, 07 November 2017 00:00

Perluas Wawasan Global melalui SSLN

Sepulangnya dari kunjungan ke tiga negara, para peserta SSLN PPSA XXI melaporkan hasil kegiatannya kepada Gubernur Lemhannas RI. Ada yang menarik dari kegiatan laporan yang diadakan di Ruang Pancasila, Gedung Trigatra Selasa (7/11) pagi, dimana para peserta terlihat mengenakan pakaian khas dari masing-masing negara yang telah dikunjungi. Seperti peserta dengan negara tujuan Jepang yang memakai pakaian Kimono, serta peserta negara tujuan Singapura yang memakai pakaian Etnis Tionghoa, karena Singapura adalah satu-satunya negara di dunia di mana etnis Tionghoa menjadi penduduk mayoritas, di luar China Besar. Pakaian unik juga ditunjukkan dari penampilan para peserta PPSA dengan negara tujuan Australia, yang mengenakan pakaian ala koboi membawa boomerang yakni senjata tradisional suku Aborigin.  


Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memberikan pembekalan kepada peserta PPSA tentang kondisi objektif dari negara yang dikunjungi, untuk memperluas pengetahuan yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan berbagai konsepsi strategis bagi kepentingan nasional. Selain itu, digunakan sebagai pelengkap serta masukan untuk seminar nasional dan penyusunan Taskap masing-masing peserta.

 

Jepang

 

JPN

Laporan diawali dari kelompok Jepang, dengan mengenakan pakaian tradisional Jepang, Kimono, pimpinan rombongan Mayjen TNI Muhammad Hasyim, S.Sos. bersama Tim Penguji Lapangan Brigjen Pol Drs. Immanuel Larosa, dan Liasion Officer Marsma TNI Agus Radar Sucahyo, mengawali laporan kelompoknya dengan menyampaikan pelaksanaan kegiatan SSLN ke Jepang. Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsdya TNI Bagus Puruhito turut serta dalam rombongan ke Jepang, sebagai Pembina.  Peserta memanfaatkan lawatannya ke Jepang dengan mengunjungi berbagai pusat pemerintahan di negara sakura tersebut, seperti Ministry df Foreign Affairs (MOFA), Ministry Of Defense (MOD), KBRI Tokyo, dan Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Tecnology (MEXT). Sebuah perusahaan teknologi informasi multi-nasional yang berkantor pusat di Minato, Tokyo, Nipon Electric Company (NEC Global), juga masuk dalam daftar kunjungan para peserta SSLN Jepang. Tak lupa peserta menyempatkan untuk berbelanja oleh-oleh di salah satu tempat belanja yang terletak di daerah Shizuoka, Gotemba Premium Outlet. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara.


Hubungan bilateral antara Jepang dengan Indonesia sudah terjalin sejak tahun 1958, tepatnya sejak penandatangan Perjanjian Perdamaian Negara Jepang dengan Republik Indonesia. Beberapa perjanjian lain juga telah ditandatangani oleh kedua negara, yang terakhir adalah pembentukan forum khusus untuk membahas kerja sama maritim kedua negara dengan nama "Indonesia-Japan Maritime Forum" (IJMF). IJMF resmi dibentuk melalui penandatanganan Memorandum Kerja Sama Pembentukan IJMF (Memorandum of Cooperation to Establish Indonesia - Japan Maritime Forum) pada 21 Desember 2016.

 

Singapura

 

SING


Laporan kedua disambut oleh kelompok Singapura, dengan mengenakan pakaian tradisional etnis Tionghoa. Dalam perhelatannya ke Singapura, rombongan dipimpin oleh Laksda TNI Riyadi Syahardani, didampingi oleh Tenaga Ahli Dr. Rosita S.Noor, M.A., dan Liasion Officer Laksma TNI I Wayan Suarjaya, S.Sos., M.Tr(Han). Hari pertama tiba di Singapura, peserta mengunjungi Singapore Technologies Kinetics (ST Kinetics), dilanjutkan dengan berkunjung ke KBRI Singapura. Selain itu peserta juga menyambangi pusat pemerintahan Singapura, diantaranya Kementerian Luar Negeri, Land Transport Authority (LTA) dan Kementerian Pertahanan. Peserta juga memasukkan Port of Singapore (PSA) kedalam daftar lokasi strategis yang dikunjungi. PSA mengacu pada kumpulan fasilitas dan terminal yang melakukan fungsi penanganan perdagangan maritim di pelabuhan dan yang menangani perkapalan Singapura.


Indonesia sebagai negara tetangga memiliki investor terbanyak dari Singapura dan sangat baik perkembangannya hingga tahun 2017. Kedua negara memiliki tingkat komplementaritas ekonomi yang tinggi. Di satu sisi, Singapura mempunyai keunggulan di sektor knowledge, networking, financial resources dan technological advance. Sementara Indonesia memiliki sumber daya alam dan mineral yang melimpah serta tersedianya tenaga kerja yang kompetitif. Kerjasama di bidang pendidikan juga terjalin, sebanyak 22.000 pelajar & mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Singapura.

 

Australia

 

AUS

Kegiatan pelaporan kepada Gubernur Lemhannas RI ditutup dengan sangat menarik oleh kelompok Australia yang mengenakan pakaian ala koboi.  Kelompok Australia yang diketuai oleh Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. tersebut dalam paparannya menyampaikan terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia yang mengalami pasang surut. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan diantara kedua negara, terkait dengan kebudayaan, tingkat kemajuan pembangunan, serta orientasi politik yang mengakibatkan perbedaan prioritas kepentingan. Mulai dari kasus pemisahan Timor Timur, illegal fishing, terorisme, imigran gelap, serta eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba. Melihat banyaknya permasalahan yang dihadapi, namun faktanya negara yang secara geografis hanya dipisahkan oleh Samudera Hindia ini, terdorong untuk berinteraksi secara kondusif demi menjaga stabilitas kawasan.


Kelompok PPSA XXI ke Australia didampingi langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Pembina. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Australian Federal Police (AFP), Australian Defence College (ADC), Australian Defence Force (ADF), dan The Centre for Defence and Strategic Studies (CDSS). Tidak hanya menyambangi pusat pemerintahan saja, para peserta juga menyempatkan berwisata sejarah di Museum Maritim di Darling Harbour, Sydney. Tak mau melewatkan kesempatan, para peserta singgah di perusahaan industri kontraktor pertahanan terbesar di Australia untuk Angkatan Pertahanannya, Thales Australia yang dulu dikenal dengan ADI Limited.

Di publikasikan di Berita