LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Portal Lemhannas RI - Items filtered by date: Senin, 02 Oktober 2017

Sebanyak 153 peserta kandidat Mandiri Best Employee dari PT. Bank Mandiri Persero Tbk mengikuti kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Lemhannas RI. Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo ini berlangsung di Ruang Dwiwarna Gedung Pancagatra Lantai III Lemhannas RI pada Selasa (3/10).

 

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi dengan ceramah untuk para peserta dengan narasumber yang berasal dari Lemhannas RI dan luar Lemhannas RI. Materi utama yang akan disampaikan kepada peserta adalah mengenai empat konsesus dasar yaitu, Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dalam sambutannya, Agus Widjojo menyampaikan bahwa kesempatan ini dapat dijadikan sebagai momentum instropeksi diri mengenai wawasan kebangsaan yang dimiliki setiap peserta.

“Suatu kehormatan bagi Lemhannas RI dapat berbagi dan memberikan pencerahan kepada saudara-saudara sekalian terkait dengan pemahaman nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar. Saya ingin mengajak peserta pemantapan nilai-nilai kebangsaan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum instropeksi diri terhadap wawasan kebangsaan kita semua,” ujar Agus Widjojo.

 

Nilai-nilai kebangsaan, lanjut Agus, menjadi semakin penting dalam rangka memperkokoh kesatuan dan kebhinnekaan pada Indonesia. Nilai-nilai tersebut harus menjadi unsur utama dalam membangun karakter kebangsaan dalam bernegara.  Hal inilah yang membuat tantangan dalam menghadapi perekonomian pada tahun 2017 dalam mewujudkan kehidupan bermastyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih sejahtera semakin terasa.

 

Selanjutnya acara Pembukaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi kandidat Mandiri Best Employee tahun 2016 dilanjutkan dengan ceramah oleh Gubernur Lemhannas RI. 

 

Di publikasikan di Berita

Gubernur Lemhannas RI memberikan materi kepada peserta Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Kandidat Mandiri Best Employee 2016 pada Selasa (3/10). Pada kegiatan yang diikuti oleh para pegawai Kantor Pusat  PT. Bank Mandiri Persero Tbk Region seluruh Indonesia, Agus Widjojo memberikan materi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan.

 

Diawal materinya Agus Widjojo memperkenalkan Lembaga Ketahanan Nasional RI kepada peserta. Agus Widjojo menceritakan sejarah pembentukan Lemhannas, yang pada saat diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno adalah Lembaga Pertahanan Nasional. Namun berganti menjadi Lembaga Ketahanan Nasional sampai pada saat ini.

 

Selain itu, dijelaskan pula fungsi utama dari Lemhannas, yaitu sebaga lembaga yang mendidik calon pemimpin nasional tentang empat konsensus dasar kebangsaan, mengkaji berbagai permasalahan strategik nasional, pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

 

Ketahanan nasional, ungkap Agus, merupakan sebuah outcome atau hasil. Ketahanan nasional akan dikatakan baik jika didukung oleh aspek ketahanan lainnya yang baik pula. Seperti ketahanan ideologi, ketahanan politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan ketahanan pertahanan keamanan. Aspek ketahanan tersebut terdapat pada lembaga-lembaga fungsional dari tiap fungsi-fungsi pemerintahan. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara merumuskan kebijakan-kebijakan yang baik dan tepat oleh instansi atau lembaga pemerintahan terkait.

 

Agus Widjojo melanjutkan tentang bagaimana mentransformasi ketahanan nasional ke dalam lingkungan organisasi atau perusahaan yang menjadi tantangan bagi semua.

“Bagaimana melakukan transformasi ketahanan nasional menjadi ketahanan didalam suatu organisasi? Yaitu mampu untuk menghadapi segala tantangan bisnis, utamanya dalam menangani persaingan dan memenangkan persaingan dengan pesaing yang lain,” ungkap Agus.

 

Dalam pembekalan tersebut diadakan diskusi dan tanya jawab oleh peserta pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi kandidat Mandiri Best Employee 2016. 

 

 

Di publikasikan di Berita

 

Rapat Audit Surveillance di Lemhannas RI yang dimulai sejak Senin (2/10) lalu resmi ditutup oleh Tenaga Profesional Bidang Politik Dalam Negeri Drs. Sukendra Martha, M.Sc, M.App.Sc. sebagai perwakilan manajemen di Ruang Nusantara II, Gedung Trigatra Lantai I, Lemhannas RI pada Selasa (3/10).

 

Dalam penutupan tersebut, Sukendra mengatakan bahwa audit ini bertujuan untuk mengetahui apakah Lemhannas RI berhasil dalam mempertahankan ISO Berhasil atau tidaknya Lemhannas RI dalam mempertahankan ISO 9001 : 2015.

 

Satrio Budiawan selaku salah satu auditor eskternal dari British Standards Institution mengatakan bahwa Lemhannas RI menyampaikan bahwa audit yang telah dilakukan selama dua hari tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya penemuan yang bersifat ketidaksesuaian sehingga Lemhannas RI dapat mempertahankan Sertifikat ISO 9001 : 2015.

 

Namun, lanjut Satrio, terdapat tiga peluang perbaikan di Lemhannas RI. Peluang perbaikan pertama adalah Sasaran Mutu pada Kedeputian Pengkajian yaitu “outcome 100 %” namun realisasinya sulit untuk diukur dikarenakan tidak adanya feedback yang kembali ke Lemhannas RI setelah intisari kajian stategis diserahkan melalui Setneg.

 

Peluang perbaikan kedua yaitu Isu terkait efisiensi anggaran yang berdampak (beresiko) kepada realisasi jumlah tema kajian strategis yang harus diselesaikan belum dibahas saat pada saat Rapat tinjauan manajement tanggal 20 September 2017 namun Gubernur Lemhannas RI pada saaat Rapat tinjauan manajemen tersebut telah memberi arahan untuk mengkaji ulang resiko yang ada pada masing-masing bagian/fungsi.

 

Peluang perbaikan yang ketiga, lanjut Satrio, adalah sasaran mutu organisasi yang saat diturunkan kepada tiga kedeputian bukanlah merupakan hal rutin seperti  penyusunan bahan ajar atau membuat laporan keuangan namun merupakan  suatu proses yang tidak terkait dengan pelayanan seperti menjadi World Class Institution.

 

Penutupan rapat audit tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan lebih lanjut dan ditutup dengan makan siang bersama.

 

Hadir dalam penutupan rapat audit surveillance tersebut adalah Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto, Inspektur Lemhannas RI Brigjen Pol Immanuel Larosa, Kepala Biro Humas Brigjen TNI Mindarto, Plh Kepala Biro Kerja Sama Mayjen TNI Ivan Ronald Pelealu serta sejumlah pejabat struktural Lemhannas RI.

 

Di publikasikan di Berita