LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Berita

Berita (434)

 

Ketua Umum ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) Muliawan Margadana melakukan Coutesy Call kepada Gubenur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo yang dilaksanakan di Ruang Tamu Gubernur, Gedung Trigatra Lantai I, Lemhannas RI pada Selasa (14/3).

 

Dalam Courtesy Call tersebut, Muliawan mengatakan bahwa ISKA telah memiliki 130 cabang di seluruh Indonesia dan melakukan musyawarah nasional setiap tiga tahun sekali.  Tahun 2017 ini, lanjut Muliawan, ISKA akan mengadakan Musyawarah nasional pada 24 hjingga 26 Maret mendatang.

 

Dalam Musyawarah tersebut, lanjut Muliawan, akan membahas mengenai Pancasila. Tema tersebut diangkat karena keadaan bangsa Indonesia yang sedang mengalami gangguan dan hambatan dalam konteks kebhinnekaan dan juga karena adanya hasil pengukuran Lemhannas RI yang menunjukkan gatra ideologi yang semakin menurun.

 

Maka dari itu, dalam Musyawarah Nasional tersebut, ISKA mengundang Gubernur Lemhannas RI untuk hadir sebagai pembicara. Agus Widjojo menanggapi hal tersebut dan bersedia untuk hadir sebagai pembicara dalam musyawarah nasional bertema “Revitalisasi Pancasila Peradaban Pancasila Menuju Seabad Indonesia” ini.

 

Courtesy Call tersebut dilanjutkan dengan diskusi lebih lanjut dan ditutup dengan sesi foto bersama.

 

 

Lemhannas RI menyelenggarakan kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (16/3), di Ball Room Soll Marina Hotel. Kegiatan yang akan berlangsung hingga Rabu (22/3) mendatang ini diikuti oleh 100 tokoh Bangka Belitung yang berasal dari kalangan birokrat, akademisi/guru/dosen, dan tokoh masyarakat Babel.

 

Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto menyampaikan sambutan Gubernur Lemhannas RI dalam pembukaan kegiatan tersebut bahwa memantapkan rasa kebangsaan diperlukan agar memiliki karakter ke-Indonesia-an. “Pemantapan nilai-nilai kebangsaan dengan konsep pendekatan pendidikan karakter kepada para birokrat, akademisi, dan tokoh masyarakat diharapkan akan terbentuk wawasan kebangsaan yang lebih luas, memiliki integitas, serta dapat memahami tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan untuk dihayati dan diimplementasikan”, ungkap Dedy.


Dedy melanjutkan,”Saya berharap agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan dialog dan diskusi secara komprehensif, terkait berbagai permasalahan kebangsaan pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan perspektif wawasan kebangsaan, sehingga para peserta semakin memiliki cakrawala pandang yang utuh dan luas, serta mampu mentransformasikan diri sebagai tokoh masyarakat, birokrat dan akademisi, serta senantiasa membangun persatuan dan kesatuan bangsa.”


Perwakilan Gubernur Kepulauan Babel Stah Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Ir. Syahrudin, M.Si yang turut membuka kegiatan ini menyampaikan urgensi pembangunan nilai-nilai dan wawasan kebangsaan dalam mengatasi masalah sosial. “Menurunnya rasa nasionalisme yang ditandai dengan masih adanya tindak kriminalitas, tawuran antar warga, dll, adanya pergeseran nilai-nilai kebangsaan dari Republik ini”, tegas Syahrudin.


“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi buah pemikiran dalam memahami nilai-nilai kebangsaan serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di wilayah provinsi kepulauan Bangka Belitung”, harapnya.


Selama 7 hari, peserta akan mengikuti berbagai kegaitan diantaranya outbound, ceramah, diskusi, pembinaan peserta, dan praktik mengajar yang mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan yang Bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa guna Meningkatkan Kualitas Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.


Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut yaitu Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kasrem 045/Garuda Jaya, Danlanal Pangkalpinang, Danlanud Pangkalpinang, Ka Kesbangpol Pangkalpinang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kajati Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan beberapa pejabat struktural dan fungsional Lemhannas RI.

 

 

 

Delegasi National Defence College (NDC) Uni Emirat Arab yang dipimpin oleh Brigjen Khalid Juma Abdulrahman Al Qattan beserta 15 siswa dari NDC dan Atase Pertahanan melakukan kunjungan ke Lemhannas RI pada Senin (13/3). Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E.,M.M. di Ruang Tamu Gubernur, Gedung Trigatra Lantai I, Lemhannas RI.

 

Setelah melakukan Courtesy Call dengan Gubenur Lemhannas RI, kunjungan tersebut dilanjutkan dengan diskusi. Diskusi yang diselenggarakan di Ruang Syailendra tersebut dibuka dengan pemutaran video profil Lemhannas RI. Kemudian, diskusi dilanjutkan dengan paparan oleh Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A. mengenai Strategi untuk memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

 

Dalam paparannya, Prof. Dadan mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar diduania yang terdiri dari 17 ribu lebih pulau. Indonesia juga merupakan negara dengan posisi strategis karena berada di antara dua benua dan dua samudera. Selain itu, lanjut Prof Dadan, Indonesia juga memiliki keberagaman adat istiadat, kebudayaan serta kekayaan laut yang sangat melimpah. Karakteristik Indonesia yang sangat beragam tersebut dapat sewaktu-waktu menyebabkan ketidakstabilan nasional.

 

Untuk itu, Indonesia harus dapat menjadikan keberagaman tersebut sebagai sebuah kekuatan, bukan sebagaui pemecah persatuan bangsa. Selain itu, tegas Prof. Dadan, Indonesia terus berpegang pada Empat Konsensus Dasar Bangsa serta terus berusaha untuk mewujudkan Cita-Cita Bangsa Indonesia yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Prof. Dadan juga menjelaskan secara singkat megenai delapan gatra yang digunakan untuk mengukur ketahanan nasional.

 

Diskusi yang dimoderatori oleh Marsda TNI (Purn) Surya Dharma, S.I.P. ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan sesi foto bersama.

 

 

Lemhannas RI mengadakan Rountable Discussion (RTD) dengan tema “Memperkuat Pemahaman Pancasila pada Generasi Muda Guna Mewujudkan Revolusi Mental dalam rangka Ketahanan Nasional” di Ruang Krisna, Gedung Astagatra lantai IV, Lemhannas RI pada Senin (13/3).

 

Dalam RTD yang dimoderatori oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. I Putu Sastra Wingarta. S.I.P., M.Sc., Gubenur Lemhannas RI menyampaikan bahwa topik yang dipilih tidak bermaksud untuk menghakimi generasi muda namun untuk menyadarkan para generasi tua akan peran mereka dalam memberikan pemahaman Pancasila yang mumpuni kepada para generasi muda. Selain itu, Agus Widjojo juga menyatakan bahwa generasi muda merupakan penerus bangsa sehingga harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap pancasila. “Generasi muda harus dibentuk untuk mampu menyerap proses transformasi nasionalisme sesuai dengan perkembangan jiwa dan idealisme mereka,” jelas Agus Widjojo.

 

RTD tersebut kemudian dilanjutkan dengan paparan Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada Heri Santoto, M. Hum. Dalam paparanya Heru menjelaskan bahwa saat ini, para generasi muda masih mempercayakan pendidikan Pancasila terhadapa guru di sekolah. hal tersebut tidak dalah, namun faktor lain seperti keluarga dan tokoh masyarakat juga penting dalam menanamkan pemahaman Pancasila pada generasi muda.

 

Selain itu, Heru juga memaparkan bahwa cara yang paling efektif untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda adalah memilih metode yang tepat, memberikan pemahaman Pancasila kepada generasi muda juga akan lebih efektif melalui buku dibandingkan dengan televisi atau pun sosial media.

 

Di sisi lain, Azyumardi Azra, CBE menjelaskan bahwa harus adanya revitalisasi harmonisasi antara agama dan kebansgaan. Hal tersebut karena dalam agama diajarkan mengenai semangat cinta kebangsaan. Dalam Pancasila, lanjut Azyumardi, juga menggambarkan bahwa agama menjadi bagian alam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu, Harmonisasi antara agama, kebangsaan, dan Pancasila harus dibangkitkan kembali.

 

Selain itu, Peran Lemhannas RI untuk memberikan pemahaman Pancasila kepada generasi muda melalui Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan juga harus terus dikembangkan  agar dapart menghasilkan para calon Pimpinan yang berkarakter Pancasila. Diskusi ini kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari pengangap dan floor serta sesi tanya jawab.

 

Hadir pula dalam RTD ini adalah wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., Deputi Bidang Pengkajian Strategik Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M. Agr., Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya Lemhannas Ri Dr. Anhar Gonggong, Tenaga Profesional, para Pejabat Struktural Lemhannas RI serta tamu undangan.

 

 

Seusai apel pagi, Lemhannas RI bekerja sama dengan PT taspen berikan Sosialisasi kepada 220 Pegawa Negeri Sipil (PNS) Lemhannas RI di Auditorium Gadjah Mada, Gedung Pancagatra Lantai III, Lemhannas RI pada Senin (13/3). Sosialisasi ini diselenggarakan dalam rangka peralihan dana pensiun 220 PNS Lemhannas Ri dari ASABRI ke PT. Taspen.

 

Dalam sosialisasi ini, perwakilan PT. Taspen Halomoan Lumban Tobing menjelaskan mengenai PT. Taspen. Dalam penjelasannya, Halomoan memberikan penjelasan mendetail mengenai empat program bagi PNS. Program tersebut adalah Tabungan Hari Tua, Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian.

 

Selain itu, Halomoan juga mengatakan bahwa saat ini PT. Taspen telah memiliki 55 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki sekitar 14.000 titik layanan dana pensiun. Titik layanan tersebut diakukan dengan bekerja sama dengan Perbankan dan PT Pos Indonesia. Halomoan menambahkan bahwa PT. Taspen saat ini mengelola dana pensiun PNS aktif sebanya 4,3 juta orang dan PNS yang telah pensiun sebanyak 2,5 juta orang.

 

Disamping itu, PT Taspen juga selalu berinovasi dengan layanan nya. Salah satu layanan yang saat ini dapat memudahkan proses pencairan dana pensiun adalah layanan klaim otomatis dimana para penerima dana pensiun akan mendapatkan pesan singkat yang memberitahukan dana pensiun telah dikirimkan secara otomatis ke rekening penerima dana tanpa perlu datang ke Kantor PT Taspen.

 

Selain itu, PT taspen juga memiliki program Layanan 1 Jam, Mobil Layanan Taspen dan juga aplikasi Taspen Mobile yang memudahkan PNS memeriksa dana pensiunan melalui telepon genggam.

 

Berkaitan dengan peralihan dana pensiun dari ASABRI ke PT Taspen bagi 220 PNS Lemhannas RI, Halomoan mengatakan bahwa seluruh data administrasi telah diselesaikan antar kedua instansi sehingga para PNS Lemhannas RI tidak perlu mengurus peralihan dana pensiun tersebut. “Data PNS sejumlah 220 orang sudah ada di PT. Taspen. Tidak perlu diragukan, “ tegas Halomoan.

 

Sosialisasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama.

 

 

Selasa (7/3), Persatuan Istri-Istri Anggota (Perista) Lemhannas RI mengadakan pertemuan rutin di Ruang Dwi Warna, Gedung Pancagatra Lantai I, Lemhannas RI. Dalam Pertemuan yang dilakukan setiap tiga bulan sekali tersebut, Perista juga mengadakan sosialisasi singkat mengenai Kain Tenun Indonesia.

 

Ketua Perista Lemhanans RI, Ibu Nini Agus Widjojo, mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, adat, dan suku. Salah satu keberagaman yang sangat indah dari Indoneisa adalah kain tenun. Di hampir seluruh wilayah Indonesia, terdapat berbagai macam kain tenun. Namun,  lanjut Nini Agus Widjojo, tidak semua masyarakat Indonesia mengerti mengenai kain tenun sehingga diperlukan pengenalan mengenai jenis-jenis kain tenun sehingga masyarakat Indonesia dapat mencintai kain tenun Indonesia.

 

Dalam sosialisasi tersebut, kolektor kain tenun Ibu Syamsidar Isa dari Ikatan Tenun Indonesia menjelaskan bahwa di hampir setiap daerah di Indonesia terdapat kain tenun. Selain itu, Indonesia juga negara yang memiliki teknik menenun terbanyak karena dipengaruhi oleh budaya dan tradisi kearifan lokal. Syamsidar Isa menambahkan bahwa motif-motif tenun setiap daerah juga berbeda bergantung pada adat istiadat setempat.

 

Kualitas dari kain tenun sendiri, lanjut Syamsidar Isa, bergantung pada benang dan bahan pewarna yang digunakan oleh penenun. Umumnya, pewarna benang yang berasal dari bahan alami lebih bertahan lama dan tidak luntur. Namun, teknik pewarnaan benang dengan pewarna alami memiliki kendala yaitu lamanya waktu pewarnaan yang menghambat produktivitas penenun.

 

Disamping kualitas kain,Syamsidar Isa juga menjelaskan cara menyimpan kain tenun dengan baik, yaitu dengan cara digulung. Hal tersebut dilakukan agar benang emas di kain tenun tidak patah.

 

Setelah pemaparan mengenai kain tenun Indonesia, acara dilanjutkan dengan peragaan busana yang memamerkan rama kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kupang, dan Bali.

 

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Ketua Perista Meirina Bagus Puruhito, para Pengurus Perista, Alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Ikatan Pengembangan Kepribadian Indonesia, Ikatan Tenun Indonesia, serta staf Wanita Lemhannas RI.

 

Pada hari Jumat tanggal 10 Maret 2017, tim  Direktorat Program dan Pengembangan Pemantapan dari Kedeputian Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Dampak terhadap program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan yang telah dilaksanakan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2016 lalu.

 

Bertempat di Ruang Bencoolen Hotel Santika Bengkulu, kegiatan Evaluasi Dampak dibuka oleh Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksamana Muda TNI Dedy Yulianto. Dalam sambutannya, Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan mengharapkan saran dan masukan dari para Alumni untuk perbaikan dalam penyelenggaraan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di masa yang akan datang.  Teknis pelaksanaan Evaluasi Dampak akan dilakukan melalui pengisian kuesioner, wawancara mendalam dan pengantar wawasan kebangsaan bagi Lingkungan Alumni.

 

Sementara Ketua Alumni Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan I di Bengkulu yaitu Dr. Khairil, M.Pd, menyampaikan pandangannya terkait status dan keorganisasian dari Alumni Taplai yang ada di Bengkulu, serta hal-hal yang dapat dikontribusikan oleh para Alumni.

 

Acara ini dihadiri oleh 80 orang peserta yang meliputi 40 orang Alumni dan 40 orang peserta dari Lingkungan Alumni, dengan latar belakang dari kalangan birokrat, TNI, guru/akademisi, para tokoh dan kalangan pemuda.

 

Turut hadir dalam kegiatan Evaluasi Dampak di Bengkulu yaitu Taji Sismennas Laksda TNI Ir. Yuhastihar, M.M., Direktur Program dan Pengembangan Pemantapan Brigjen Pol Drs. Rafli, S.H., Kepala Biro Umum Settama Lemhannas RI Brigjen Pol Drs. Budi Setiyadi, S.H., M.Si. (YH)

 

Penasehat Akademi dari The Centre of Defence and Strategic Studies (CDSS)Australia didampingi oleh Commodore Robert William Plath dari Atase Pertahanan Australia dan Penasehat Kebijakan Pertahanan Matt Flint mengunjungi Lemhannas RI pada Kamis (23/2). Kunjungan tersebut disambut oleh Deputi Pengkajian Strategik Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M. Agr. didampingi oleh  Kolonel Lek Rujito D. Asmoro, Gdipl In Ds., M.A., R.C.D.S. di Ruang Tamu Deputi Pengkajian Strategik, Gedung Astagatra Lantai IV, Lemhannas RI.

 

Dalam pertemuan tersebut, Parkin menjelaskan maksud kedatangannya yaitu membicarakan mengenai seminar bersama antara CDSS Australia dan Lemhannas RI. Parkin berharap bahwa melalui seminar bersama ini Lemhannas RI dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan peserta dari Australia dan juga dunia internasional. Selain itu, CDSS juga ingin banyak belajar dari pengalaman Lemhannas RI.

 

Dalam seminar bersama yang akan digelar pada bulan Juli 2017 mendatang di Canberra, Parkin juga mengundang Gubernur Lemhannas RI, senior staf dan juga pembicara dari Lemhannas RI dan juga dari instansi lain yang berkaitan. Para pembicara tersebut nantinya akan membicarakan topik yang akan dibahas dalam seminar agar memiliki persepsi yang sama.

 

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai jadwal rangkaian seminar, tamu yang akan diundang dalam seminar tersebut dan tema yang akan dibicarakan dalam seminar tersebut.

 

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi mendalam dan diakhiri dengan sesi foto bersama. 

 

Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten / Kota dan Pejabat Pemerintah Daerah angkatan XLI resmi dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di Ruang Dwi Warna Gedung Pancagatra lantai I, Lemhannas RI pada Senin (27/2).

 

Dalam acara yang dibuka dengan laporan Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto, terdapat sebanyak  91  peserta yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten antara lain DPRD Kota Banjarbaru, DPRD Kota Bekasi, DPRD Kota Bogor, DPRD Kota Cirebon, DPRD Kota Pariaman, DPRD Kota Semarang, dan DPRD Kota Surabaya. Metode yang akan digunakan selama tujuh hari pemantapan adalah metode ceramah dan tanya jawab, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, pembinaan peserta, outbound serta pusaka bangsa.

 

Agus Widjojo dalam sambutannya mengatakan bahwa kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan bagi Lemhannas RI karena dapat memberikan pencerahan dan berbagi mengenai pemahaman nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa.

 

“Saya berharap kepada peserta Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum perenungan dan instrospeksi diri terhadap wawasan kebangsaan kita semua,”  jelas Agus Widjojo.

 

Nilai-Nilai luhur yang telah dimiliki oleh peserta, lanjut Agus Widjojo, adalah sebuah aspek penting dalam menghadapai tantangan sebagai wakil rakyat dan pejabat daerah untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih demokratis dan sejahtera semakin berat dan kompleks.

 

Terkait dengan Pemilukada yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, Agus Widjojo berpesan agar para peserta sebagai pejabat daerah harus mampu menjaga stabilitas di daerah masing-masing. Agus Widjojo juga mengatakan bahwa menjaga stabilitas politik adalah sebuah hal yang penting untuk mencegah disintegrasi bangsa.

 

Dengan tugas berat yang diemban para peserta selaku wakil rakyat dan pejabat daerah, Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini dipandang penting untuk dilaksanakan agar dapat terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat. “Perlu diingat bahwa dalam mengemban tugas dan peran tersebut diharapkan para peserta memiliki kemampuan dalam mencermati berbagai kepentingan dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” tegas Agus Widjojo.

 

Pembukaan Pemantapan ini dihadiri oleh Pejabat Struktural Lemhannas RI, Tenaga Profesional, Tenaga Pengkaji, dan Tenaga Pengajar