LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Berita

Berita (544)

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menjadi salah satu narasumber dalam kursus singkat yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi, bagi Perwakilan Mahkamah Konstitusi Negara Lain. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang perwakilan mahkamah konstitusi dari 13 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, Korea Selatan, Mongolia, Afganistan, Kirgistan, Kazakhstan, Pakistan, Tajikistan, dan Azerbaijan. Pada paparannya, Agus Widjojo mengangkat topik “Pengelolaan Keberagamaan dalam Bingkai Negara Kesatuan”, yang diadakan di ruang Syailendra, Gedung Asta Gatra Lemhannas RI, Selasa (14/11) siang.

 

Agus Widjojo dalam paparannya berbicara mengenai geopolitik dan posisi geografis di Indonesia, menurutnya untuk dapat memahami geopolitik dari suatu negara, perlu dipahami terlebih dahulu tiga faktor berikut, yakni sejarah negara, makna bangsa dan negara, serta aspirasi rakyat dan ideologi yang diyakini.

 

Awal tonggak kebangkitan bangsa yang telah sekian lama terbenam dalam penjajahan, bermula ketika kebijakan politik etnis kolinial Belanda memberikan kesempatan pendidikan bagi rakyat Indonesia, kemudian didirikan sekolah serta mengirim putra dan putri terbaik Indonesia untuk belajar di luar negeri. Pendidikan mulai membuka pikiran rakyat tentang kemerdekaan.

 

Kesadaran berbangsa diawali oleh berdirinya gerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, dan selanjutnya diikuti dengan berdirinya berbagai komunitas yang dipelopori pemuda tanah air, baik organisasi keagamaan, maupun partai politik. Hingga akhirnya pada 28 Oktober menjadi hari diikrarkannya Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak utama dalam memberikan penyemangat pemuda-pemudi Indonesia untuk menegakkan berdirinya Negara Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda yang membudayakan nasionalisme, rasa kewarganegaraan dan semangat nasional sampai akhirnya bangsa Indonesia menyatakan Proklamasi Kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

 

Dalam ceramahnya dihadapan seluruh peserta kursus singkat, Agus Widjojo juga memaparkan terkait empat konsensus dasar bangsa. Diantaranya Pancasila sebagai dasar negara dan fondasi ideologis bangsa, Sesanti Bhinneka Tunggal Ika yang untuk pertama kalinya dicetuskan oleh Mpu Tantular dan dituangkan dalam bukunya berjudul Kakawin Sutasoma yang bermakna “Keanekaragaman berarti satu”, serta NKRI dan UUD 1945 untuk menjaga keberagaman. Seperti yang tertuang dalam pembuakaan UUD 1945, menyiratkan tujuan pembentukan pemerintah nasional dengan tugas untuk melindungi bangsa dan tanah air.

 

Untuk mempertahankan keberagaman bangsa Indonesia bukan hal yang mudah, melihat jumlah kelompok etnik mencapai 1.340 kelompok (BPS 2010), serta 245 agama dan kepercayaan yang terdapat di Indonesia. Tantangan yang dihadapi antara lain dinamika lingkungan internasional, serta adanya persaingan ide dan ideology yang terus berkembang. Oleh sebab itu melalui kursus singkat ini, diharapkan para peserta dapat memahami nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi yang dapat melindungi hak-hak warga negara dan HAM di Indonesia, serta menjadikannya sebagai titik acuan dan norma dalam kehidupan masyarakat Indonesia.   

Sebanyak 38 pejabat eselon I, II, III, IV dilantik oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo pada Selasa (14/11). Upacara pelantikan dan sumpah janji dilaksanakan di Ruang Nusantara Gedung Trigatra Lantai I, Lemhannas RI.

 

Dalam sambutannya,  Agus Widjojo menyampaikan bahwa pelantikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pegawai agar mampu untuk mengemban tugas dan tanggung jawab pada level jabatan yang lebih tinggi.

“Kegiatan ini juga merupakan rangkaian proses mutasi pegawai, rotasi, promosi dan penugasan antar instansi. Rotasi jabatan merupakan pergeseran pegawai dalam level jabatan yang sama pada satu instansi, dengan tujuan untuk penyegaran dan peningkatan kapasitas pegawai agar mampu untuk mengemban tugas dan tanggung jawab pada level jabatan yang lebih tinggi,” terang Agus Widjojo.

 

Promosi jabatan, lanjut Agus Widjojo, diberikan kepada pegawai yang telah memenuhi standar kompetensi pada level jabatan yang lebih tinggi, yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan integritas yang dapat diteladani oleh jajaran di bawahnya. Penugasan antar instansi juga dilakukan untuk peningkatan kapasitas pegawai ataupun sebagai bentuk penugasan khusus dari instansi induk karena kompetensi pegawai tersebut dibutuhkan oleh instansi penerima, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian kinerja instansi.

 

Selain melantik, Agus Widjojo juga melepas empat pejabat eselon I dan III yang telah mendapat penugasan di instansi lain. Diantaranya, Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M. sebagai Pati Mabes TNI, Irjen Pol Drs. Harwiyanto, S.H., M.M., M.Hum. sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri, Kolonel Sus Dr. Ir. Rudy A. G. Gultom, M.Sc. sebagai Ses Prodi Teknologi Penginderaan Fakultas Teknologi Unhan dan Kombes Pol Dra. Sri Suari, M.Si. sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri.  

 

Turut hadir dalam pelantikan adalah Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, Sekretaris Utama Komjen Pol Drs. Arief Wachyunadi, para Deputi, Tenaga Profesional, Tenaga Pengkaji, Tenaga Pengajar, Pejabat Struktural Lemhannas RI dan segenap pengurus Perista.

 

Seperti kata pepatah, ‘dibalik kesuksesan seorang pria, pasti ada wanita hebat dibelakangnya’. Ungkapan tersebut memang menunjukkan betapa pentingnya peran seorang istri sebagai pendamping suami, ataupun sebaliknya. Menjelang berakhirnya pendidikan PPSA XXI Lemhannas RI tahun 2017, diadakan penataran bagi Istri/Suami (Tar Istri/Suami) para peserta PPSA XXI. Upacara pembukaan oleh Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dilakukan di Auditorium Gadjah Mada, Gedung Panca Gatra, Selasa (14/11) pagi.

 

Diawali dengan pelaporan kesiapan penataran oleh Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional, Mayjen TNI Karsiyanto, S.E. yang menyampaikan tentang tujuan diselenggarakan penataran ini. Diantaranya adalah sebagai pembekalan kepada istri/suami peserta dalam perannya sebagai pendamping pimpinan tingkat nasional, dan meningkatkan wawasan terkait etika bagi istri/suami, sehingga dapat menjadi teladan bagi keluarga besar, unit kerja maupun masyarakat. Sebagai simbol dibukanya kegiatan ini secara resmi, gubernur mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan peserta Tar Istri/Suami.

 

Kegiatan penataran yang berlangsung selama enam hari, dari tanggal 14 – 21 November 2017 mendatang diikuti oleh 79 orang istri/suami. Materi-materi yang akan diberikan kepada para peserta penataran terdiri dari 18 unit, antara lain peran istri/ suami dalam menunjang karir suami/istri dalam perspektif psikologi dan ekonomi, peranan perempuan dalam pembangunan nasional, peningkatan ketahanan keluarga guna membangun ketahanan nasional, dan yang tak kalah pentingnya yakni etika berbusana dalam pergaulan dimana para istri akan menjadi contoh masyarakat ketika suaminya kelak menjadi pimpinan tingkat nasional.

 

Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan harapannya agar para peserta mampu memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik mungkin, dalam upaya memantapkan peran peserta penataran dalam organisasi, keluarga, maupun di lingkungan masyarakat. “Saya harapkan penataran yang sangat singkat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pandai-pandailah menyerap pengetahuan, saling bertukar pengalaman dengan para ahli tenaga pengajar, atau penceramah, maupun antar dengan sesama peserta penataran, atau dengan peserta PPSA XXI Lemhannas RI, karena hal ini sangat penting dalam rangka menyongsong dan menghadapi tantangan tugas dan kehidupan yang akan datang,” ujar Agus Widjojo dalam sambutannya.

Sebanyak 6 orang perwakilan dari Laskar Ampera Arief Rahman Hakim (ARH) angkatan 66 mengunjungi Lemhannas RI untuk melakukan audiensi dengan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dan Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito. Kunjungan ini dipimpin oleh Fahmi Idris, S.E., Menteri Perindustrian pada era Presiden SBY (2004-2009), dengan agenda audiensi berupa diskusi bersama jajaran pimpinan Lemhannas RI yang berlangsung di Ruang Nusantara II Gedung Trigatra, Lemhannas RI pada Senin (13/11).

 

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Agus Widjojo tersebut, diawali dengan pengenalan Lemhannas RI melalui pemutaran video profil. Usai pemutaran video profil, Agus menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi Lemhannas RI. Ia menyampaikan bahwa Lemhannas tidak memiliki kewenangan operasional untuk melaksanakan kebijakan.

 

“Yang ingin saya tambahkan adalah banyak yang memiliki salah pengertian bahwa Lemhannas seolah-olah memiliki kewenangan operasional untuk melaksanakan kebijakan. Lemhannas itu melaksanakan pendidikan dan pengkajian. Jadi Lemhannas tidak punya kewenangan operasional untuk mengimplementasikan kebijakan. Semua ini sebagai fungsi pendukung kepada pemerintah,” jelas Agus Widjojo.

 

Selanjutnya, kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi lebih mendalam dan tanya jawab antara Lemhannas dengan Laskar Ampera ARH 66.

 

Turut hadir dalam audiensi tersebut Taprof Bidang Sosial Budaya Dr. Anhar Gonggong, Taprof Bidang Ekonomi dan Strategi Dr. Rosita S. Noer, M.A, Taprof Bidang Kewaspadaan Nasional dan Sosial Budaya Dr. I Putu Sastra Wingarta, S.IP.,M.Sc., Tajar Bidang Kewaspadaan Nasional Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, S.IP., Deputi Pendidikan Mayjen TNI Karsiyanto, S.E., Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Deddy Yulianto, Kepala Biro Humas Brigjen TNI Mindarto, Kepala Biro Kerjasama Laksma TNI Budi Setiawan, S.T., dan Direktur Pengkajian Politik Kedeputian Pengkajian Strategik Drs. Hanif Salim, M.A.

Sebagai bentuk memperingati Hari Pahlawan 10 November, Lemhannas RI melaksanakan upacara pada Jumat (10/11). Bertempat di Lapangan Tengah Lemhannas RI, seluruh personel Lemhannas mengikuti upacara dengan khidmat. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo bertindak sebagai Inspektur Upacara.

 

Dalam sambutan Menteri Sosial RI yang dibacakan oleh Agus Widjojo, disampaikan bahwa Hari Pahlawan yaang saat ini sedang diperingati berangkat dari peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa tersebut memperlihatkan kepada dunia internasional, bahwa segenap bangsa Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya, bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak, dan menyerahkan hidup dan jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Pada setiap perjuangan para pahlawan dalam membentuk keindonesiaan, pelajaran yang dapat diambil adalah api perjuangan yang membentuk terbangunnya persatuan Indonesia yang terdiri dari dua hal. Dua hal tersebut adalah harapan dan pengorbanan yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia, merawat eksistensinya dalam panggung sejarah bangsa-bangsa, dan harus terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan umat manusia di dunia.

 

Selanjutnya pada peristiwa pertempuran 10 November, inspirasi dari R.A Kartini, Ikrar Sumpah Pemuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya, keberanian dari Kwee Kek Beng, komitmen dari Johannes Leimena, syair Yaa Ahlal Wathan dan berbagai karya cipta yang menggerakkan ruh pendahulu kita, berperan besar sebagai penanda estetik-heroik, sebagai energi penggerak arek-arek Suroboyo yang dibantu dengan semangat solidaritas dan bela rasa oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Untuk itu, Agus Widjojo mengajak seluruh peserta upacara untuk terus berjuang, bekerja,dan berkaya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat maupun negeri ini.

 

Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII Tahun Ajaran 2018, calon peserta mengikuti Tes Potensi Akademik dan Tes Psikologi yang merupakan bagian dari seleksi. Seleksi yang dilaksanakan selama dua hari (6-7 November 2017) bertempat di Ruang NKRI Gedung Pancagatra Lantai III Lemhannas RI. Sebanyak 104 orang yang hadir dari 114 orang yang diundang untuk mengikuti seleksi, berasal dari berbagai unsur yaitu TNI, Polri, ASN dan Non-ASN. 

 

Kepala Biro Kerjasama Settama Lemhannas RI Laksma TNI Budi Setiawan, S.T. menjelaskan bahwa TPA dan Tes Psikologi dilaksanakan pada hari yang berbeda. TPA dipandu oleh Unit Usaha Otonom Penyelenggara Tes (UUO-PT) Koperasi Pegawai Bappenas. Sementara Tes Psikologi oleh PT. Ara Indonesia.

 

Selanjutnya, akan diadakan tes susulan pada 11-12 Desember 2017 bagi para calon peserta yang tidak hadir dengan menyampaikan surat resmi berhalangan hadir dari instansi.  Hasil nilai TPA akan diumumkan pada 10 November 2017, sedangkan tes Psikologi pada 15 November 2017.

 

Sepulangnya dari kunjungan ke tiga negara, para peserta SSLN PPSA XXI melaporkan hasil kegiatannya kepada Gubernur Lemhannas RI. Ada yang menarik dari kegiatan laporan yang diadakan di Ruang Pancasila, Gedung Trigatra Selasa (7/11) pagi, dimana para peserta terlihat mengenakan pakaian khas dari masing-masing negara yang telah dikunjungi. Seperti peserta dengan negara tujuan Jepang yang memakai pakaian Kimono, serta peserta negara tujuan Singapura yang memakai pakaian Etnis Tionghoa, karena Singapura adalah satu-satunya negara di dunia di mana etnis Tionghoa menjadi penduduk mayoritas, di luar China Besar. Pakaian unik juga ditunjukkan dari penampilan para peserta PPSA dengan negara tujuan Australia, yang mengenakan pakaian ala koboi membawa boomerang yakni senjata tradisional suku Aborigin.  


Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memberikan pembekalan kepada peserta PPSA tentang kondisi objektif dari negara yang dikunjungi, untuk memperluas pengetahuan yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan berbagai konsepsi strategis bagi kepentingan nasional. Selain itu, digunakan sebagai pelengkap serta masukan untuk seminar nasional dan penyusunan Taskap masing-masing peserta.

 

Jepang

 

JPN

Laporan diawali dari kelompok Jepang, dengan mengenakan pakaian tradisional Jepang, Kimono, pimpinan rombongan Mayjen TNI Muhammad Hasyim, S.Sos. bersama Tim Penguji Lapangan Brigjen Pol Drs. Immanuel Larosa, dan Liasion Officer Marsma TNI Agus Radar Sucahyo, mengawali laporan kelompoknya dengan menyampaikan pelaksanaan kegiatan SSLN ke Jepang. Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsdya TNI Bagus Puruhito turut serta dalam rombongan ke Jepang, sebagai Pembina.  Peserta memanfaatkan lawatannya ke Jepang dengan mengunjungi berbagai pusat pemerintahan di negara sakura tersebut, seperti Ministry df Foreign Affairs (MOFA), Ministry Of Defense (MOD), KBRI Tokyo, dan Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Tecnology (MEXT). Sebuah perusahaan teknologi informasi multi-nasional yang berkantor pusat di Minato, Tokyo, Nipon Electric Company (NEC Global), juga masuk dalam daftar kunjungan para peserta SSLN Jepang. Tak lupa peserta menyempatkan untuk berbelanja oleh-oleh di salah satu tempat belanja yang terletak di daerah Shizuoka, Gotemba Premium Outlet. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara.


Hubungan bilateral antara Jepang dengan Indonesia sudah terjalin sejak tahun 1958, tepatnya sejak penandatangan Perjanjian Perdamaian Negara Jepang dengan Republik Indonesia. Beberapa perjanjian lain juga telah ditandatangani oleh kedua negara, yang terakhir adalah pembentukan forum khusus untuk membahas kerja sama maritim kedua negara dengan nama "Indonesia-Japan Maritime Forum" (IJMF). IJMF resmi dibentuk melalui penandatanganan Memorandum Kerja Sama Pembentukan IJMF (Memorandum of Cooperation to Establish Indonesia - Japan Maritime Forum) pada 21 Desember 2016.

 

Singapura

 

SING


Laporan kedua disambut oleh kelompok Singapura, dengan mengenakan pakaian tradisional etnis Tionghoa. Dalam perhelatannya ke Singapura, rombongan dipimpin oleh Laksda TNI Riyadi Syahardani, didampingi oleh Tenaga Ahli Dr. Rosita S.Noor, M.A., dan Liasion Officer Laksma TNI I Wayan Suarjaya, S.Sos., M.Tr(Han). Hari pertama tiba di Singapura, peserta mengunjungi Singapore Technologies Kinetics (ST Kinetics), dilanjutkan dengan berkunjung ke KBRI Singapura. Selain itu peserta juga menyambangi pusat pemerintahan Singapura, diantaranya Kementerian Luar Negeri, Land Transport Authority (LTA) dan Kementerian Pertahanan. Peserta juga memasukkan Port of Singapore (PSA) kedalam daftar lokasi strategis yang dikunjungi. PSA mengacu pada kumpulan fasilitas dan terminal yang melakukan fungsi penanganan perdagangan maritim di pelabuhan dan yang menangani perkapalan Singapura.


Indonesia sebagai negara tetangga memiliki investor terbanyak dari Singapura dan sangat baik perkembangannya hingga tahun 2017. Kedua negara memiliki tingkat komplementaritas ekonomi yang tinggi. Di satu sisi, Singapura mempunyai keunggulan di sektor knowledge, networking, financial resources dan technological advance. Sementara Indonesia memiliki sumber daya alam dan mineral yang melimpah serta tersedianya tenaga kerja yang kompetitif. Kerjasama di bidang pendidikan juga terjalin, sebanyak 22.000 pelajar & mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Singapura.

 

Australia

 

AUS

Kegiatan pelaporan kepada Gubernur Lemhannas RI ditutup dengan sangat menarik oleh kelompok Australia yang mengenakan pakaian ala koboi.  Kelompok Australia yang diketuai oleh Brigjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. tersebut dalam paparannya menyampaikan terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia yang mengalami pasang surut. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan diantara kedua negara, terkait dengan kebudayaan, tingkat kemajuan pembangunan, serta orientasi politik yang mengakibatkan perbedaan prioritas kepentingan. Mulai dari kasus pemisahan Timor Timur, illegal fishing, terorisme, imigran gelap, serta eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba. Melihat banyaknya permasalahan yang dihadapi, namun faktanya negara yang secara geografis hanya dipisahkan oleh Samudera Hindia ini, terdorong untuk berinteraksi secara kondusif demi menjaga stabilitas kawasan.


Kelompok PPSA XXI ke Australia didampingi langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Pembina. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Australian Federal Police (AFP), Australian Defence College (ADC), Australian Defence Force (ADF), dan The Centre for Defence and Strategic Studies (CDSS). Tidak hanya menyambangi pusat pemerintahan saja, para peserta juga menyempatkan berwisata sejarah di Museum Maritim di Darling Harbour, Sydney. Tak mau melewatkan kesempatan, para peserta singgah di perusahaan industri kontraktor pertahanan terbesar di Australia untuk Angkatan Pertahanannya, Thales Australia yang dulu dikenal dengan ADI Limited.

Provinsi Jawa Tengah menjadi destinasi kunjungan bagi peserta PPSA XXI untuk melakukan Studi Strategis Dalam Negri (SSDN). Kunjungan yang dipimpin oleh Marsda TNI Yoyok Yekti Setiono dilaksanakan selama empat hari (9-12 Oktober 2017). Dengan peserta sebanyak 28 orang, kunjungan ini didampingi oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam dan Ketahanan Nasional Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A., Kolonel Laut (P) Maghoni, S.Mn., M.Sc. selaku Sekretaris Rombongan, dan Brigjen TNI Mindarto selaku Liaison Officer.

 

Kelompok Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke beberapa instansi untuk melakukan dialog dan diskusi diantaranya, mengunjungi Gubernur provinsi Jawa Tengah Bapak H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. dan Wakil Gubernur provinsi Jawa Tengah Bapak Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si. di Ruang Rapat Gubernur Jawa Tengah, mengunjungi Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Drs. Rukma Setyabudi, M.M, Pangdam IV / Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Budi Prayitno, M.Sc., Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah Bapak Hamid Ponco Wibowo, Walikota Solo Bapak F.X. Hadi Rudyatmo, Presiden Direktur PT. Sritex Bapak Iwan Setiawan Lukminto, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Widjaja, S.H., M.H., di Pemkab Sukoharjo, Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo KH. Wahyudin dan Rektor Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S.

 

Selain itu, peserta PPSA XXI melakukan pengukuran Indeks Ketahanan Nasional dengan metode pendekatan analisis deskriptif dan perspektif ketahanan nasional. Kemudian melakukan validasi data mengenai IKN Provinsi Jawa Tengah dan peserta kelompok berkesempatan menerima pemaparan tentang pembangunan infrastruktur, sistem pendidikan, sumber kekayaan alam, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.

 

 

7 edit  

Foto bersama di Markas Kodam IV/Diponegoro, Semarang  setelah melakukan pertemuan dengan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman berserta Para Assisten dan Staf Kodam IV/Diponegoro, Binda, Unsur TNI AL & AU di Wilayah Territorial Kodam IV/Diponegoro pada (10/10).

 588A3956 edit

Kunjungan ke Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki , Sukoharjo untuk agenda pertemuan dengan Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Wahyudin dan Ustadz Ibnu beserta Pengurus Yayasan, Para Ustadz dan Santri Al Mukmin Ngruki pada (11/10).

 

 

Kunjungan SSDN oleh peserta PPSA XXI di Provinsi Kalimantan Tengah pada 9-12 Oktober 2017, dipimpin oleh Tenaga Ahli Pengajar Bidang Hankam Lemhannas RI Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M. Hum. dengan 33 orang peserta PPSA XXI. Para peserta juga didampingi oleh Tenaga Ahli Pengajar Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI Mayjen TNI Achmad Yuliarto, Brigjen Pol Drs. Immanuel Larosa selaku Liasion Officer, Kolonel Laut (P) Budi Utomo, S.E. selaku Sekretaris Rombongan.

               

Agenda di hari pertama adalah melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran di kantor Gubernur Kalteng. Usai melakukan pertemuan tersebut, agenda berikutnya adalah melakukan pertemuan dengan Walikota Palangkaraya Dr. H. M. Riban Satia, S.Sos., M.Si. di kantor Pemerintah Kota Palangkaraya. Selain itu, para peserta juga mengunjungi beberapa instansi yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu DPRD Kalimantan Tengah, Mapolda Kalimantan Tengah, Universitas Palangkaraya, PT. Bumi Mas Sejahtera, PT. Bumi Gunajaya Agro, Pabrik Kelapa Sawit PT. WNL, Bupati Katingan di Rumah Dinasnya, Korem 102/PJG, dan PLTU Pulau Pisang.

Polda Kalteng edit 1

Peserta PPSA XXI melakukan kunjungan ke Mapolda Kalteng pada Selasa (10/10)

 Universitas kalteng edit

Foto bersama pada saat kunjungan ke Universitas Palangkaraya (UPR)