LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Berita

Berita (544)

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengirimkan tenaga pendidiknya untuk mengikuti Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) dan pelatihan kepemimpinan di Lemhannas RI, yang berlangsung selama delapan hari, dari tanggal 22-29 Januari 2018 mendatang yang diselenggarakan di Lemhannas RI. Pembukaan Taplai UNS Angkatan II tersebut diselenggarakan di ruang NKRI, Gedung Pancagatra Lemhannas RI Senin (22/1) pagi dengan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Drs.Arif Wachyunadi didampingi oleh Deputi Taplaikbs Laksda TNI Dedy Yulianto.

 

Taplai tersebut diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari 73 orang peserta laki-laki dan 27 orang peserta wanita. Sebagai simbol telah dibukanya kegiatan taplai selama delapan hari kedepan, dilakukan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan peserta oleh Sekretaris Utama Lemhannas RI. Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. yang turut hadir mengantarkan 100 orang tenaga pendidiknya untuk belajar wawasan kebangsaan di Lemhannas RI ersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa tenaga pendidiknya kelak yang akan menjadi penentu arah UNS dimasa yang akan datang. Oleh sebab itu, para tenaga pendidik di UNS Sementara memerlukan wawasan kebangsaan yang baik. “Kami ingin mendapat persepsi bersama, dalam menyongsong visi UNS 2030 menjadi world class university tetapi tetap berbasis budaya luhur nasional terutama nilai-nilai kebangsaan,” kata Ravik.

 

Dirinya menyadari bangsa ini sedang berada di tengah-tengah perkembangan arus globalisasi dan teknologi yang harus dihadapi secara bijak dan sebaik-baiknya. “Saya sebagai pimpinan UNS berpendapat bahwa kedatangan kami ke Lemhannas Insya Allah akan menjadi ‘jamu yang manjur’ didalam usaha kami memantapkan nilai-nilai kebangsaan, dimana kita sedang dilanda perkembangan teknologi yang sangat massif, dan penentu arah masa depan UNS berada ditangan bapak dan ibu semua,” ujar Ravik dihadapan para peserta taplai UNS angkatan II.

 

Sementara Komjen Pol Drs. Arif Wachyunadi dalam sambutannya mewakili gubernur Lemhannas RI menyampaikan kepada peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum perenungan dan introspeksi diri, terhadap wawasan kebangsaan mengingat tenaga pendidik memiliki peran penting dalam memajukan para generasi penerus bangsa.

Selepas apel rutin, Senin (22/1) pagi seluruh pegawai Lemhannas RI mengikuti paparan tentang Rencana Kerja (renja) Lemhannas RI TA. 2019 dan pengelolaan anggaran TA. 2018 oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran Biro Perencanaan Keuangan Kolonel Laut (S) Trismawan Djonisajoko, S.E., M.M. yang mewakili Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan di Auditorium Gadjah Mada Gd. Pancagatra.

 

Tujuan diadakannya paparan tersebut yakni untuk menyampaikan informasi terkait pagu anggaran Lemhannas RI yang nantinya akan digunakan untuk biaya operasional dalam melaksanakan rencana kerja anggaran tahun 2018. Pada kesempatan itu, Trismawan menyampaikan pesan dari‎ Presiden Jokowi saat penyerahan DIPA 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12). Jokowi mengatakan bahwa BPK akan melakukan pemeriksaan laporan keuangan dari tiap-tiap kementerian/lembaga. Trismawan juga berpesan untuk mempertahankan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan diharapkan pula adanya peningkatan kinerja dari Lemhannas RI.

 

Alokasi anggaran yang diterima Lemhannas RI tahun 2018 adalah Rp277.698.000.000 dengan rencana pencapaian kinerja anggaran atau target realisasi sebesar 99 persen, dan pencapaian output 100 persen. Sedangkan, rencana pencapaian kinerja anggaran tahun 2019 tetap dinyatakan 99 persen dengan usulan rencana kerja yang diambil dari Unit Kerja.

 

“Tentunya, rencana ini akan terwujud apabila keikutan peran serta kita dengan selalu memberikan data dan informasi, serta rencana dan program anggaran yang dapat kita komunikasikan dengan memangku perencanaan, juga yang penting adalah ada komunikasi atau terinformasikan Lemhannas kepada pimpinan tertinggi di negara, yaitu Bapak Presiden.” ujar Trismawan.

 

Menurut Trismawan, untuk mempermudah anggaran, tiap-tiap unit kerja harus memperhatikan apakah rencana kerja yang dibuat sudah sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi ataukan belum. “Apabila mendapat dukungan dari presiden, sejalan dengan visi misi, skala prioritas, dan janji pesiden, tentu akan mempermudah Lemhannas RI untuk mendapatkan anggaran yang dibutuhkan, bahkan bisa mendapat anggaran yang lebih besar,” tambah Trismawan.

 

Adapun, semua kegiatan dan pekerjaan yang dilaksanakan harus dapat diukur, sebab suatu organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat diukur kinerjanya, serta kejelasan prosesnya. “Tentu saja, kegiatan-kegiatan Lemhannas RI harus terukur, baik output maupun kualitasnya, baik waktu maupun kuantitasnya,” kata Trismawan.

Pada Jumat (19/1), Panitia Perayaan Natal kembali mengadakan bakti sosial di panti asuhan Vincentius Puteri di Jatinegara, Jakarta Timur. Acara yang di ketuai oleh dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang, M.A.R.S., dan bersama-sama dengan panitia perayaan Natal Lemhannas RI lainnya. Dalam acara ini Panitia menyerahkan bingkisan berupa sembako dan uang tunai yang diterima langsung oleh Ibu Natal sebagai Kepala Panti.  

 

Panti asuhan yang berdiri sejak tahun 1855 ini sekarang di huni oleh 118 anak dari usia SD sampai SMA dengan didampingi oleh 11 orang pengasuh dan 32 orang pegawai panti lainya.

 

Kedatangan Panitia Perayaan Natal Lemhannas RI siang itu disambut dengan hangat oleh anak-anak panti asuhan dengan menyanyikan beberapa buah lagu. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Kegiatan Bakti Sosial  mengatakan bahwa bakti sosial ini bertujuan untuk membagi kasih sebagai bukti kepedulian sosial terhadap sesama tanpa membedakan suatu apapun. Hal tersebutlah yang menjadi alasan sebagai bangsa Indonesia untuk terus maju. Beliau pun berharap kegiatan bakti sosial ini dapat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak panti asuhan. Acara selanjutnya diisi dengan sesi foto dan ramah tamah.

 

 

dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang, M.A.R.S., sebagai Ketua Panitia Kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Perayaan Natal Lemhannas RI, Kamis (18/1) menyerahkan bingkisan berupa sembako dan uang tunai ke Yayasan Rumah Piatu Muslimin (RPM) yang bertempat di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Bersama-sama dengan panitia perayaan Natal Lemhannas RI lainnya, dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang, M.A.R.S. bertemu langsung dengan Ketua Yayasan RPM, Ny. S.Z. Goenawan dan Kepala Panti Masbukin yang pada saat rombongan tiba sedang mendampingi anak-anak panti makan siang bersama.


Penyerahan bingkisan sembako tersebut merupakan kegiatan bakti sosial sebagai rangkaian Perayaan Hari Natal 2017. dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang dalam sambutannya mengatakan, pemberian bantuan kepada anak-anak panti asuhan ini sebagai bentuk kepedulian sosial, dan tali kasih tanpa memandang suku, ras, maupun agama. "Dalam hidup berbangsa dan bernegara kita semua sama, tidak membeda-bedakan suku, maupun agama, itulah yang membuat bangsa Indonesia ini unik, karena bisa saling menghargai satu dengan lainnya," yngkap Dr Corrie Mary Milka Inkiriwang. Ia pun berharap apa yang dilakukan oleh panitia bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan RPM.


Yayasan RPM sudah berdiri sejak tahun 1931, dan hingga saat ini sebanyak 58 orang anak usia SD hingga SMA diasuh oleh 10 orang pengasuh.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan taklimat awal atau memberikan arahan dan informasi terkait pemeriksaan keuangan tahun anggaran 2017 dihadapan seluruh jajaran pimpinan Lemhannas RI di ruang rapat Nusantara II, Gedung Trigatra, Kamis (18/1) pagi. Pemeriksaan keuangan akan dilakukan selama dua bulan kedepan oleh tim pemeriksa BPK RI dengan Dr. Heru Kreshna Reza sebagai penanggung jawab BPK. Taklimat tersebut dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo beserta Wakil Gubernur Marsdya TNI Bagus Puruhito.


Agus Widjojo dalam sambutannya berharap agar seluruh pimpinan unit kerja turut membantu dan menjalin kerja sama yang baik dengan tim pemeriksa, agar kegiatan pemeriksaan berjalan dengan lancar. “Guna menjamin kelancaran pemeriksaan mengharapkan pada seluruh pimpinan unit kerja dilingkungan Lemhannas RI agar membantu dalam pelaksanaan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh tim BPK dan menjalin kerjasama yang baik dengan menyediakan dokumen dan informasi yang menjadi lingkup pemeriksaan tim pemeriksa BPK RI,” kata Agus Widjojo.


Sejak mendapatkan penilaian pemeriksaan atas laporan keuangan di tahun anggaran 2014 oleh BPK RI dengan nilai Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lemhannas RI terus meningkatkan kinerjanya sesuai dengan agenda reformasi birokrasi hingga membuahkan hasil dengan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2016. “Hal tersebut tidak terlepas dari koordinasi, konsultasi,dan bimbingan dari BPK RI”, jelas Agus Widjojo.


Heru Kreshna dalam paparannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pemeriksaan ini diantaranya untuk menyesuaikan laporan keuangan Lemhannas RI dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan informasi keuangan, kepatuhan serta efektifitas sistem pengendalian intern.


Heru Kreshna sempat menyinggung beberapa pesan Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2015, 2016, dan 2017, bahwa anggaran harus dapat dipertanggung jawabkan serta terus meningkatkan kompetensi anggaran di masing-masing kementerian/lembaga agar alokasi tepat sasaran.

Kepala Bagian Humas Dr. Wahyu Widji P, S.Kom., M.M. didampingi oleh Kepala Bagian Protokoler dan Dokumentasi Kolonel Laut (P) Eddy Tarjono menerima kunjungan mahasiswa IKIP Veteran Semarang dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan ke Lemhannas RI, Rabu (18/1) di ruang Syailendra, Gedung Astagatra.
 

Rombongan mahasiswa yang didampingi oleh Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prodi PPKn Drs. Srihadi, M.Pd menyampaikan bahwa tujuan kedatangannya kali ini adalah untuk mengenal wawasan kebangsaan serta ideologi Pancasila secara mendalam di Lemhannas RI, sesuai dengan salah satu fungsi kelembagaan yakni pemantapan nilai-nilai kebangsaan. “Kedatangan kami ke Lemhannas RI bertujuan agar mahasiswa yang pada saatnya akan menjadi guru PPKn, akan menjadi ujung tombak dari suatu negara, dapat memahami dan lebih mengenal wawasan kebangsaan, ideologi negara, dan ideologi Pancasila,” ujar Srihadi.


Wahyu Widji mengapresiasi kedatangan para mahasiswa ke Lemhannas untuk belajar wawasan kebangsaan sebagai bekal ilmu dimasa mendatang serta berharap agar dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dan dapat menyerap materi yang disampaikan oleh Tenaga Profesional Bidang Politik Dalam Negeri dan HAM Kisnu Haryo Kartiko, S.H., M.A.. Selanjutnya mahasiswa diperkenalkan mengenai Lemhannas RI melalui pemutaran video profil Lemhannas RI.


Diawal paparannya, Kisnu menjelaskan bahwa bekal wawasan kebangsaan sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. “Wawasan kebangsaan harus dimiliki setiap orang karena sebelum mereka mengetahui halaman rumah indonesia ketahui dahulu halaman rumah sendiri, yang artinya mereka harus mengenal lingkungan sekitar kita sendiri baru memperluas seluruhnya,” ujar Kisnu. Menurut Kisnu Haryo, dengan memahami wawasan kebangsaan, seseorang mampu membangun karakter dan kesadaran terhadap jati diri dan sistem nasional dalam mengelola kehidupan bangsa dan negara.


Selain itu, Kisnu Haryo menjelaskan bahwa ideologi sejatinya serupa seperti organisme yang harus terus dikembangkan. Ideologi mempunyai tiga dimensi yang pertama adalah dimensi realita, lalu dimensi idealisme, dan dimensi fleksibelitas, sama dengan Pancasila yang juga memiliki nilai-nilai sebagai landasan negara Indonesia. Kisnu Haryo menyimpulkan bahwasanya kesadaran membangun NKRI berawal dari wawasan kebangsaan dan pemahaman akan ideologi Pancasila untuk mencapai cita-cita bangsa seperti yang tertuang didalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat. Diharapkan pemahaman akan kebangsaan dan Pancasila ini mampu menjadi tameng dalam menghadapi ancaman-ancaman kebangsaan seperti fundamentalisme, radikal dan terorisme.

Komisi I DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Lemhannas RI dan Wantannas untuk membahas beberapa agenda yakni rencana program kerja kedua lembaga tahun anggaran 2018, evaluasi program kerja dan realisasi anggaran tahun anggaran 2017, serta kajian terhadap isu isu aktual terkait pelaksanaan persiapan pilkada 2018, di Komplek Parlemen, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (17/1).


Para anggota Komisi I menyoroti agenda pembahasan kajian-kajian yang dilakukan oleh Lemhannas RI terhadap isu aktual terkait penyelenggaraan pesta demokrasi serentak 2018 mendatang. Dalam RDP tersebut, beberapa fraksi berpendapat bahwa Lemhannas RI sebagai lembaga yang memiliki fungsi kajian strategis harus lebih mampu mensosialisasikan hasil-hasil kajiannya kepada masyarakat dengan memanfaatkan peran media sosial. “Jadi hasil pemikiran yang bagus harus masuk di ranah publik. Kajian lemhannas yang sangat akurat, tetapi seberapa jauh bisa menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi bangsa,” kata Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi I fraksi PDIP.


Menaggapi usulan tersebut, Agus Widjojo mengatakan bahwa Lemhannas RI merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang tidak memiliki kewenangan operasional dalam hal mempublikasikan hasil kajiannya kepada khalayak. Hasil kajian tersebut digunakan sebagai masukan kebijakan kepada pemerintah. “Lemhannas tidak mempunyai kewenangan operasional, hasil kajian tidaklah diproduksi untuk dicerna oleh masyarakat, melainkan sebagai bahan kebijakan kepada presiden,” tambah Agus Widjojo.


Sedangkan Roy Suryo, anggota Komisi I fraksi Demokrat tertarik mengetahui lebih jauh satu kajian pada poin terakhir dari tujuh judul yang disampaikan oleh Gubenur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Kajian dengan judul "Mengatasi Proxy War guna Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional dalam rangka Ketahanan Nasional", menurut Roy Suryo, menjelaskan mengenai bentuk implementasi dari proxy war itu sendiri. “Menurut saya poin satu sampai enam lebih bersifat teori, sedangkan saya tertarik dengan poin ke tujuh yang bersifat teknis atau bisa disebut action. Bagaimana detilnya, mengatasi proxy war guna menjaga stabilitas keamanan nasional dalam rangka ketahanan nasional?” tanya Roy Suryo kepada Agus Widjojo.


“Proxy war pada hakekatnya mencapai sebuah kepentingan bagi sebuah pihak tanpa terlibat langsung," ujar Agus Widjojo. Selain itu Komisi I berharap Lemhannas RI turut melibatkan DPR RI  perihal hasil kajian terkait isu-isu strategis yang dilakukan oleh Lemhannas RI, misalnya dengan mengagendakan Focus Group Discussion (FGD) agar terjalin sinergi dengan pandangan pendapat Komisi I DPR RI.

 

“Upacara Bendera yang rutin dilaksanakan setiap bulan menjadi salah satu wadah komunikasi bagi pimpinan dengan seluruh warga Lemhannas RI,” jelas Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dalam sambutan Upacara Bendera Rutin yang diikuti oleh seluruh anggota Lemhannas RI di Lapangan Tengah Lemhannas RI pada Rabu (17/1). Agus Widjojo menuturkan bahwa momentum ini juga menjadi kesempatan untuk bertukar informasi yang berkaitan dengan dinamika kehidupan bermasyarakat , berbangsa, dan bernegara dan juga terkait dengan dinamika kelembagaan.

 

Berkaitan dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Agus Widjojo mengaitkan dengan Pemilukada yang akan dilangsungkan secara serentak di 171 daerah di Indonesia tahun 2018 ini. Menyikapi suhu politik yang akan mengingkat nantinya, Agus Widjojo mengingatkan Lemhannas untuk terus bersikap bijak dan cerdas terhadap upaya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang bertujuan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

 

Selain itu, Agus Widjojo juga menyampaikan hak-hal terkait kelembagaan seperti capaian anggaran Lemhannas RI pada Tahun Anggaran 2017 yang mencapai 96,71 persen. Walaupun serapan tersebut mengalami penurunan dibandingkan Tahun Anggaran 2016, Agus Widjojo tetap mengapresiasi upaya maksimal seluruh anggota Lemhannas RI.

 

Agus Widjojo juga terus mendorong seluruh unit kerja di Lemhannas RI untuk mengoptimalkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian hingga pengawasan di setiap unit kerja secara cermaat. Sinergi dan soliditas antar unit kerja, jelas Agus Widjojo, juga harus terus dijaga dan ditingkatkan.

 

Terkait dengan Jakarta Geopolitical Forum 2018 yang ke-2 yang akan diselenggarakan pada bulan September mendatang, Agus Widjojo meminta tim kepanitiaan untuk terus mematangkan persiapan agar Jakarta Geopolitical Forum 2018 dap[at berjalan lebih baik dari Jakarta Geopolitical Forum 2017.

 

Sebelum menutup sambutannya, Agus Widjojo menekankan mengenai pemeriksaan BPK RI. Seluruh unit kerja, lanjut Agus Widjojo, diharapkan mampu mendukung kelancaran pemeriksaan pengelolaan keuangan negara Tahun Anggaran 2017. “Persiapkan seluruh data dukung pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja dan anggaran Tahun Anggaran 2017 yang telah kita laksanakan. Sajikan secara terbuka dan transparan,” pungkas Agus Widjojo.

“Bulan Desember lalu kita sudah melalui satu hari untuk perempuan indonesia yakni hari ibu yang identik dengan memberi bunga, sungkeman, yang sebetulnya bisa dilakukan tidak hanya setahun sekali tapi setiap hari, dan hari ibu dimaknai sebagai hari kebangkitan perempuan indonesia yaitu mempunyai peran yang sama dengan kaum pria “ ujar Ninik Agus Widjojo selaku Ketua Perista (Persatuan Istri-Istri Anggota) Lemhannas RI dalam sambutannya pada kegiatan pertemuan rutin Perista Lemhannas RI di Ruang Dwiwarna Purwa, Gedung Pancagatra Lemhannas RI, Selasa (16/1) siang. Kegiatan pertemuan rutin Perista di awal tahun 2018, dihadiri pula oleh Wakil Ketua Perista Rina Bagus Puruhito, anggota perista dan PNS wanita, wanita TNI, beserta Polwan.


Pada pertemuan tersebut, Dewi Iriati hadir sebagai pemapar materi yang menampilkan Keterampilan Kain Perca. Dewi menjelaskan dan memberikan contoh pembuatan keterampilan kain perca dihadapan seluruh peserta kegiatan diantaranya cara membuat cermin dengan frame berbahan kain perca.

 

Dewi Iriati yang juga merupakan seorang ibu rumah tangga menilai bahwa keterampilan kain perca ini dapat juga meningkatkan perekonomian keluarga. Semangat untuk memulai hobi seperti keterampilan kain perca ini, lanjut Dewi Iriati, akan menghasilkan sebuah produksi kerajinan tangan yang bermanfaat. Hasil Keterampilan kain perca tersebut selanjutnya dapat berpotensi menghasilkan tambahan pemasukan.  "Kegiatan keterampilan kain perca ini menjadi salah satu bentuk keterampilan yang sangat sederhana tapi sangat bermanfaat bagi banyak orang, terlebih jika dapat menghasilkan pemasukan," ujar Dewi Iriati.


Acara Pertemuan Rutin Perista ini kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan keterampilan kain perca yang diikuti oleh seluruh anggota Perista dan diakhiri dengan  pemberian tali kasih, pembacaan doa, ramah tamah dan pembagian doorprize.