LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Berita

Berita (434)

 

Lemhannas RI mengadakan RTD tentang Konsolidasi Tim Pokja Labkurtannas dan Perumusan Isu Strategis 2017 di Ruang Kresna,  Gd.  Astagatra Lt.  IV,  Lemhannas RI pada Rabu (25/1). 

 

RTD ini diawali dengan laporan Ketua Labkurtannas Prof.  Miyasto.  Dalam Laporannya,  Prof.  Miyasto menjelaskan mengenai tugas dan fungsi Labkurtannas serta data-data  yang harua diukur untuk mendapatkan indeks ketahanan nasional yang menunjukkan potret ketahanan nasional.  Dengan adanya potret ketahanan nasional tersebut,  lanjut Prof. Miyasto, dapat dirumuskan isu-isu strategis yang menonjol. Isu-isu strategis tersebut adalah menurunnya Nilai-Nilai kebangsaan dan toleransi, sinergi kebijakan antar sektor dan antara pusat dan daerah, pelayanan birokrasi,infrastruktur wilayah, ketahanan pangan, energi, dan air bersih, pengangguran dan beberapa isu lainnya.

 

Dalam sambutannya, Agus Widjojo menyebutkan bahwa pada tahun 2016 ini, indeks ketahanan nasional Indonesia cenderung meningkat dibandingkan dengan indeks ketahanan nasional di tahun 2015. Namun Agus Widjojo menjelaskan bahwa terdapat isu-isu yang patut diwaspadai yaitu dalam tiga tahun terkahir terdapat kecenderungan penurunan indeks ketahanan nasional pada gatra ideologi, gatra politik mengalami kenaikan namun posisinya masih kurang tangguh, situasi ekonomi Indonesia masih sangat rentan terhadap perubahan ekonomi dunia, tingginya tingkat pengangguran dan ketimpangan sosial , ketimpangan kesejahteraan antar wilayah, gatra sosial budaya yang juga mengalami penurunan.

 

Hal yang dikemukakan oleh Agus Widjojo juga selaras dengan yang diungkapkan oleh narasumber dalam RDP tersebut. Mantan Kepala Badan Informasi Geospasial Dr. Asep karsidi, M.Sc. selaku narasumber pertama mengungkapkan bahwa di Indonesia terdapat banyak keberagaman. Untuk menyikapi hal tersebut, Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan.

 

Narasumber kedua Prof. Dr. Ir. Rina Oktaviani, M.S., Direktur Internasional Trade Analysis and Policy Studies FEM IPB menyebutkan bahwa untuk meningkatkan indeks ketahanan nasional Indonesia diperlukan aspek-aspek Internasional. Dalam bidang ekonomi, ketahanan pangan menjadi faktor penting untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. selain itu, Rina Oktaviani juga menyebutkan bahwa Indonesia harus mampu meningkatkan daya saing di ASEAN namun tetap fokus dengan keadaan ekonomi Indonesia.

 

Mengenai tingkat pengangguran, Sri Soelistyowati dari Badan Pusat Statistik mengatakan bahwa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi hingga tahun 2030 dan hal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik karena setelah tahun 2030, Indonesia tidak akan mendapatkan bonus demografi. Selain itu, Sri Soelistyowati juga menegaskan bahwa perekonomian Indonesia yang cenderung meningkat tidak berbanding lurus dengan tingkat pengangguran. Maka dari itu, Indonesia harus mengupayakan untuk terus meningkatkan ekonomi Indonesia yang juga memberikan dampak positif terhadap tingkat pengangguran dengan adanya bonus demografi yang berlangsung dalam rentan waktu yang singkat.

 

Di sisi gatra ideologi dan politik, Dr. Ichsan Malik menyebutkan bahwa saat ini di Indonesia sedang terjadi beberapa fenomena yang mempengaruhi menurunnya dua gatra tersebut. Fenomena tersebut adalah saat ini hampir semua kelompok masyarakat sedang merasa terancam. Hal tersebut menyebabkan intoleransi antar kelompok masyarakat. Selain itu, semua kelompok masyarakat merasa dalam posisi tidak adil dan juga adanya stereotype dan prasangka antar kelompok masyarakat. Fenomena tersebut harus segera diatasi dengan cara rekonsiliasi dan membangun rasa percaya antar kelompok sehingga tercipta kebersamaan.

 

Routable Discussion ini kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari para Deputi Lemhannas RI dan juga peserta rapat serta diskusi mendalam mengenai isu-isu strategis tahun 2017.

 

Hadir dalam diskusi tersebut adalah Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., para Deputi, Tenaga Profesional, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, dan tamu undangan.

 

 

Bertempat di Gedung Nusantara II DPR RI pada Senin (23/1), Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo didampingi oleh Jajaran Lemhannas RI menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI. Dalam Rapat Dengar tersebut dibahas mengenai evaluasi pencapaian program kerja Lemhannas RI tahun 2016 dan rencana program kerja tahun 2017.

 

Agus Widjojo dalam RDP tersebut melaporkan jumlah anggaran kerja Lemhannas RI pada tahun 2016 setelah mengalami penghematan, efisiensi dan penambahan anggaran. Jumlah anggaran tersebut, lanjut Agus Widjojo, diserap sebanyak 99,3 % yang digunakan untuk melaksanakan tiga program Lemhannas RI seperti program dukungan manajemen dan tugas teknis lain, program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Lemhannas RI, dan program pengembangan ketahanan nasional.

 

Selain itu, Agus Widjojo juga menjelaskan mengenai rencana program kerja Lemhannas RI pada tahun anggaran 2017 melalui pembagian anggaran pada tiga program Lemhannas RI. Program pertama adalah program dukungan manajemen dan tugas teknis lain yang dibagi ke dalam lima biro yaitu Biro Humas, Biro Kerjasama, Biro Umum, Biro Perencanaan dan Keuangan serta Biro Telematika. Program kedua adalah program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Lemhannas RI yang dilaksanakan oleh Inspektorat Lemhannas RI. Program terakhir adalah program pengembangan ketahanan nasional yang dibagi ke dalam tiga kedeputian yaitu Kedeputian Pendidikan Tingkat Nasional, Kedeputian Pengkajian Strategik, dan Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan.

 

Anggaran tiap kedeputian tersebut, lanjut Agus Widjojo, akan digunakan untuk melaksanakan program kerja masing-masing kedeputian. Kedeputian Pendidikan akan melaksanakan PPSA XXI, PPRA LVI dan P3DA. Anggaran Kedeputian Pengkajian Strategik akan diunakan untuk melaksanakan pengkajian yang bersifat konsepsional dan strategis terhadap isu-isu strategis, melakukan pengukuran indeks ketahanan nasional, dan melaksanakan Jakarta Geopolitics Forum. Kemudian, alokasi anggaran pada Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan akan digunakan untuk melaksanakan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, POLRI, birokrat, tokoh daerah, tokoh adat, akademisi, tokoh profesi, dan ormas daerah, melaksanakan Training of Trainers, serta dialog kebangsaan.

 

Pemaparan tersbeut kemudian dilanjutkan dengan pelaporan mengenai hasil sementara pemeriksaan awal BPK RI yang disampaikan secara mendetail oleh inspektur Lemhannas RI.

 

Selain tiga hal pokok tersebut, Agus Widjojo juga menyampaikan prestasi yang diraih oleh Lemhannas RI yaitu penghargaan menteri keuangan atas keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2015 dengan capaian standard tertinggi dalam akutansi dan pelaporan keuangan pemerintah, penghargaan menteri keuangan atas  kontribusi dalam pengelolaan penerimaan bukan pajak (PNBP), pigaram penghargaan dari menteri keuangan atas ketertiban pelaksanaan kewajiban perpajakan tahun anggaran 2016, serta HakPaten kekayaan intelektual dalam hal Labkurtannas dari Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Kemenkumham.

 

Rapat Dengar Pendapat tersebut dilanjutkan dengan diskusi terbuka dengan DPR RI.

 

 

Perwakilan Alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) angkatan IV tahun 2014 Lemhannas RI melakukan audiensi dengan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di Ruang Tamu Gubernur, Gd. Tirgatra Lt. I, Lemhannas RI pada Rabu (18/1).

 

Dalam audiensi tersebut, salah satu perwakilan alumni Taplai menyebutkan bahwa menyikapi situasi di masyarakat saat ini, para alumni Taplai ingin mengadakan sharing atau open discussion dengan publik dengan melibatkan beberapa pihak termasuk Lemhanans RI. Sebelumnya, para alumni Taplai angkatan IV telah mengadakan seminar kebangsaan di Universitas Indonesia dengan pembicara dari Lemhannas RI. Dalam diskusi terbuka ini, diharapkan dapat membahas isu-isu yang aktual dengan masyarakat luas.

 

Agus Widjojo menanggapi positif hal tersebut dan berharap bahwa hal tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat. Audiensi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi lebih lanjut.

 

Mendampingi Gubernur Lemhannas RI dalam audiensi tersebut adalah Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto, Kepala Biro Kerja  Sama Brigjen TNI Ivan Ronald Pelealu, Kepala Biro Humas Laksma TNI E. Estu Prabowo, M.Sc., dan Direktur Program dan Pengembangan Pemantapan Brigjen Pol. Drs. Rafli, S.H.

 

 

Ketua Umum ALPEKSI (Asosiasi Lembaga Peningkatan Kapasitas SDM) Ridwan Daali, S.E. didampingi oleh Sekretaris Jenderal ALPEKSI H. Arfah Said Arsyad, A. Md. Melakukan Audiensi dengan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo di Ruang Tamu Gubernur, Gd. Trigatra Lt. I, Lemhannas RI pada Selasa (17/1).

 

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Daali ingin bersilaturahmi dengan Lemhannas RI. Selain itu Ridwan Daali juga menyampaikan bahwa ALPEKSI merupakan asosiasi lembaga peningkatan kapasitas SDM bagi pemimpin daerah melalui lokakarya, bimbingan teknis, seminar, serta workshop. Dengan peningkatan kapasitas SDM itu, ALPEKSI berharap program pemerintah dapat berjalan dengan baik serta terjalinnya hubungan antara yang baik antar pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

 

Saat ini, lanjut Ridwan Daali, sudah terdapat hampir 100 lembaga peningkatan SDM yang bergabung dalam ALPEKSI. Selain itu, ALPEKSI juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi pemerintah. Fokus dari ALPEKSI sendiri, jelas Ridwan Daalii, pada peningkatan SD aktor-aktor pemerintahan.

 

Dalam audiensi ini ALPEKSI berharap dapat mengirimkan anggota DPRD hingga aparatur desa untuk memperoleh pembekalan mengenai kebangsaan di Lemhannas RI.

 

Agus Widjojo menanggapi positif hal tersebut sembari menanyakan hal-hal mendetail mengenai peserta yang akan mengikuti pelatihan kebangsaan di Lemhannas Ri serta beberapa hal mendetail lainnya.

 

Audiensi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran ALPEKSI dan Lemhannas RI.

 

 

Bertempat di Ruang Nusantara, Gd. Trigatra Lt. I, Lemhannas RI pada Selasa (17/1), Wakil Gubernur Lemhanans RI Mardya TNI bagus Puruhito, S.E., M.M. mewakili Gubernur Lemhannas RI melantik 20  Pejabat dan melepas 2 Pejabat Eselon III dan IV Lemhannas RI.

 

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Wakil Gubernur menekannkan bahwajabatan bukanlah hak, tetapi kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Jabatan dapat menjadikan seseorang berlaku adil ataupun berlaku tidak baik, semua tergantung dari manajemen dan sikap diri dalam menjalankan sebuah tugas di dalam jabatan.

 

Dalam menjalankan tugas jabatan, lanjut Bagus Puruhito, pimpinan akan memantau dan mengevaluasi kinerja para pejabat yang baru saja dilantik. Oleh karena itu, para pejabat eselon III dan IV harus menampilkan potensi diri sehingga dapat menjalankan tugas yang diberikan dengan baik demi kemajuan Lemhannas RI ke depan.

 

Jabatan eselon III dalam Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dikatakan psebagai jabatan administrator, sedangkan jabatan eselon IV adalah jabatan pengawas. Jabatan administrator bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan serta administrasi pemerintahan, sedangkan jabatan pengawas bertanggung jawab mengendalikan pelaksanaan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh staf atau pejabat pelaksana.

 

Selain itu, dalam sambutannya, Agus Widjojo berpesan agar pejabat eselon III dan IV harus senantiasa mengembangkan kompetensi, meningkatkan wawasan dan kemampuan untuk membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan dengan memegang teguh nilai-nilai dan peraturan yang berlaku.

 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Agus Widjojo menyampaikan selamat kepada para pejabat eselon III dan IV yang baru saja dilantik dan mengucapkan terimakasih atas pengabdian para pejabat yang dilepas dari jabatannya.

 

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Drs. Arif Wachyunadi, para Deputi, Tenaga Profesional, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Pejabat Struktural Lemhannas Ri serta Perista.

 

 

 

Lemhannas RI menggelar acara Taklimat Awal Pemerikasaan BPK RI atas Laporan Keuangan Lemhannas RI Tahun Anggaran 2016 di Ruang Nusantara II, Gd. Trigatra Lt. I, Lemhannas RI pada Senin (16/1). Taklimat Awal tersebut dihadiri oleh Wakil Penanggung Jawab I  Tim Pemeriksa Bpk RI Arief Senjaya, S.E., M.M. A.K., C.A. dan tim pemeriksa BPK RI.

 

 Dalam acara tersebut, Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan sesuai dengan Pasal 23 E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa BPK RI mempunyai tugas untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan, dan tanggung jawab keuangan negara guna mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu, tim pemeriksa dari BPK RI memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat untuk dapat melaksanakan amanah tersebut karena akan dipertanggungjawabkan kepada rakyat melalui DPR RI.

 

Sejak mendapatkan penilaian pemeriksaan atas laporan keuangan tahun anggaran 2014 oleh BPK RI dengan nilai wajar dengan pengecualian (wdp), Lemhannas RI terus berupaya memperbaiki kinerjanya sesuai dengan agenda reformasi birokrasi. Hasil dari perbaikan tersebut dibuktikan dengan diberikannya predikat wajar tanpa pengecualian (wtp) oleh BPK RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2015. “Hal tersebut tidak terlepas dari koordinasi, konsultasi,d an bimbingan dari BPK RI”, jelas Agus Widjojo.

 

Dalam pemeriksaan nanti, lanjut Agus Widjojo, akan muncul dinamika antara tim pemeriksa BPK RI dengan unit kerja Lemhannas RI yang menjadi obyek pemeriksaan. Agus Widjojo berharap kedua belah pihak dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik agar dalam terus menjalin hubungan yang harmonis dengan tetap menjaga dan mengedepankan independensi lembaga pemeriksa.

 

Selain  itu, Agus Widjojo mengharapkan kepada seluruh pimpinan unit kerja di lingkungan Lemhannas RI yang menjadi obyek pemeriksaan agar membantu sepenuhnya pelaksanaan pemeriksaan BPK RI melalui kerja sama yang baik dengan menyediakan dokumen dan informasi yang menjadi lingkup pemeriksaan tim pemeriksa BPK RI.

 

Agus Widjojo juga meminta kepada setiap unit kerja untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan oleh tim pemeriksa BPK RI sehingga dapat mempermudah proses  pengambilan opini oleh BPK RI terhadap pengelolaan anggaran negara oleh Lemhannas RI. selanjutnya, para pimpinan unit kerja dapat segera menindaklanjuti temuan BPK RI agar proses penyelesaian pemerikasaan dapat berjalan dengan lancar. Acara tersebut ditutup dengan ucapan selamat bertugas kepada tim pemeriksa BPR RI dan foto bersama.

 

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Marsama TNI Yoyok Yekti Setyono memberikan paparan dalam workshop mengenai penyusunan baseline dan program prioritas Lemhannas Tahun Anggaran 2018 setelah apel pagi rutin di Auditorium Gadjah Mada, Gd. Pancagatra Lt. III pada Senin (16/1).

Dalam workshop yang akan diselenggarakan selama dua hari tersebut, Yoyok mengatakan bahwa Lemhannas RI harus mulai menyusun program priritas dan baseline yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018. Program tersebut, harus diseusikan dengan kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah.

Selain baseline dan program prioritas, setiap anggota unit kerja juga harus menyusun program kerja baru yang tidak termasuk dalam baseline maupun program prioritas. Jika tidak ada program kerja baru, maka baseline unit kerja tersebut sama dengan program kerja rutin atau program kerja yang dilakukan berulang setiap tahunnya.

Disamping itu, Yoyok juga berharap bahwa hasil serapan anggaran Lemhannas RI dapat dipublikasikan kepada publik melalui berbagai cara, salah satunya dengan Running Text pada televisi. Dengan hal tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui capaian serapan anggaran Lemhannas RI.

 

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Marsama TNI Yoyok Yekti Setyono memberikan paparan dalam workshop mengenai penyusunan baseline dan program prioritas Lemhannas Tahun Anggaran 2018 setelah apel pagi rutin di Auditorium Gadjah Mada, Gd. Pancagatra Lt. III pada Senin (16/1).

 

Dalam workshop yang akan diselenggarakan selama dua hari tersebut, Yoyok mengatakan bahwa Lemhannas RI harus mulai menyusun program priritas dan baseline yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018. Program tersebut, harus diseusikan dengan kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah.

 

Selain baseline dan program prioritas, setiap anggota unit kerja juga harus menyusun program kerja baru yang tidak termasuk dalam baseline maupun program prioritas. Jika tidak ada program kerja baru, maka baseline unit kerja tersebut sama dengan program kerja rutin atau program kerja yang dilakukan berulang setiap tahunnya.

 

Disamping itu, Yoyok juga berharap bahwa hasil serapan anggaran Lemhannas RI dapat dipublikasikan kepada publik melalui berbagai cara, salah satunya dengan Running Text pada televisi. Dengan hal tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui capaian serapan anggaran Lemhannas RI.

 

Bertempat di Ruang Tamu Gubernur, Gd. Trigatra Lt. I pada Jumat (23/12), Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo didampingi Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto, Kepala Biro Humas Laksma TNI E. Estu Prabowo, M.Sc. menerima kunjungan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Indonesia yang diwakili oleh Ketua PSMTI  cabang Jakarta beserta jajarannya.

 

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PSMTI cabang jakarta mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugas mereka di dalam organisasi, para pengurus PSMTI membutuhkan pembekalan yang lebih mendalam mengenai kebangsaan. Oleh karena itu, beliau berharap Lemhannas dapat memberikan training atau pembekalan kebangsaan bagi para pengurus PSMTI. Pembekalan tersebut diharapkan dapat memupuk jiwa nasionalisme kepada pengurus serta anggora PSMTI dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam organisasi yang sesuai dengan Empat Konsensus Dasar Bangsa.

 

Gubernur Lemhannas RI menanggapi positif hal tersebut. Agus Widjojo menyampaikan bahwa mengenai waktu dan durasi pelaksanaan pembekalan bagi pengurus PSMTI  tersebut akan ditindaklanjuti, dibantu oleh Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto. Audiensi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama.

 

 

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo didampingi oleh Laksda TNI Ir. Yuhastihar dan Kepala Bagian Protokoler dan Dokumentasi menyambut kedatangan GMKI (Gerakan mahasiswa Kristen Indonesia) yang diwakili oleh Ketua Umum GMKI Sahat M.P. Sinurat bersama dengan Sekretaris Umum GMKI Alan Cristian Singkali beserta beberapa pengurus GMKI periode 2016-2018 di Ruang Tamu Gubernur, Gd. Trigatra Lt. I, pada Selasa (20/12).

 

Dalam audiensi terseut, Sahat mengungkapkan bahwa GMKI selama ini selain menekankan kerohanian dalam pengkaderan pengurus pengurus serta anggotanya, juga menekankan akan pentingnya nasionalisme. Selain itu, GMKI juga selalu berusaha bersama dengan beberapa organisasi pemuda lintas agama untuk terus mempertahankan kesatuan dan keutuhan Bangsa Indonesia.

 

Agus Widjojo menanggapi positif hal tersebut. Agus Widjojo kemudian menjelaskan secara singkat sejarah Lemhannas RI yang berubah dari Lembaga Pertahanan Nasional menjadi Lembaga Ketahanan Nasional. Ketahanan Sendiri, lanjut Agus Widjojo, diibaratkan sebagai “karet”. “Ketahanan itu seperti karet, begitu ditarik dia akan kembali kepada bentuk semula,” jelas Agus Widjojo.

 

Selain itu, Agus Widjojo juga menyampaikan Core Lemhannas RI yaitu Empat Konsensus Dasar Bangsa ; Pancasila, UUD 1045, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Core tersebut diimplementasikan secara doktriner melalui Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Agus Widjojo juga mengungkapkan bahwa salah Lemhannas RI saat ini memiliki tugas dan fungsi yaitu melakukan pendidikan kepada para calon pemimpin bangsa, melakukan pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi berbagai kalangan serta melakukan pengkajian strategik terkait dengan isu-isu yang terjadi di Indonesia.

 

Agus Widjojo berharap para Pemuda di GMKI dapat mengikuti pelatihan dan pembekalan kebangsaan di Lemhannas RI karena sesuai dengan pendapat Ketua GMKI bahwa peran Non-Negara sangat penting dalam menjaga Ketahanan Nasional.  Audiensi tersebut diakhiri dengan sesi foto