LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Berita

Berita (434)

 

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bekerja sama dengan Lemhannas RI adakan Seminar Nasional dengan tema Pembangunan Olahraga Nasional dan berjudul “Akselerasi Pembangunan Olahraga Prestasi Guna Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam rangka Ketahanan Nasional” di Ruang Dwi Warna Gedung Pancagatra Lt. I, Lemhannas RI pada Rabu (22/2).

 

Dalam keynote speech-nya, Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan bahwa Saat ini prestasi Olahraga Nasional menghadapi tantangan yang tidak mudah seperti masalah sarana prasarana, dana, dan pembinaan atlet. Maka dari itu, Lemhannas RI akan turut serta bersama Kemenpora, KONI, KOI dan instansti terkait akan berusaha untuk memajukan pretasi olahraga nasional karena prestasi atlet nasional juga merupakan aspek penting dalam Ketahanan Nasional Indonesia.

 

“Olahraga prestasi dan ketahanan nasional adalah dua variabel yang menyatakan hubungan sebab akibat yang bersifat tegas bahwa presasi olahraga nasional dapat menumbuhkan kebanggaaan nasional yang merupakan salah satu aspek pembangunan ketahanan nasional,” jelas Agus Widjojo.

 

Hal sejalan juga dikemukakan oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Dr. Raden Isnanto, M.Pd. Raden Isnanto mengatakan bahwa kurang berkualitasnya sarana prasarana yang tersedia, pendanaan dan pembinaa atlet. Selain itu, raden Isnanto juga menyatakan bahwa Kemenpora sedang berusaha membudayakan olahraga kepada masyarakat. Kemenpora juga sedang berupaya untuk membangun 1000 lapangan desa dan memperbanyak fasilitas olahraga di ruang publik.

 

Mayjen TNI (Purn) Toni Suratman, S.I.P. selaku Ketua Umum KONI mengatakan bahwa selain faktor sarana prasarana, dana, dan pembinaan atlet, terhambatnya prestasi olahraga di Indonesia karena kebijakan olahraga yang kerap berubah. Maka dari itu, Toni Suratman  berharqap keadaan tersebut dapat menjadi lebih baik dengan adanya peran pemerintah dalam mewujudkan gerakan olahraga nasional, memperbaiki fasilitas olahraga, meningkatkan pembinaan atlet hingga ke daerah dan menjamin pendanaan peserta.

 

Untuk meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia, Erick Tohir, M.B.A. berpendapat bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum Asian Games 2018 selaku tuan rumah ajang bergengsi tersebut. Dengan awal baik di Asian Games, Indonesia diharapkan mampu memperlihatkan prestasi yang lebih baik di Olimpiade 2020 mendatang.

 

Di sisi lain,Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) IKIP Mataram NTB Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, M.A., Ph. D. Menyatakan bahwa yang paling diperlukan untuk memajukan prestasi olahraga nasional adalah dengan membangun sinergi antar pihak-pihak terkait sehingga pretasi olahraga dapat meningkat dan memperkuat ketahanan nasional Bangsa Indonesia.

 

Selain para narasumber, Seminar Nasional yang dimoderatori oleh Wartawan Senior Kompas Busiarto Shambazy ini juga dihadiri oleh tiga penanggapGuru Besar UPI Bandung Prof. Danu Hoedaya dan mantan Atlet Nasional Indonesia Dr. N. Nurosi Nurasjati, M.Pd. Seminar Nasional tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta seminar yang berasal dari berbagai organisasi olahraga di seluruh wilayah di Indonesia serta Pembacaan hasil Seminar Nasional oleh Tim Perumus.

 

 

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo melantik sejumlah Pejabat Eselon I,II,II, dan IV Lemhannas Ri di Ruang Hening, Gedung Trigatra Lt. I, Lemhannas RI pada Selasa (21/2). Dalam acara tersebut, dilantik 19 Pejabat Eselon yang berasal dari eselon I, II, III, dan IV dan juga dilepas empat Pejabat Eselon II dan III.

 

Dalam sambutannya, Agus Widjojo menyampaikan bahwa Pelantikan tersebut adalah wujud dari dinamika tuntutan penyegaran organisasi yang wajar dan alamiah terjadi dalam setiap organisasi atau lembaga termasuk di Lemhannas RI.

 

Promosi dan rotasi, lanjut Agus Widjojo, disamping dibutuhkan untuk memberikan penyegaran penugasan juga dibutuhkan dalam rangka menghasilkan regenerasi yang mendorong hadirnya inovasi dan gagasan cerdas baru yang menjadi tuntutan dan tantangan dalam pelaksanaan tugas-tugas lembaga yang semakin berat dan kompleks.

 

“Oleh karena itu, saya menaruh harapan besar kepada seluruh pejabat di Lemhannas RI, khususnya yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya, agar senantiasa berupaya kreatif dan inovativ dalam mengelola dinamika penugasan dengan selalu berpedoman pada ketentuan-ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,” jelas Agus Widjojo.

 

Selain itu, Agus Widjojo juga menyampaikan agar para pejabat eselon yang barus aja dilantik dapat menghilangkan ego sektoral dan meningkatkan serta sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi diantara unit-unit kerja agar penyelenggaraan kebijakan program-program kerja lembaga dapat mencapai efektifitas dan efisiensi yang optimal.

 

Sebelum menutup sambutannya, Agus Widjojo mengajak seluruh pejabat eselon I, II, III dan IV untuk berusaha selalu kreatif dan inovatif mengembangkan gagasan-gagasannya dalam mendedikasikan Lemhannas RI kepada bangsa dan negara dengan senantiasa memperhatikan rambu-rambu ketentuan perundangan yang ada.

 

Hadir dalam acara pelantikan tersebut adalah Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M., Sekretaris Utama Komjen Pol Drs Arif Wachyunadi, para Deputi, Tenaga Profesional, Tenaga Pengkaji, Tenaga Pengajar, dan Pejabat Struktural Lemhannas RI.

 

International Chancellor President University Prof. J Scott Younger melakukan kunjungan ke Lemhannas RI pada Kamis (16/2). Kunjungan tersebut diterima oleh Deputi Bidang Pengkajian Strategik Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno M.Agr. yang didampingi oleh Kepala Biro Humas Laksma E. Estu Prabowo, M.Sc. dan Kepala Bagian Kerja Sama International Kol. Lek Rujito di Ruang Tamu Deputi Pengkajian, Gedung Astagatra Lantai VI, Lemhannas RI.

 

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Younger mengatakan bahwa saat ini President University telah bekerja sama dengan Glasgow University. Selain itu Prof. Younger juga mengungkapkan bahwa beliau telah menulis untuk beberapa media seperti Forbes, The Jakarta Post dan jurnal internasional selama 10 tahun terakhir dan sangat tertarik dengan Sustainable Development (Pembangunan yang berkesinambungan).

 

Prof. Younger mengatakan salah satu cara untuk mewujudkan sustainable development adalah dengan tidak hanya berfokus pada bidang keahlian masing-masing. “Untuk mencapai pembangunan yang berkesinambungan, Kita harus memikirkan hal-hal lain diluar keahlian kita entah apapun profesi kita,” tegas Prof. Younger.

 

Maka dari itu, Prof. Younger berharap bahwa Indonesia bisa memiliki lembaga penelitian atau pusat penelitian mengenai sustainable development yang berkerja sama dengan universitas ternama. Prof. Younger juga berharap nantinya Lembaga penelitian tersebut berisi dengan peneliti yang berkaliber internasional dan dapat berguna tidak hanya bagi Indonesia namun juga dunia internasional. Hal tersebut dikarenakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan internasional saat ini dan seterusnya dibutuhkan pengertian yang mendalam mengenai sustainable development.

 

Menanggapi Prof. Younger, Prof Djagal menjelaskan bahwa Lemhannas RI berdasarkan fungsi dan tugasnya tidak jauh berbeda dengan universitas. Hal tersebut dikarenakan adanya program pendidikan, pelatihan dan pengkajian. “Lemhannas RI sebenarnya seperti universitas, ada pendidikan, pengkajian dan juga terdapat multidisiplin ilmu,” ungkap Prof Djagal.

 

Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi mendalam mengenai sustainable development dan ditutup dengan sesi foto bersama.

 

Kepala Bagian Humas Dr. Wahyu Widji Pamungkas,S.Kom., M.M., mewakili Kepala Biro Humas menyambut kunjungan rombngan mahasiswa Muhammadiyah Purwokerto di Ruang Gatotkaca, Gedung Astagatra Lantai III, Lemhannas RI pada Senin (20/2).

 

Dalam kuningan tersebut, Wahyu Widji menyampaikan  selamat datang kepada rombongan mahasiswa Universitas Muhamamdiyah Purwokerto di Lemhannas RI.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Rombongan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto Evi Mirta menyampaikan terimasih kepada Lemhannas RI karena telah menerima kunjungan mahasiswa jurusan keguruan PKN tersebut. Kunjungan yang masuk dalam rangkaian Kuliah Kerja Lapangan kali ini, lanjut Evi, merupakan kunjungan ketiga ke Lemhannas RI.

 

Evi juga mengatakan bahwa kunjungan ke Lemhannas RI ini sangat penting bagi para mahasiswa karena sebagai calon guru khususnya guru pendidikan kewarganegaraan, kunjungan ini merupakan sebuah kkewajiban dalam rangka mencegah atau preventif untuk hal-hal negatif yang saat ini menjadi isu-isu terkini. Maka dari itu, jelas Evi Mirta, para mahasiswa harus mendapatkan penjelasan mengenai kewarganegaraan dari Lemhannas RI.

 

Kunjungan yang dihadiri oleh 21 mahasiswa  dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai sejarah dan tugas fungsi Lemhannas RI dan pemaparan mengenai geopolitik dan kebangsaan oleh Mayjen TNI (Purn) M. Nasir Majid selaku Tenaga Profesional Bidang Ketahanan Nasional.

 

Dalam paparannya, Nasir Majid menyampaikan tugas dan fungsi  Lemhannas RI yaitu sebagai melaksanakan pendidikan calon pemimpin nasional, melaksanakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan, dan melakukan pengkajian strategik.

 

Selain itu, Nasir Majid juga menyampaikan bahwa Lemhannas RI juga memiliki Laboratorium Ketahanan Nasional yang setiap tahun menghitung indeks ketahanan nasional dan selama lima tahun terakhir nilai Pancasila mengalami penurunan dan mendapatkan predikat “Kurang tangguh”. Nasir Majid juga memaparkan mendetail mengenai kebangsaan secara mendetail kepada para mahasiswa.

 

Kunjungan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini ditutup dengan tukar menukar Plakat dan cenderamata serta sesi foto bersama.

 

 

Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan menyelenggarakan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Birokrat dan Diplomat Tahun 2017 yang dibuka di Ruang Pancasila, Gedung Trigatra Lantai III, Lemhannas RI pada Senin (21/2).

 

Pembukaan Program Pemantapan ini diawali dengan laporan Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Dedy Yulianto. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa peserta yang mengikuti Program Pemantapan ini adalah 100 peserta yang terdiri dari 94 birokrat yang berasal dai beberapa kementerian dan enam diplomat.

 

Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M. mewakili Gubernur Lemhannas RI yang secara resmi membuka Program Pemantapan tersebut menyampaikan bahwa sebagai bangsa yang disatukan melalui keberagaman, wawasan nusantara merupakan syarat mutlak yang harus dijaga demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dengan kemajemukan tersebut, lanjut Bagus Puruhito, di satu sisi merupakan kekayaan dalam pembangunan bangsa. Namun di sisi lain menimbulkan potensi konflik jika tidak dikelola denga baik.

 

Menilai dari kondisi sumber daya manusia, Bagus Puruhito menilai bahwa kondisi sumber daya manusia saat ini cukup besar namun belum berkualitas. Hal tersebut ditunjukkan dengan lemahnya mentalitas sumber daya manusia seperti disiplin, budaya, etos kerja, moral, etika serta jiwa nasionalisme dan patriotisme. Maka dari itu, lanjut Bagus Puruhito, terus menanamkan wawasan nusantara dan wawasan kebangsaan menjadi hal yang harus dilakukan.

 

Selain itu, Bagus Puruhito memaparkan bahwa di tengah arus demokratisasi ini penguatan pemahaman nilai-nilai kebangsaan merupakan kebutuhan mutlak agar bangsa ini tidak terjebak dalam euforia demokrasi yang bergerak menjauhi Pancasila. Oleh karena itu, Bagus Puruhito berharap kegiatan yang akan dilaksanakan hingga tujuh hari ke depan dapat membekali peserta dengan materi-materi yang terkait empat Konsensus Dasar Bangsa.

 

“Diharapkan, selesai mengikuti Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini para peserta memiliki kemampuan dalam hal memahami tentang Nilai-Nilai Kebangsaan yang bersumber dari Empat Konsensus Dasar Bangsa yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Bagus Puruhito.

 

Selain itu, Bagus Puruhito juga berharap para peserta dapat memahami paradigma nasional, mampu mengaplikasikan Nilai-Nilai Kebangsaan sesuai peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat dan mampu menyebarluaskan Nilai-Nilai Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

 

Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan ini akan dilaksanakan selama tujuh hari mulai tanggal 20 hingga 26 Februari 2017. Metode yang digunakan dalam pemantapan ini adalah diskusi dan ceramah, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, dan outbound.

 

Hadir dalam Pembukaan Program Pemantapan tersebut adalah Perwakilan Menteri Luar Negeri, Perwakilan Menteri Kominfo, Perwakilan Menteri Agama, Perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Drs. Agus Wachyunadi, Para deputi, Pejabat Struktural dan Tenaga Ahli dan Profesional Lemhannas RI.

 

 

Bertempat di lapangan tengah Lemhannas RI pada Jumat (17/2), dilaksanakan Upacara Bendera yang rutin diselenggarakan pada tanggal 17 tiap bulan. Upacara rutin ini merupakan salah satu contoh kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme, pengabdian, tanggung jawab, disiplin dan pelaksanaan gerakan revolusi mental negara guna mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat yang dilandasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

 

Dalam upacara tersebut Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan bahwa pilkada serentak yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 di tujuh provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota di Indonesia mencerminkan suatu peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia ke arah yang lebih baik. Agus Widjojo lebih lanjut berharap bahwa pasca pemungutan Pilkada ini tidak menimbulkan ekses maupun hal-hal yang memberikan catatan buruk bagi sejarah bangsa ini.

 

Selain itu, Agus Widjojo juga menyampaikan bahwa pada tahun 2017 ini Kedeputian Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional akan melaksanakan program pendidikan tingkat nasional dan juga konsolidasi . Sementara itu, lanjut Agus Widjojo, Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan akan melaksanakan dialog kebangsaan dan Training of Trainers. Pada bidang pengkajian strategik, Lemhannas RI harus mampu meningkatkan kualitas hasil kajian – kajian strategisnya sehingga rekomendasi – rekomendasi yang disampaikan kepada pimpinan nasional adalah tepat, dan dinilai strategis dalam penetapan kebijakan nasional untuk mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dengan berlandaskan prinsip – prinsip gotong royong.

 

Disamping agenda-agenda rutin yang akan dilaksanakan, dalam waktu dekat Lemhannas RI juga akan menggelar Jakarta Geopolitical Forum (JGF) yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 20 Mei mendatang. Maka dari itu Agus Widjojo meminta kepada seluruh unit kerja dan tim pelaksana untuk dapat bersinergi untuk mempersiapkan pelaksanaan forum internasional tersebut.

 

Forum tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi ikon baru Lemhannas. “Kita berharap, Jakarta Geopolitical Forum yang akan diselenggarakan nanti dapat menjadi ikon baru kegiatan Lemhannas berskala internasional yang diadakan secara periodik setiap dua atau tiga tahun sekali.” ujar Agus Widjojo.

 

Sebelum menutup sambutannya, Agus Widjojo meminta kerja sama seluruh unit kerja untuk proaktif membantu kelancaran kerja Tim BPK RI dengan menyiapkan seluruh dokumen dan data dukung yang dibutuhkan. “Ciptakan harmonisasi dan komunikasi dua arah yang konstruktif dan terbuka selama proses pemeriksaan. Semoga Lemhannas RI kembali dapat meraih predikat 'wajar tanpa pengecualian',” tegas Agus Widjojo.

 

Upacara Bendera ini diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional dan Staf Lemhannas RI.

 

 

Saudi Armed Forces Command and Staff College yang diketuai oleh Brigjen Dhafer Mana Alamri melakukan kunjungan ke Lemhannas RI pada Kamis (2/2). Kunjungan tersebut disambut oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dengan melakukan Courtesy Call di Ruang Tamu Gubernur, Gd. Trigatra Lt. I, Lemhannas RI.

 

Setelah melakukan Courtesy Call, kunjungan delegasi Saudi Armed Forces Command and Staff College dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderateri oleh Marsdya TNI (Purn) Surya Dharma, S.I.P.  di Ruang Nusantara II. Dalam sambutannya, Brigjen Dhafer Mana Alamri mengatakan bahwa kunjungan ke Indonesia ini merupakan salah satu kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dalam bidang pertahanan. Maka dari itu, Dhafer Mana Alamri bermaksud untuk lebih mempererat kerja sama dalam bidang militer dan akademi.

 

Selain itu, Alamri juga ingin melihat kemamuan yang dimiliki oleh Indonesia dan bertukar pikiran dengan beberapa lembaga di Indonesia. Alamri juga berharap akan ada perwakilan dari Indonesia yang mengunjungi Arab Saudi untuk bertukar pengalaman.

 

Alamri juga menyampaikan bahwa delegasi yang hadir saat ini adalah para pengajar dari Fakultas Perang. Fakultas tersebut adalah Fakultas tertinggi untuk mencetak para pemimpin militer di Arab Saudi dan para pengajar yang ada di Fakultas Perang berasal dari angkatan bersenjata Arab Saudi.

 

Kemudian, diskusi dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai profil Lemhannas RI. Surya Dharma mewakili Gubernur Lemhannas RI kemudian menjelaskan lebih mendalam mengenai tugas, fungsi, visi, dan misi Lemhannas RI.

 

Surya Dharma menyampaikan bahwa Lemhannas RI merupakan tempat pendidikan tertinggi bagi kader-kader pemimpin bangsa di masa depan.Selain itu, Surya Dharma juga menjelaskan mengenai berdirinya Lemhannas RI.

 

Setelah pemaparan lebih mendalam dari Surya Dharma, acara tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Diskusi ini dihadiri oleh enam Delegasi WAR College Arab Saudi dan delapan perwakilan Lemhannas RI.

 

 

 

Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E.,M.M. mewakili Gubernur Lemhannas RI menyambut kedatangan Jajaran Direktur Eksekutif Bank Indonesia untuk melakukan Courtesy Call di Ruang Tamu Gubernur, Gd. Trigatra Lt. I, Lemhannas RI pada Selasa (7/2).

 

Dalam Courtesy Call tersebut, Perwakilan Direktur Eksekutif Bank Indonesia menyatakan bahwa Bank Indonesia bermaksud untuk membangun Data Center di luar jawa. Hal tersebut dikarenakan informasi merupakan aset yang harus disimpan dengan baik.

 

Bank Indonesia telah mengkaji sepuluh kota di luar jawa yang sesuai sebagai Data Center namun terdapat kota yang berada di perbatasan Indonesia dengan Singapore yaitu Kota Batam.  Melihat kondisi tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia meminta kajian mendalam mengenai kondisi terkini Kota Batam secara mendetail.

 

Bagus Puruhito menyampaikan bahwa Lemhannas melakukan kajian mendetail mengenai ketahanan nasional secara mendetail di tiap-tiap kota di Indonesia termasuk Kota Batam. Bagus Puruhito juga berharap hasil kajian mengenai kondisi Kota Batam dapat membantu kajian yang dilakukan Bank Indonesia untuk membangun Data Center di beberapa Kota di luar Pulau Jawa.

 

Courtesy Call yang ditutup dengan sesi foto bersama ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengkajian Strategik Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr. dan Prof. Miyasto.

 

 

Lemhannas RI resmikan Laboratorium Jajak Pendapat yang didirikan atas kerja sama dengan Telkom di Auditorium Gadjah Mada, Gd. Pancagatra Lt. III, pada Rabu (1/2).

 

Pada peresmian yang dibuka oleh Tenaga Pengkaji Bidang Strategi Mayjen TNI Sunindyo ini Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa jajak pendapat merupakan salah satu metode kajian yang cukup relevan dengan kondisi saat ini. Untuk itu, lanjut Agus Widjojo, kehadiran laboratorium jajak pendapat ini sangat tepat guna mendekatkan berbagai kebijakan Lemhannas RIyang lebih berkualitas dan membumi sesuai dengan harapan rakyat indonesia di tengah situasi demokrasi yang terus mengemuka.

 

Rekomendasi Kebijakan dari Lemhannas Ri merupakan embrio bagi kebijakan Presiden. Maka dari itu, Kedeputian Pengkajian Strategik Lemhannas RI harus mampu menejrmahkan keinginan pemerintah dan harus memiliki kemampuan yang tajam dalam menganalisa arah, tantangan, dan peluang bangsa ini, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yang bersifat tangible ataupun intangible.

 

Agus Widjojo menegaskan pula bahwa peresmian ini dapat menjadi momentum untuk memulai semangat untuk meningkatkan kapabilitas Lemhannas RI.

 

“Saya harap momentum peresmian laboratorium jajak pendapat ini bisa membawa semangat baru dan juga sebagai momentum peningkatan kualitas maupun kapabilitas Lemhannas RI, khususnya kedeputian pengkajian strategik. semangat baru inilah yang bisa menggerakkan kita semua untuk mencapai cita-cita terwujudnya Lemhannas RI sebagai lembaga berkelas dunia (World Class Institution).” Jelas Agus Widjojo.

 

Agus Widjojo juga menjelaskan bahwa semangat baru tersebut harus ditopang dengan peningkatan kapasitas kelembagaan dan kompetensi sumber daya manusia yang kuat serta metode yang relevan dengan perubahan jaman.

 

Peresmian yang diakhiri dengan pengguntingan pita di Laboratorium Jajak Pendapat ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E.,M.M., Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Drs. Arif Wachyunadi, Para Deputi, Tenaga Profesional, Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Pejabat Struktural Lemhannas RI, Staf Lemhannas RI dan para tamu undangan.