LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
Berita

Berita (624)

Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum., kembali memberikan paparan terkait sosialisasi penyusunan rencana kerja anggaran kementerian/lembaga (RKA-K/L) untuk tahun anggaran 2019 yang diikuti oleh pejabat struktural Lemhannas RI, Kamis (25/1) di ruang Airlangga Gd. Astagatra Lemhannas RI. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakandalam rangka meningkatkan hasil evaluasi gubernur terkait proses penyusunan anggaran tahun 2019 mendatang.

Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Biro Perencanaan Keuangan Marsma TNI Antonius Sri Munada, S.E., M.M., yang berharap agar hasil evaluasi dari kegiatan sosialisasi tersebut bisa segera ditindaklanjuti. “Untuk itu, sosialisasi ini akan diberikan asistensi oleh Laksda Agung Purnomo dengan harapan apa yang sudah kita evaluasi kemarin bisa kita tindaklanjuti dan dalam proses penganggaran kita melakukan proses sesuai tahapan dengan didukung dokumen yang diperlukan,” ujar Antonius.


Paparan materi tentang proses perencanaan kegiatan program dan anggaran diberikan oleh Laksda TNI Agung Purnomo, S.H., M.Hum yang merupakan Tenaga Pengajar Bidang Hankam Lemhannas RI. Agung Pramono mengatakan bahwa sudah seharusnya masing-masing unit kerja memiliki rancangan rencana kerja tahun 2019. Rancangan Kerja Tahun 2019 tersebut harus mencakup kegiatan yang akan dilakukan, penambahan, atau bahkan pengurangan volume kegiatan. Menurut Agus Pramono, terdapat dua rincian alokasi dalam proses penyusunan RKA/K/L, yakni tahap reviuw baseline (angka dasar) dan inisiatif baru. “Baseline adalah angka dasar, hal ini tidak boleh berkurang. Hal-hal ini harus menjadi perhatian kita. Kemudian inisiatif baru, sesuatu yang tidak ada menjadi ada,” ujar Agung Pramono.


Agung Pramono juga menegaskan bahwa beberapa hal yang harus menjadi fokus dalam menyusun laporan yang nantinya akan diberikan kepada kementerian keuangan adalah penyertaan arsip/dokumen secara lengkap dan memenuhi kriteria yang ditentukan. Jika ditemukan ketidaklengkapan dokumen pendukung, jelas Agung Pramono, akan terdapat kemungkinan alokasi anggaran dilimpahkan kepada kementerian/lembaga lain.

Puncak Perayaan Natal 2017 Lemhannas RI digelar di Auditorium Gadjah Mada, Gd. Pancagatra, Lemhannas RI, Kamis (24/1) dengan  mengangkat tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu". Acara perayaan natal tersebut dibuka dengan persembahan lagu yang dibawakan oleh Kapten Yosua yang sekaligus sebagai MC acara tersebut bersama dengan Bripka Dewi Sekar Wulan.


Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan rangkaian kegiatan natal dari Ketua Panitia Perayaan Natal, Brigjen TNI Mindarto. Dalam sambutannya Mindarto menyampaikan bahwa sebelum puncak acara pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan sembako dan uang tunai di tiga panti asuhan, yakni Panti Asuhan Pondok Taruna, Rumah Panti Muslimin, dan Panti Asuhan Vincentius Putri serta pembagian kacamata serta handuk gratis. “Perayaan natal ini merupakan bagian dari kegiatan lembaga, terdapat beberapa rangkaian kegiatan, sebelumnya kami telah membagikan kacamata dan handuk gratis kepada seluruh personel Lemhannas RI, dan mengantarkan sembako ke tiga panti asuhan,” ujar Mindarto yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI.

 
Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan anak-anak Pondok Taruna Orphanage yang membawakan permainan angklung serta penampilan dari Paduan Suara Lemhannas RI, dan Paduan Suara TNI AL. Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Mayjen TNI Karsiyanto, S.E. mewakili gubernur Lemhannas RI dalam sambutannya menyampaikan salam hormat dan salam bahagia kepada umat kristiani Lemhannas RI yang merayakan Natal Tahun 2017. “Perayaan natal hendaknya menjadi momentum indah bagi kita untuk menyadari kembali tugas perutusan serta komitmen kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Karsiyanto.


Mengakhiri sambutannya, Karsiyanto menyampaikan bahwa perlunya memahami kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia, sebagai sebuah kekayaan dan anugerah Tuhan yang Maha Besar. “Nenek moyang bangsa Indonesia telah mewariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan kesetaraan juga harus ditingkatkan dan dijadikan dasar etik tatanan kehidupan bermasyarakat, maka isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tidak akan tumbuh dan berkembang di masyarakat,” tambah Karsiyanto.


Pesan Natal disampaikan pula oleh Pastor Romo Hibertus Hartono MSF, serta Doa Syafaat oleh Pendeta Sapta Siagian Mth.

Guna menyusun Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) tahun anggaran 2019, Lemhannas RI mengadakan workshop khusus membahas penyusunan RKA-K/L T.A 2019 serta pengembangan fitur dan pemanfaatan sistem informasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA) bagi pimpinan unit kerja di lingkungan Lemhannas RI. Workshop tersebut menghadirkan dua orang pemapar yakni Direktur Sistem dan Prosedur Pendanaan Pembangunan Bappenas Ir. Basah Hernowo, M.A dan Perencana Muda/ Plt. Kasubdit Sistem dan Prosedur Pendanaan Pemerintah Daerah Bappenas RI Agus Riyanto Kurniawan, S.E., M. Dev. Econ (Adv), Selasa (23/1) di ruang Krisna Gd. Astagatra Lemhannas RI.


Dalam paparan yang disampaikan, Basah Hernowo menyebutkan bahwa dalam penyusunan RKA-K/L tahun 2019, diharapkan adanya kemudahan bagi tiga pihak, yaitu Keuangan, Bappenas, dan Kementerian/Lembaga. Bahkan, Menpan RB akan melibatkan diri dalam menyusun Rencana Kerja di tahun 2019. Pemerintah juga telah menyusun rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2019 yakni dengan menitikberatkan pada pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan yang berkualitas. Selain itu, terdapat lima prioritas nasional yakni pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektifitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif, pemantapan ketahanan energi, pangan dan sumber daya air, serta stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.


Adapun, pengembangan fitur dan pemanfaatan sistem informasi KRISNA adalah sebagai basis data dan informasi untuk perencanaan K/L. Selain itu fitur ini juga menjadi media monitoring & evaluasi, sebagai alat kontrol dan koordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan indikator kinerja, sebagai alat bantu untuk melihat kerangka logis (keterkaitan) antara sasaran dan strategis dengan output yang dihasilkan, juga sebagai alat untuk melakukan analisis (menu laporan / pivot table).

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengirimkan tenaga pendidiknya untuk mengikuti Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) dan pelatihan kepemimpinan di Lemhannas RI, yang berlangsung selama delapan hari, dari tanggal 22-29 Januari 2018 mendatang yang diselenggarakan di Lemhannas RI. Pembukaan Taplai UNS Angkatan II tersebut diselenggarakan di ruang NKRI, Gedung Pancagatra Lemhannas RI Senin (22/1) pagi dengan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Drs.Arif Wachyunadi didampingi oleh Deputi Taplaikbs Laksda TNI Dedy Yulianto.

 

Taplai tersebut diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari 73 orang peserta laki-laki dan 27 orang peserta wanita. Sebagai simbol telah dibukanya kegiatan taplai selama delapan hari kedepan, dilakukan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan peserta oleh Sekretaris Utama Lemhannas RI. Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. yang turut hadir mengantarkan 100 orang tenaga pendidiknya untuk belajar wawasan kebangsaan di Lemhannas RI ersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa tenaga pendidiknya kelak yang akan menjadi penentu arah UNS dimasa yang akan datang. Oleh sebab itu, para tenaga pendidik di UNS Sementara memerlukan wawasan kebangsaan yang baik. “Kami ingin mendapat persepsi bersama, dalam menyongsong visi UNS 2030 menjadi world class university tetapi tetap berbasis budaya luhur nasional terutama nilai-nilai kebangsaan,” kata Ravik.

 

Dirinya menyadari bangsa ini sedang berada di tengah-tengah perkembangan arus globalisasi dan teknologi yang harus dihadapi secara bijak dan sebaik-baiknya. “Saya sebagai pimpinan UNS berpendapat bahwa kedatangan kami ke Lemhannas Insya Allah akan menjadi ‘jamu yang manjur’ didalam usaha kami memantapkan nilai-nilai kebangsaan, dimana kita sedang dilanda perkembangan teknologi yang sangat massif, dan penentu arah masa depan UNS berada ditangan bapak dan ibu semua,” ujar Ravik dihadapan para peserta taplai UNS angkatan II.

 

Sementara Komjen Pol Drs. Arif Wachyunadi dalam sambutannya mewakili gubernur Lemhannas RI menyampaikan kepada peserta agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum perenungan dan introspeksi diri, terhadap wawasan kebangsaan mengingat tenaga pendidik memiliki peran penting dalam memajukan para generasi penerus bangsa.

Selepas apel rutin, Senin (22/1) pagi seluruh pegawai Lemhannas RI mengikuti paparan tentang Rencana Kerja (renja) Lemhannas RI TA. 2019 dan pengelolaan anggaran TA. 2018 oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran Biro Perencanaan Keuangan Kolonel Laut (S) Trismawan Djonisajoko, S.E., M.M. yang mewakili Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan di Auditorium Gadjah Mada Gd. Pancagatra.

 

Tujuan diadakannya paparan tersebut yakni untuk menyampaikan informasi terkait pagu anggaran Lemhannas RI yang nantinya akan digunakan untuk biaya operasional dalam melaksanakan rencana kerja anggaran tahun 2018. Pada kesempatan itu, Trismawan menyampaikan pesan dari‎ Presiden Jokowi saat penyerahan DIPA 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12). Jokowi mengatakan bahwa BPK akan melakukan pemeriksaan laporan keuangan dari tiap-tiap kementerian/lembaga. Trismawan juga berpesan untuk mempertahankan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan diharapkan pula adanya peningkatan kinerja dari Lemhannas RI.

 

Alokasi anggaran yang diterima Lemhannas RI tahun 2018 adalah Rp277.698.000.000 dengan rencana pencapaian kinerja anggaran atau target realisasi sebesar 99 persen, dan pencapaian output 100 persen. Sedangkan, rencana pencapaian kinerja anggaran tahun 2019 tetap dinyatakan 99 persen dengan usulan rencana kerja yang diambil dari Unit Kerja.

 

“Tentunya, rencana ini akan terwujud apabila keikutan peran serta kita dengan selalu memberikan data dan informasi, serta rencana dan program anggaran yang dapat kita komunikasikan dengan memangku perencanaan, juga yang penting adalah ada komunikasi atau terinformasikan Lemhannas kepada pimpinan tertinggi di negara, yaitu Bapak Presiden.” ujar Trismawan.

 

Menurut Trismawan, untuk mempermudah anggaran, tiap-tiap unit kerja harus memperhatikan apakah rencana kerja yang dibuat sudah sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi ataukan belum. “Apabila mendapat dukungan dari presiden, sejalan dengan visi misi, skala prioritas, dan janji pesiden, tentu akan mempermudah Lemhannas RI untuk mendapatkan anggaran yang dibutuhkan, bahkan bisa mendapat anggaran yang lebih besar,” tambah Trismawan.

 

Adapun, semua kegiatan dan pekerjaan yang dilaksanakan harus dapat diukur, sebab suatu organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat diukur kinerjanya, serta kejelasan prosesnya. “Tentu saja, kegiatan-kegiatan Lemhannas RI harus terukur, baik output maupun kualitasnya, baik waktu maupun kuantitasnya,” kata Trismawan.

Pada Jumat (19/1), Panitia Perayaan Natal kembali mengadakan bakti sosial di panti asuhan Vincentius Puteri di Jatinegara, Jakarta Timur. Acara yang di ketuai oleh dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang, M.A.R.S., dan bersama-sama dengan panitia perayaan Natal Lemhannas RI lainnya. Dalam acara ini Panitia menyerahkan bingkisan berupa sembako dan uang tunai yang diterima langsung oleh Ibu Natal sebagai Kepala Panti.  

 

Panti asuhan yang berdiri sejak tahun 1855 ini sekarang di huni oleh 118 anak dari usia SD sampai SMA dengan didampingi oleh 11 orang pengasuh dan 32 orang pegawai panti lainya.

 

Kedatangan Panitia Perayaan Natal Lemhannas RI siang itu disambut dengan hangat oleh anak-anak panti asuhan dengan menyanyikan beberapa buah lagu. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Kegiatan Bakti Sosial  mengatakan bahwa bakti sosial ini bertujuan untuk membagi kasih sebagai bukti kepedulian sosial terhadap sesama tanpa membedakan suatu apapun. Hal tersebutlah yang menjadi alasan sebagai bangsa Indonesia untuk terus maju. Beliau pun berharap kegiatan bakti sosial ini dapat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak panti asuhan. Acara selanjutnya diisi dengan sesi foto dan ramah tamah.

 

 

dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang, M.A.R.S., sebagai Ketua Panitia Kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Perayaan Natal Lemhannas RI, Kamis (18/1) menyerahkan bingkisan berupa sembako dan uang tunai ke Yayasan Rumah Piatu Muslimin (RPM) yang bertempat di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Bersama-sama dengan panitia perayaan Natal Lemhannas RI lainnya, dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang, M.A.R.S. bertemu langsung dengan Ketua Yayasan RPM, Ny. S.Z. Goenawan dan Kepala Panti Masbukin yang pada saat rombongan tiba sedang mendampingi anak-anak panti makan siang bersama.


Penyerahan bingkisan sembako tersebut merupakan kegiatan bakti sosial sebagai rangkaian Perayaan Hari Natal 2017. dr. Corrie Mary Milka Inkiriwang dalam sambutannya mengatakan, pemberian bantuan kepada anak-anak panti asuhan ini sebagai bentuk kepedulian sosial, dan tali kasih tanpa memandang suku, ras, maupun agama. "Dalam hidup berbangsa dan bernegara kita semua sama, tidak membeda-bedakan suku, maupun agama, itulah yang membuat bangsa Indonesia ini unik, karena bisa saling menghargai satu dengan lainnya," yngkap Dr Corrie Mary Milka Inkiriwang. Ia pun berharap apa yang dilakukan oleh panitia bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan RPM.


Yayasan RPM sudah berdiri sejak tahun 1931, dan hingga saat ini sebanyak 58 orang anak usia SD hingga SMA diasuh oleh 10 orang pengasuh.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan taklimat awal atau memberikan arahan dan informasi terkait pemeriksaan keuangan tahun anggaran 2017 dihadapan seluruh jajaran pimpinan Lemhannas RI di ruang rapat Nusantara II, Gedung Trigatra, Kamis (18/1) pagi. Pemeriksaan keuangan akan dilakukan selama dua bulan kedepan oleh tim pemeriksa BPK RI dengan Dr. Heru Kreshna Reza sebagai penanggung jawab BPK. Taklimat tersebut dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo beserta Wakil Gubernur Marsdya TNI Bagus Puruhito.


Agus Widjojo dalam sambutannya berharap agar seluruh pimpinan unit kerja turut membantu dan menjalin kerja sama yang baik dengan tim pemeriksa, agar kegiatan pemeriksaan berjalan dengan lancar. “Guna menjamin kelancaran pemeriksaan mengharapkan pada seluruh pimpinan unit kerja dilingkungan Lemhannas RI agar membantu dalam pelaksanaan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh tim BPK dan menjalin kerjasama yang baik dengan menyediakan dokumen dan informasi yang menjadi lingkup pemeriksaan tim pemeriksa BPK RI,” kata Agus Widjojo.


Sejak mendapatkan penilaian pemeriksaan atas laporan keuangan di tahun anggaran 2014 oleh BPK RI dengan nilai Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lemhannas RI terus meningkatkan kinerjanya sesuai dengan agenda reformasi birokrasi hingga membuahkan hasil dengan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI atas laporan keuangan tahun anggaran 2016. “Hal tersebut tidak terlepas dari koordinasi, konsultasi,dan bimbingan dari BPK RI”, jelas Agus Widjojo.


Heru Kreshna dalam paparannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pemeriksaan ini diantaranya untuk menyesuaikan laporan keuangan Lemhannas RI dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan informasi keuangan, kepatuhan serta efektifitas sistem pengendalian intern.


Heru Kreshna sempat menyinggung beberapa pesan Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2015, 2016, dan 2017, bahwa anggaran harus dapat dipertanggung jawabkan serta terus meningkatkan kompetensi anggaran di masing-masing kementerian/lembaga agar alokasi tepat sasaran.

Kepala Bagian Humas Dr. Wahyu Widji P, S.Kom., M.M. didampingi oleh Kepala Bagian Protokoler dan Dokumentasi Kolonel Laut (P) Eddy Tarjono menerima kunjungan mahasiswa IKIP Veteran Semarang dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan ke Lemhannas RI, Rabu (18/1) di ruang Syailendra, Gedung Astagatra.
 

Rombongan mahasiswa yang didampingi oleh Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prodi PPKn Drs. Srihadi, M.Pd menyampaikan bahwa tujuan kedatangannya kali ini adalah untuk mengenal wawasan kebangsaan serta ideologi Pancasila secara mendalam di Lemhannas RI, sesuai dengan salah satu fungsi kelembagaan yakni pemantapan nilai-nilai kebangsaan. “Kedatangan kami ke Lemhannas RI bertujuan agar mahasiswa yang pada saatnya akan menjadi guru PPKn, akan menjadi ujung tombak dari suatu negara, dapat memahami dan lebih mengenal wawasan kebangsaan, ideologi negara, dan ideologi Pancasila,” ujar Srihadi.


Wahyu Widji mengapresiasi kedatangan para mahasiswa ke Lemhannas untuk belajar wawasan kebangsaan sebagai bekal ilmu dimasa mendatang serta berharap agar dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dan dapat menyerap materi yang disampaikan oleh Tenaga Profesional Bidang Politik Dalam Negeri dan HAM Kisnu Haryo Kartiko, S.H., M.A.. Selanjutnya mahasiswa diperkenalkan mengenai Lemhannas RI melalui pemutaran video profil Lemhannas RI.


Diawal paparannya, Kisnu menjelaskan bahwa bekal wawasan kebangsaan sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. “Wawasan kebangsaan harus dimiliki setiap orang karena sebelum mereka mengetahui halaman rumah indonesia ketahui dahulu halaman rumah sendiri, yang artinya mereka harus mengenal lingkungan sekitar kita sendiri baru memperluas seluruhnya,” ujar Kisnu. Menurut Kisnu Haryo, dengan memahami wawasan kebangsaan, seseorang mampu membangun karakter dan kesadaran terhadap jati diri dan sistem nasional dalam mengelola kehidupan bangsa dan negara.


Selain itu, Kisnu Haryo menjelaskan bahwa ideologi sejatinya serupa seperti organisme yang harus terus dikembangkan. Ideologi mempunyai tiga dimensi yang pertama adalah dimensi realita, lalu dimensi idealisme, dan dimensi fleksibelitas, sama dengan Pancasila yang juga memiliki nilai-nilai sebagai landasan negara Indonesia. Kisnu Haryo menyimpulkan bahwasanya kesadaran membangun NKRI berawal dari wawasan kebangsaan dan pemahaman akan ideologi Pancasila untuk mencapai cita-cita bangsa seperti yang tertuang didalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat. Diharapkan pemahaman akan kebangsaan dan Pancasila ini mampu menjadi tameng dalam menghadapi ancaman-ancaman kebangsaan seperti fundamentalisme, radikal dan terorisme.