LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
12 Februari

Tingkatkan Capacity Building dan Quick Response lewat Forum Berbagi Ilmu

Sharing Academic Forum Berbagi Ilmu (FBI) yang diadakan di ruang Kresna Gd. Astagatra Lemhannas RI, Senin (12/2) pagi dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, didampingi oleh Wakil Gubernur, dan Sestama. Kegiatan tersebut dalam rangka mendiskusikan pembentukan FBI yang bertujuan meningkatkan kapasitas (capacity building) intelektual jajaran Lemhannas RI. Disamping itu untuk memberikan forum wacana bagi perumusan pemecahan masala nyata kebangasaa dan kemasyarakatan yang memerlukan solusi jangka pendek sampai menengah. Diharapkan pula forum tersebut dapat difungsikan untuk menghasilkan quick response.


“Organisasi harus menyesuaikan dengan perkembangan waktu, untuk menjaga kesegaran organisasi melalui regenerasi/kaderisasi. Hal tersebut melalui dimensi usia, tetapi ada juga yang dimensi kebutuhan kualitatif, yaitu apabila dinilai masih memiliki kualitatif masih bisa dipertimbangkan,” ujar Agus Widjojo kepada para peserta sharing academy yang terdiri dari para Tajar, Taji, dan Taprof.


Dengan terbentuknya forum berbagi ilmu tersebut diharapkan mampu memecahkan kebuntuan dalam permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa. Selain itu outcome yang ingin dicapai yakni memberi sumbangan bagi pembagunan bangsa, serta berkontribusi untuk memperlancar penyelenggaraan fungsi pemerintahan. Hasil atau tujuan pendukung yang diharapkan melalui forum ini untuk menghasilkan quick response, serta sebagai sarana pengambilan bahan dalam bank kajian untuk mengisi kebutuhan publikassi di luar dan di dalam Lemhannas.


Menurut Taprof Bidang SKA dan Tannas Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A. mengatakan bahwa pembentukan forum semacam FBI ini sangat baik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan para anggotanya. Namun Prof. Dadan beranggapan bahwa sulit untuk mengkombinasikan antara meningkatkan capacity building dan quick response. “Kalau kita berbicara mau meningkatkan capacity building itu memang bisa schedule dan bisa juga tematik. Tapi kalau quick response itu unstructured, unschedule, dan kita tidak tahu temanya. Dua hal ini adalah sangat sulit mengkombinasikan,” ujar Prof. Dadan.

 
Agus Widjojo mengatakan bahwa kedua hal tersebut tidak harus difikirkan secara kaku, namun yang lebih diutamakan adalah quick response. “Mungkin kita tidak perlu terlalu kaku untuk memecahkan antara keduanya. Ini bisa menjadi satu, dan yang kita utamakan adalah quick response, untuk merespon keadaan saat ini," ujar Agus Widjojo.

Dibaca 54 kali