LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
09 Februari

Tim Kemen Pan-RB Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Lemhannas RI

Pada Jumat (9/1), Lemhannas RI menerima kedatangan Tim Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam rangka menghadiri rapat evaluasi akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi. Rapat yang diselenggarakan di ruang Nusantara II, Gd.Trigatra Lemhannas RI dipimpin oleh Inspektur Brigjen Pol Immanuel Larosa dalam hal mewakili Sestama Lemhannas RI yang pada saat itu berhalangan hadir. Ketua Tim KemenPAN-RB yakni Ronald Andrea Annas hadir sebagai pembicara utama, menjelaskan terkait pentingnya evaluasi kinerja di lingkungan Lemhannas.


Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ronald dalam paparannya antara lain perlu adanya manajemen perubahan dengan menyusun roadmap RB, memiliki quick win yang terkait dengan kurikulum pendidikan reguler PPRA, serta membuat laboraturium pengukuran ketahanan nasional (labkurtannas) yang dapat dijadikan benchmarking atau pembanding dan pusat data bagi instansi lain, serta bisa menunjuk agent of change.


Sedangkan rekomendasi yang bisa digunakan adalah dengan terus menginternalisasikan budaya kerja secara terus menerus di seluruh organisasi, dan meningkatkan peran serta agent of change sebagai penggerak reformasi birokrasi di masing-masing unit kerja. Lebih lanjut Ia menjelaskan mengenai peraturan perundang-undangan. Menurutnya akan menjadi lebih baik jika sudah dilakukan identifikasi, analisis dan revisi terhadap peraturan perundang-undangan yang tidak harmonis, serta memiliki SOP terkait penyusunan peraturan gubernur terus melakukan penyempurnaan terhadap penyusunan produk hukum.


Selain itu perlu dilakukan penataan dan penguatan organisasi dengan menyelesaikan proses reorganisasi yang sedang dilakukan, dan memastikan bahwa reorganisasi yang dilakukan juga mampu menetapkan ukuran-ukuran kinerja yang baik. Kemudian terkait penguatan pengawasan, dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk penanganan kebijakan pengawasan yang sudah ada, melakukan pembinaan kepada unit eselon 1 untuk diajukan sebagai unit kerja menuju WBK dan WBBM serta meningkatkan kapabilitas APIP (dalam hal ini Inspektorat).

Dibaca 216 kali