LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
07 Februari

Yudi Latief : Pancasila jadikan Indonesia Miniatur Dunia

Indonesia dapat dikatakan sebagai miniatur dunia karena jenis keragaman dunia tersebut hadir disini, dan semua itu disimbolisasikan oleh 5 sila Pancasila. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief dalam ceramahnya dihadapan peserta pemantapan nilai-nilai kebangsaan (Taplai) Enterpreneur Organization (EO), Rabu (7/1) pagi di Lemhannas RI.


“5 sila Pancasila tersebut menggambarkan Indonesia sebagai suatu heterogenitas multikulturalisme bangsa ini,” ujar Yudi Latief. Yudi menjelaskan bahwa Pancasila menjadi inspirasi dalam berprestasi, bukan hanya prestasi sebagai individu tetapi menjadi prestasi bersama. Namun permasalahan yang dihadapi bangsa ini yakni cenderung menciptakan pencapaian secara individu, dan sulit untuk mengubah kepada capaian yang berjejaring. “Problem kita justru ketika capaian2 pribadi itu harus berjejaring menjadi suatu kekuatan collectivate,” kata Yudi.


Yudi memberikan gambaran singkat makna dari ke 5 sila Pancasila kepada peserta taplai. Seperti pada sila pertama yang menyiratkan bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan multi agama. Sesuai Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama. Kemudian dalam sila ke dua yang mensiratkan kemajemukan penduduk berdasarkan ras manusia. Sedangkan pada sila ke tiga menggambarkan bangsa ini sebagai bangsa yang beragam, namun pada saat yang sama menyadari akan adanya tautan-tautan persatuan. Penjelasan terkait sila ke empat, yakni mengenai keberagaman partai dan aliran partai politik, serta sila kelima yang menggambarkan kemajemukan dari segi lapisan kelas sosial.


Menurut Yudi, dalam hal membumikan Pancasila didalam kehidupan sehari-hari, pertama-tama penting untuk memahami 5 isu strategis, diantaranya adalah Pemahaman Pancasila, Inklusi Sosial, Keadilan Sosial, Pelembagaan Pancasila, dan Keteladanan Pancasila.

Dibaca 41 kali