LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
30 Agustus

Laporan Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) PPRA LVI Lemhannas RI ke Korea Selatan

Pada 30 Agustus 2017, peserta PPRA LVI menyampaikan laporan Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) ke Korea Selatan. Kegiatan SSLN tersebut diikuti oleh 26 orang peserta PPRA yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Demografi Laksda TNI Ir. Yuhastihar dan didampingi oleh Tenaga Profesional Bidang Strategi dan Kewaspadaan Nasional Mayjen TNI (Purn) Abdul Chasib.

Tujuan SSLN tersebut adalah bagaimana meningkatkan prospek hubungan RI dengan Republik Korea Selatan dalam perspektif pembangunan nasional. Tempat yang dikunjungi oleh PPRA LVI Lemhannas RI adalah KBRI, Instansi Pemerintahan, Pusat Turisme, dan beberapa industri strategis di Korea Selatan. Dalam kunjungan ke Korea Selatan, para peserta mendapatkan gambaran mengenai negara Korea Selatan dalam perspektif Astagatra, sejarah pembangunan Korea Selatan, prospek hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam paparan disampaikan juga mengenai sejarah Korea Selatan dimana kawasan tersebut merupakan wilayah perebutan konflik antara kekuatan Barat dan Timur. Akan tetapi dalam perkembangannya, negara tersebut berhasil keluar dari krisis ekonomi karena kekuatan mental dan perhatian pemerintah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Pertumbuhan ekonomi negara tersebut juga didukung oleh Jepang dan Amerika Serikat baik dalam aspek pertumbuhan teknologi, pengembangan SDM, maupun dukungan finansial.

Pada 2017 ini hubungan Indonesia dan Korea Selatan menginjak umur 44 tahun. Permasalahan hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan adalah masih lemahnya law enforcement, minimnya dukungan infrastruktur, kurangnya informasi, dan masih lemahnya kedua pemerintah dalam menginisiasi kerjasama antar dua negara.

Bagi para peserta, kunjungan SSLN memberikan manfaat antara lain para peserta dalam melihat secara langsung aktivitas obyek strategis yang dikunjungi dan diperoleh informasi akurat. Informasi tersebut di kemudian hari dapat digunakan sebagai bahan kajian strategis tentang perkembangan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan mengenai negara Korea Selatan. Peserta juga mendapat pengalaman yang lebih luas dan mendalam tentang penyelenggaraan pembangunan di negara tujuan sehingga dapat meningkatkan wawasan para peserta, memperluas wawasan dan pengetahuan dalam rangka mendukung pelaksanaan seminar di akhir pendidikan.

Dibaca 493 kali