LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
11 Agustus

Wiranto: “Indonesia Merupakan Driving Force untuk ASEAN”

 

“Sejak terbentuknya ASEAN, peranan Indonesia tidak pernah surut dari tahun ketahun, setiap permasalahan yang terjadi di ASEAN, Indonesia  selalu tampil  aktif  dan bahkan ikut serta dalam memelopori penyelesaian permasalahannya, hal ini menjadikan Indonesia sebagai driving force di ASEAN” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. dalam kuliah umum kepada peserta PPRA LVI dan PPSA XXI Lemhannas RI dengan tema “Peran Indonesia Sebagai Driving Force Stabilitas Politik dan Keamanan ASEAN”, di Ruang Auditorium Lemhannas RI, Jumat (11/8).

 

Wiranto pada ceramahnya menyampaikan, kawasan Asia Tenggara sebelum ASEAN terbentuk merupakan kawasan yang penuh konflik dan gejolak. Negara-negara Asia Tenggara saat itu masih dalam tahap awal nation building yang penuh dinamika internal sebagai negara yang baru terlepas dari penjajahan, meskipun Thailand tidak termasuk negara terjajah, namun tetap saja kawasan tersebut menjadi ajang perebutan pengaruh kekuatan luar akibat Perang Dingin.

 

Kemampuan ASEAN menciptakan dan memelihara stabilitas dan perdamaian di lingkup kawasan telah mampu mendorong kemajuan diberbagai bidang, khususnya dibidang pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, ASEAN dinilai sebagai organisasi kawasan yang sukses apabila dibandingkan organisasi-organisasi kawasan lainnya.

 

Hingga sejauh ini, pencapaian ASEAN dalam bidang pembangunan ekonomi dapat terlihat dari kemampuan ASEAN menjadi kawasan yang lebih kompetitif dalam dinamika perekonomian dunia. Pada tahun 2015, ASEAN tercatat memiliki kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia dan terbesar ke-3 di Asia. Selain itu ASEAN juga merupakan tujuan investasi dunia, sehingga menempatkan ASEAN sebagai kawasan keempat terbesar sebagai penerima modal asing, setelah Amerika Serikat, Hongkong, dan Republik Rakyat Tiongkok. Sehingga Kekuatan ekonomi ASEAN diproyeksikan akan menjadi kelima dan keempat terbesar di dunia pada tahun 2030 dan 2050.

 

Itu semua menunjukkan bahwa ASEAN memiliki prospek yang baik di masa depan sebagai suatu kawasan ekonomi yang lebih kuat, sehingga dengan demikian, secara otomatis akan membantu meningkatkan standar kehidupan rakyat ASEAN. meskipun begitu, prospek tersebut hanya akan menjadi wacana semata jika stabilitas keamanan ASEAN terganggu, baik yang dipicu oleh faktor internal berupa instabilitas negara-negara ASEAN itu sendiri, maupun faktor eksternal yang mampu mendestabilisasi kawasan ASEAN.

 

Lalu bagaiamana peranan Indonesia di ASEAN? Masih menurut Wiranto, Indonesia merupakan negara yang memiliki posisi-posisi yang penting dalam memegang kedudukan di ASEAN. Dalam konteks inilah pandangan tentang bagaimana peran Indonesia sebagai bagian dari ASEAN selama lebih dari 50 tahun sejak berdirinya. Sekaligus juga telah merasakan kemanfaatan berupa adanya stabilitas politik dan keamanan yang terjaga, dimana tentu saja hal tersebut merupakan hasil jerih payah Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya.

 

Hal yang mendasari peranan Indonesia di ASEAN tidak terlepas dari konsistensi dari pemerintah Indonesia yang menjabarkan dari misi Indonesia ada empat, sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-3. yakni: melindungi segenap warga negara Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

 

Sejak terbentuknya ASEAN, peranan Indonesia tidak pernah surut dari tahun ketahun, setiap permasalahan yang terjadi di ASEAN, Indonesia  selalu tampil  aktif  dan bahkan ikut serta dalam memelopori penyelesaian permasalahannya, hal ini menjadikan Indonesia sebagai driving force di ASEAN.

 

Kondisi tersebut harus tetap dijaga, mengingat tantangan keamanan semakin kompleks dan cenderung terus bermunculan, sehingga memerlukan kewaspadaan kita bersama. Ancaman stabilitas dan perdamaian kawasan tidak lagi semata berupa ancaman tradisional, tapi jauh berkembang bersama-sama dengan ancaman non-tradisional, khususnya tidak kejahatan lintas batas.

 

“Indonesia harus terus memegang peranan pada ASEAN, Mengingat masa depan Indonesia adalah masa depan ASEAN, dan sebaliknya, masa depan ASEAN juga masa depan Indonesia. Kemajuan itu terletak pada ikhtiar kita semua, masyarakat Indonesia, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat ASEAN” ungkap Wiranto.

 

Kuliah umum yang digelar kali ini mendapatkan antusias dari para peserta PPRA LVI dan PPSA XXI yang memenuhi ruangan Auditorium Lemhannas RI, setelah melalui proses tanya jawab, acara ini diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Wiranto dan foto bersama.

 

Dibaca 291 kali