LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
11 Agustus

Terorisme dan Laut China Selatan Warnai Diskusi DSCSC Srilanka-Lemhannas RI

 

Rombongan peserta kursus Defence Service Command and Staff College (DSCSC) Srilanka mengunjungi Lemhannas RI dan melakukan diskusi mengenai isu keamanan kawasan di Ruang Airlangga Gedung Astagatra Lt.III Lemhannas RI, Jumat (11/08). Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Tenaga Ahli Pengajar Lemhannas RI Bidang Pertahanan & Keamanan Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum. tersebut, kedua belah pihak terlihat antusias ketika membicarakan masalah terorisme dan Laut China Selatan.

 

Terorisme dan ekstremisme juga menjadi masalah di Srilanka. Salah satu peserta kursus DSCSC menyampaikan pemerintah Srilanka sekarang ini sangat peduli dengan pendidikan generasi mudanya agar tidak terjerumus ke dalam terorisme. Sebagai bagian dari strategi pencegahan, pemerintah Srilanka aktif melakukan diseminasi ke sekolah-sekolah hingga sekolah informal seperti Sekolah Minggu agama-agama di sana.

 

Tenaga Profesional Lemhannas RI Bidang Diplomasi dan Hubungan Internasional, Marsda TNI (Purn) Surya Dharma, S.I.P., menanggapi bahwa Indonesia juga melakukan hal yang hampir sama. “Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Olahraga dan Pemuda, dan Kementerian Agama, para pemuda dibina dengan adanya program deradikalisasi. Selain pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama juga dilibatkan dalam program tersebut,” timpal Surya Dharma.  

 

Selain terorisme, masalah Laut China Selatan juga menjadi hal yang diperbincangkan. Pimpinan rombongan DSCSC  Air Commodore Don Kapila Wanigasooriya RWP RSP & Bar USP MDS menanyakan tentang sikap Indonesia tentang China dan konflik di Laut China Selatan. Menanggapi hal tersebut, Surya Dharma menjawab bahwa Indonesia menganut kebijakan luar negeri bebas aktif yang menjadi tumpuan. “Prioritas Indonesia adalah menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan kawasan. Indonesia selalu berperan sebagai penengah dalam konflik di Laut China Selatan dengan menaati code of conduct,” ujar Surya Dharma.

 

Agung Promono juga menambahkan bahwa Indonesia bukan claimant state dalam konflik Laut China Selatan. “ Indonesia adalah negara non claimant. Indonesia berupaya menciptakan suasana saling menghormati (mutual respect) diantara claimant states,” imbuh Agung.

 

Dalam diskusi ini, dibahas pula tentang diplomasi kultural dan ASEAN. Turut hadir pada diskusi sejumlah pejabat eselon I dan II Lemhannas RI, serta perwakilan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 56 Lemhannas RI.

 

Selain berdisikusi, dalam kunjungannya ke Lemhannas, rombongan DSCSC Srilanka juga berkesempatan bertemu dengan Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Bagus Puruhito dalam courtesy call yang dilakukan sebelum pelaksanaan diskusi. 

Dibaca 224 kali