LEMHANNASRI (c) Telematika Lemhannas RI
07 Juli

BAMAG Indonesia Lakukan Audiensi mengenai Wawasan Kebangsaan dengan Lemhannas RI

 

Jajaran Badan Musyawarah Gereja (BAMAG) Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum BAMAG Indonesia Agus Susanto melakukan kunjungan ke Lemhannas RI dalam rangka melakukan audiensi pada Jumat (7/7). Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur Program dan Pengembangan Pemantapan Brigjen Pol Drs. Rafli, SH. Mewakili Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Ruang Rapat Kedeputian Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, Gedung Astagatra Lantai IV, Lemhannas RI.

 

Dalam kunjungan tersebut, Agus Susanto mengatakan bahwa GAMAG Indonesia adalah kumpulan berbagai gereja Kristen yang berasal seluruh pelosok Indonesia. Agus Susanto mengatakan bahwa saat ini, terdapat kebutuhan mengenai perkembangan keindonesiaan secara massal bagi para pendeta dan pemuda yang tergabung di GAMAG Indonesia.

 

Hal tersebut, lanjut Agus Susanto, dikarenakan banyak nya berita “hoax” yang beredar di media sosial dan menjadi salah satu penyebab hilangnya rasa percaya masyarakat terhadap Indonesia. Agus Susanto menyebutkan bahwa gereja-gereja di pelosok Indonesia yang tergabung dalam Gamag melihat hal-hal tersebut sebagai salah satu ancaman yang dapat memecah belah persatuan Indonesia.

 

Maka dari itu, Agus Susanto berharap para pemimpin gereja dan pendeta untuk dapat mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Lemhannas RI agar sebagai pemuka agama mereka dapat menyebarluaskan wawasan kebangsaan tersebut kepada umat yang merupakan bagian dari masyarakat hingga ke pelosok daerah.

 

Rafli menanggapi positif hal tersebut. Rafli mengatakan bahwa Program Pemantapan yang dilakukan oleh Lemhannas RI bukanlah pendidikan yang bersifat “menggurui” namun bersifat “menggugah” kembali nilai-nilai kebangsaan. Rafli juga menjelaskan mengenai berbagai program pemantapan yang ada di Lemhannas RI dan program yang dapat diikuti oleh para pemimpin gereja dan pendeta di GAMAG Indonesia. Audiensi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan secara lebih dalam.

 

Dibaca 192 kali