Menteri Pertanian: Ketahanan Pangan adalah Kekuatan Negara dan Bangsa

“Bicara ketahanan pangan adalah bicara kekuatan negara dan bangsa,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memberikan ceramah kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 61, Senin (27/7). Syahrul  menyampaikan bahwa negara akan bermasalah apabila ketahanan pangannya bermasalah. “Kekuatan apapun yang kita miliki tidak bisa menjaga negara dengan baik kalau ketahanan pangan kita bersoal,” lanjut Syahrul.

Menurut Syahrul, kekuatan lain akan hanya punya peran dan fungsi yang kuat kalau ketahanan pangannya berjalan dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting peranan ketahanan pangan dan kekuatan negara dalam menyiapkan makanan rakyat Indonesia. Syahrul yakin bahwa Indonesia sebagai negara yang besar memiliki kekuatan karena didukung sumber daya alam seperti pantai, dataran rendah, bukit, dan gunung yang memiliki potensi dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Semua menjadi potensi kita dalam memperkuat ketahanan di dalam rangka menjaga kehidupan negara yang lebih besar kedepan,” ujar Syahrul. Dengan adanya potensi tersebut dan mengingat Indonesia sebagai negara agraris yang dilintasi garis khatulistiwa, Syahrul mengingatkan perlunya tata kelola yang tepat.

Lebih lanjut, Syahrul menyampaikan bahwa posisi ketahanan pangan Indonesia dalam Global Food Security Index (GFSI) 2018 berada pada peringkat 65 yang kemudian pada 2019 naik menjadi peringkat 61 dari total 113 negara. Di sisi lain, pada lingkup ASEAN, Indonesia menduduki peringkat 5 dari 9 negara ASEAN. Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, Indonesia menduduki peringkat 12 dari 23 negara.

Pada kesempatan tersebut, Syahrul juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga berdampak pada ketahanan pangan nasional seperti terganggunya produksi pertanian akibat pembatasan pergerakan tenaga kerja, terganggunya distribusi pangan karena penerapan PSBB dan penutupan wilayah secara terbatas, serta daya beli masyarakat yang menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan menjalankan beberapa kebijakan yaitu meningkatkan produktivitas pangan pokok, memperlancar distribusi pangan, mempermudah akses transportasi, dan menjaga stabilitas harga.

Selain itu, Syahrul menyampaikan bahwa Kepala Ekonomi dan Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Pembangunan Sosial FAO Maximo Torero Cullen meminta setiap negara untuk menjaga kelancaran pasokan makanan. Oleh karena itu, Kementan mengadakan Program Peningkatan Ketersediaan Pangan di Era Tatanan Baru.

Untuk menjalankan program tersebut Kementan melakukan beberapa cara bertindak, pertama adalah peningkatan kapasitas produksi dengan perluasan areal tanam baru. Selanjutnya melakukan diversifikasi pangan lokal yang berbasis kearifan lokal seperti ubi kayu, talas, jagung, sagu, pisang, kentang, porang, dan sorgum. Ketiga adalah penguatan cadangan dan sistem logistik pangan untuk stabilitas pasokan dan harga pangan. Terakhir adalah pengembangan pertanian modern seperti pengembangan dan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam.



Hak cipta © 2020 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749