Pembangunan Nasional Dipengaruhi Mutu SDM, Lemhannas RI Kaji Akselerasi Pendidikan

Berita & Artikel Kamis, 23 Juni 2022, 08:35

Pemerintah telah melakukan berbagai tindakan nyata dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Namun, disparitas masih saja terjadi. Karenanya perlu dicarikan strategi solutif yang mampu memandang dari akar permasalahan sampai dengan rekomendasi solusi kepada pemerintah, kata Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si. pada Kamis, (23/06).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Utama Lemhannas RI saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Kajian Strategik Jangka Panjang tentang Akselerasi Pendidikan Menuju Indonesia Maju 2045 di Lokus Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan kunjungan ke Lokus Provinsi Kepulauan Riau dilaksanakan selama lima hari, yakni dimulai Senin, 20 Juni 2022 hingga Jumat, 24 Juni 2022.

Lebih lanjut, Sekretaris Utama Lemhannas RI menyampaikan bahwa kejadian putus sekolah masih mewarnai proses pendidikan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2021 dari 1000 siswa SD/Sederajat terdapat satu siswa yang putus sekolah. Mirisnya, angka tersebut semakin tinggi seiring dengan semakin tingginya jenjang pendidikan. Pada jenjang Sekolah Menengah/Sederajat, terdapat 11 dari 1000 siswa yang putus sekolah. Tantangan lain dalam pendidikan di Indonesia adalah tingginya persentase anak tidak sekolah. Persentase anak tidak sekolah tertinggi berada pada kelompok umur 16-18 tahun. Dari 100 anak berumur 16-18 tahun, terdapat sekitar 21 anak yang tidak bersekolah menurut data BPS tahun 2021, pungkas Sekretaris Utama Lemhannas RI.

Mencermati hal tersebut, Lemhannas RI memandang perlu dicarikan strategi solutif yang mampu mengurai dari akar permasalahan sampai rekomendasi solusi kepada pemerintah. Analisis kajian terhadap peta jalan pendidikan Indonesia 2020-2035 dinilai perlu dilakukan sebagai upaya merumuskan strategi membangun SDM Indonesia. Hanya dengan SDM yang unggul melalui proses pendidikan yang bermutu, yang membuat pembangunan nasional dapat tercapai dengan baik, pungkas Sekretaris Utama Lemhannas RI.

Turut hadir dalam rombongan tersebut, yakni Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P., Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Hukum dan HAM Lemhannas RI Irjen Pol Djoko Rudi E., S.H., S.I.K., M.Si. Direktur Pengkajian Sosial dan Budaya dan Demografi Lemhannas RI Brigjen Pol Drs. M. Gagah Suseno, Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya Lemhannas RI Tantri Relatami, S. Sos., M. Ikom, Tenaga Profesional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas RI Marsda TNI (Purn) Baskoro Alrianto, M.Sc.

FGD tersebut dihadirkan tiga narasumber dan dua penganggap, yakni Dosen Bahasa Indonesia dan Sastra UMRAH Dr. Atmadinata, M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepri yang juga merupakan Ketua STIT Internasional Muhammadiyah batam H. Arifudding Jalil, S.Ag., M.I.Kom., Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, BPSDM Kepri Dr. Encik Abdul Hajar, M.M., Kepala Balai Guru Penggerak Prov. Kepri Imam Edhi Priyanto, M.M.Pd., serta Widyaiswara BPSDM Kepri Dr. Syamsuardi, M.M. (NA/CHP)


Tag