Tim Kajian Sosial Budaya Lemhannas RI Perdalam Materi Kajian di Provinsi Kepulauan Riau

Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Marsdya TNI Wieko Syofyan bersama sejumlah pejabat dan personel Kedeputian Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI bertolak ke Lokus Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 7 April 2021 sampai Kamis 8 April 2021. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pendalaman materi Kajian Jangka Panjang dengan judul “Optimalisasi Peran Media Sosial Guna Mengembangkan Wawasan Kebangsaan”.

Dipilihnya Provinsi Kepulauan Riau menjadi Lokus kajian karena Provinsi Kepulauan Riau memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Pulau Sumatera dan peringkat ke-4 nasional dengan skor 75.48. Indeks IPM yang tinggi akan menjadi sumbangan yang penting bagi pengumpulan data sebagai acuan bagi daerah-daerah lainnya dalam kaitan optimalisasi peran media sosial di daerah tersebut.

Selama dua hari berada di Provinsi Kepulauan Riau, rombongan Lemhannas RI menyelenggarakan empat Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak. Dari diskusi tersebut, Lemhannas RI diharapkan akan mendapat masukan suatu konsep pemikiran tentang bagaimana optimalisasi penggunaan media sosial untuk menyebarluaskan pemahaman wawasan kebangsaan secara lebih menarik dan informatif, sehingga masyarakat mendapatkan landasan yang kuat dalam berbangsa dan bernegara.

Pada FGD pertama, Lemhannas RI akan berdiskusi dengan pihak Universitas Maritim Raja Aji Haji (UMRAH). Hadir pada kesempatan tersebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMRAH Dr. Oksep Adhayanto, S.H., M.H. dan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Azril Apriansyah, S.T., M.T. sebagai narasumber serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. H. Abdul Malik, M.Pd. dan Presiden BEM UMRAH Rindi Afriadi selaku penanggap. Selanjutnya pada FGD kedua, rombongan Lemhannas RI akan berdiskusi dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau yang Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Riau Irjen Pol. Dr. Aris Budiman M.Si. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, Kabagops Binda Kepulauan Riau Kolonel Chb Komara Manurung, Kepala Bagian Kesbangpoldagri Kota Batam Riama Manurung S.H., M.H., dan Pemimpin Redaksi nukepri.or.id Sholihul Abidin.

Pada hari kedua, Lemhannas RI berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Asisten 2 Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Kepri Syamsul Bahrum, Ph.D, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kepri Hj. Riawina SS sebagai narasumber serta Direktur Utama Batam Pos Online Candra Ibrahim, S.E. dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Putera Batam Dr. Razaki Persada, S.E., M.Si sebagai penanggap. Kemudian diskusi terakhir dilaksanakan dengan Komando Resor Militer (Korem) 033 Wira Pratama/Dam I Bukit Barisan yang dihadiri Kepala Staf Korem (Kasrem 033/WP) Kolonel Inf Enoh Solehudin dan Ketua Umum Pengurus Cabang Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQHNU) Kota Batam Ahmad Jamzuri Saud, S.Pd. selaku narasumber serta Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepri yang juga merupakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah Batam H. Arifuddin Djalil, S.Ag., M.I.Kom dan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hang Nadim Batam Letkol Pnb. Iwan Setiawan, S.A.P. selaku penanggap.

“Media sosial saat ini bahkan sudah menjadi candu bagi masyarakat, hampir tidak ada warga perkotaan yang tidak mengakses media sosial,” kata Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Syofyan. Berdasarkan hasil penelitian, disebutkan setiap hari rata-rata orang menghabiskan waktu 135 menit untuk berselancar di berbagai media sosial seperti, Facebook, Youtube, Twitter, Instagram, Whatsapp dan lain sebagainya. Karakteristik media sosial yang interaktif, menarik, cepat dan mudah diakses menjadikan media sosial mempunyai kekuatan besar dalam membentuk pola kehidupan masyarakat. Bahkan saat ini media sosial dirasa mampu menyebarkan pesan secara revolusioner. Efek yang ditimbulkan dari pesan yang disebarkan dapat menjadi sedemikian luas sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku kolektif masyarakat.

Seiring dengan semakin terbukanya arus informasi, muncul berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut Wieko menyampaikan bahwa tantangan terberat adalah ketika Pancasila sebagai ideologi Negara dan falsafah bangsa tidak lagi menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pancasila merupakan ideologi hidup di tengah masyarakat yang harus selalu dijaga,” ujar Wieko. Keutuhan Indonesia sebagai negara kesatuan tergantung dari bagaimana warga negara menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa.

Wieko menjelaskan bahwa salah satu cara menjaga nilai-nilai Pancasila adalah dengan memberikan pengetahuan wawasan kebangsaan yang lebih luas sehingga masyarakat mendapat pemahaman yang lebih mendalam mengenai visi besar dari sebuah negara, serta memiliki landasan yang kokoh agar tidak jatuh kepada nilai-nilai yang merugikan bangsa. “Perkembangan wawasan kebangsaan diharapkan semakin pesat ketika dapat memanfaatkan segala sarana dan sumber daya yang ada, termasuk media sosial yang saat ini sedang digemari masyarakat,” ujar Wieko. Media sosial dapat digunakan untuk menginformasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan secara luas kepada masyarakat sehingga dapat mendorong masyarakat untuk mengantisipasi nilai-nilai yang merugikan bangsa dan mengadopsi sikap mental yang mendukung terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun, kondisi yang ada saat ini adalah media sosial belum banyak digunakan untuk menyosialisasikan materi wawasan kebangsaan. Proporsi konten yang berisi tema wawasan kebangsaan masih lebih sedikit dibandingkan konten-konten lain yang bersifat hiburan yang banyak di antaranya kurang bermanfaat bahkan dapat memberikan dampak negatif. Padahal media sosial memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai persoalan. “Oleh karena itu penggunaan media sosial untuk menyosialisasikan pengetahuan mengenai wawasan kebangsaan perlu diusahakan agar lebih optimal,” kata Wieko.

 



Hak cipta © 2021 Lembaga Ketahanan Nasional RI. Semua Hak Dilindungi.
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta 10110
Telp. (021) 3451926 Fax. (021) 3847749