|
Selasa 10 Maret 2009, Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Muladi, S.H. membuka Kegiatan Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi unsur pimpinan P.T. PLN (PERSERO) bertempat di gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas RI. Dalam kata sambutannya Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa wawasan kebangsaan bagi bangsa Indonesia yang mempunyai tingkat heterogenitas tinggi sangat strategis. Karena dengan Wawasan Kebangsaan yang merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Kesatuan atau integrasi nasional yang bersifat kultural dan bukan hanya bernuansa struktural, mengandung satu kesatuan ideologi, satu kesatuan politik, satu kesatuan ekonomi, satu kesatuan sosial budaya dan satu kesatuan pertahanan keamanan. Hal ini akan memberikan kesadaran kepada kita sebagai warga negara tentang pentingnya kebersamaan dan solidaritas sosial, karena nilai-nilai yang terkandung dalam wawasan kebangsaan bersumber dari sumber perekat bangsa yang secara lintas diversitas kultural telah teruji oleh sejarah perjuangan bangsa, khususnya menghindarkan bangsa Indonesia dari proses Balkanisasi, yaitu Pancasila, UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan Negra Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai ideologi bangsa, Pancasila merupakan comphrehensive vision atau integrated system of ideals atau nilai dasar komprehensif yang semula ditawarkan oleh Bung Karno dan kemudian kita sepakati bersama sebagai ideologi bangsa, yang tidak hanya kita yakini sebagai perekat kehidupan bersama dan simpul perajut keIndonesiaan, tetapi juga memberikan panduan dan legitimasi kepada kita untuk:
- Melakukan rasionalisasi cara mengelola kehidupan bangsa; - Melakukan evaluasi hal-hal yang baik dan buruk dalam persoalan-persoalan publik; - Mengontrol pelbagai dorong- an untuk berbuat; - Memberikan Justifikasi terha-dap distribusi nilai-nilai dalam masyarakat dan sistem politik itu sendiri; - Sumber kekayaan dan ke-kuasaan. Selanjutnya Gubernur Lemhannas RI mengatakan, bahwa Pancasila lahir dalam situasi emergency di tengah pertarungan ideologi dunia. Namun sesungguhnya merupakan perjalanan panjang pemikiran dan perenungan produktif dari para pendiri bangsa. Dalam merumuskan sebuah ideologi keIndonesiaan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang disusun berdasarkan double track approach, yakni pendekatan inward dan outward looking, tumbuh sebuah konsepsi keindonesiaan yang kompromis, netral dan sesuai dengan karakter keIndonesiaan, yang berpihak kepada nilai-nilai budaya, agama yang konstruktif atas dasar kearifan dan kepentingan bersama. Pada akhir sambutannya, Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa pemantapan wawasan nilai-nilai kebangsaan bagi unsur pimpinan P.T. PLN (PERSERO), diharapkan agar dapat memperkuat kemampuan berfikir komprehensif, integral untuk kepentingan nasional dalam memelihara dan mempertahankan NKRI, pengembangan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas dan partisipasinya dalam pembangunan bangsa guna terciptanya kehidupan nasional yang bermartabat. Kepada para peserta kegiatan pemantapan wawasan nilai-nilai kebangsaan, Gubernur Lemhannas RI berharap agar kesempatan yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna mengoptimalkan segenap potensi bangsa, khususnya kemampuan P.T. PLN (PERSERO) untuk mewujudkan kekuatan nasional di masa depan, yang melihat dirinya tidak hanya sebagai sub-sistem fisik, tetapi juga sebagai sub-sistem abstrak yang penuh dengan konsistensi terhadap pandangan, sikap, perilaku dan filosofi bangsa dan negara. Pengelolaan perusahaan atas dasar prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut disertai semangat good corporate gover-nance merupakan sumbangan yang signifikan bagi pem-bangunan nasional yang masih menghadapi tantangan berat, termasuk di bidang energi listrik, yang selalu menjadi bahan diskusi masyarakat sehari-hari, karena menjadi kebutuhan dasar di kalangan industri maupun, masyarakat umum. terlebih di tengah krisis energi dunia saat ini. |