|
Peringatan Tahun Baru Islam 1430 H di Lemhannas RI  
Peringatan Tahun Baru Islam 1430 H di Lemhannas RI  Jum’at 20 Februari 2009, Warga Lemhannas RI melaksanakan acara Peringatan Tahun Baru Islam 1430 H di gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas RI, dengan tema: "Dengan Muharam Kita Tingkatkan Kepedulian Sosial serta Berbagi Rasa terhadap Kaum Duafa, Fakir Miskin dan Anak Yatim." Dalam kata Sambutan-nya, Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Muladi, S.H. mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam ini mengingatkan kepada kita semua, agar selalu bersyukur dan melakukan instrospeksi, sejauh mana kita telah melaksanakan perintah Allah SWT, dan meninggalkan laranganNya, serta menerapkan sunah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak penting bagi kehidupan, bukan saja bagi sejarah perkembangan Islam selanjutnya, tetapi juga sebagai pembangkit semangat untuk selalu berjuang, agar umat manusia dapat hidup sejahtera dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat dalam ridho Allah SWT. Perjuangan berat Rasulullah dalam menegakkan kebenaran, selalu dihadapi dengan tabah dan tawakal, sedangkan penderitaan dan tekanan yang dialami, justru menambah tekad dan semangat untuk terus berjuang dengan penuh perhitungan dan pertimbangan, sehingga pengorbanan yang diberikan tidaklah sia-sia. Hal tersebut menunjukkan, bahwa semakin tinggi dan luhur cita-cita atau tujuan yang diperjuangkan, maka akan semakin berat pula godaan dan tantangan yang dihadapi. Mengakhiri sambutannya Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa bangsa kita masih perlu banyak belajar, untuk mampu melihat sejarah masa lalu dengan segala kelebihan dan kekurangannya secara objek-tif dan positif, selanjutnya berjuang secara ikhlas dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai perwujudan ibadah kita kepada Allah SWT. Pada peringatan Tahun Baru Islam kali ini, siraman rohani disampaikan oleh KH. Othman Umar Syihab, L.C. yang mengatakan bahwa Hakekat Khalifah ada 4, yaitu Ibadah, taat, syukur, dan tawakal, dengan uraian sebagai berikut : (1) di dalam Ibadah itu, terdapat dua pesan (moral dan sosial), (2) taat kepada segala perintah dan laranganNya, (3) Bersyukurlah hanya kepadaKu (Belajar untuk tidak merasa memiliki sesuatu; Belajar untuk tidak dimiliki oleh sesuatu; dan Berbuat karena sesuatu untuk sesuatu), dan (4) Tawakal, yaitu berserah diri hanya kepadaNya. Mengakhiri ceramahnya, KH. Othman Umar Syihab, L.C. berpesan: "Bersyukur dan berserah dirilah hanya kepada Allah SWT, dan jalani hidup ini dengan membawa manfaat kepada orang lain, bukan malah memanfaatkan orang lain." (Humas) |