Website Resmi Lemhannas RI
 
Website Resmi Lemhannas RI
Website Resmi Lemhannas RI
 
Website Resmi Lemhannas RI
   
Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI
 
UPACARA 17 AGUSTUS 2008 DI LEMHANNAS RI PDF Print E-mail
Friday, 29 August 2008

GUBERNUR LEMHANNAS RI BERTINDAK SELAKU 

IRUP PADA HUT ke 63 KEMERDEKAAN RI  TANGGAL

17 AGUSTUS 2008 DI LAP. UPACARA LEMHANNAS.

 

 

 

Gubernur Lemhannas RI Prof DR. Muladi,S.H, bertindak  selaku Inspektur Upacara pada HUT ke 63 Kemerdekaan RI  tanggal 17 Agustus 2008 bertempat di Lapangan Upacara Lemhannas RI dalam amanatnya mengatakan: dalam suasana suka cita memperingati HUT Kemerdekaan RI ini, hendaknya kita selalu arif dan sadar, untuk menelusuri kembali benang merah perjalanan sejarah bangsa yang sarat dengan bekal dan pembelajaran untuk tumbuh sebagai bangsa yang besar  di kemudian hari, baik dalam kuantitas maupun kualitas.

Gubernur Lemhannas selanjutnya mengatakan bahwa suatu bangsa akan tetap bersatu (Undivided Form), bukan karena ras, bahasa, agama, kepentingan masyarakat atau letak geografi.   Suatu bangsa adalah suatu prinsip yang merupakan suatu jiwa, suatu semangat (Nation is a Soul, a spiritual principle), dua hal yang kelihatannya berbeda tetapi pada hakekatnya adalah pertama  Jiwa terletak pada masa lalu, berupa kepemilikan warisan bersama berupa kekayaan kenangan;  yang kedua  adalah terletak pada masa kini, berupa keinginan kuat dan nyata untuk hidup bersama, yang merupakan keinginan untuk mengabdikan warisan para pendahulu, sehingga suatu bangsa tetap bersatu;  Suatu bangsa merupakan kulminasi usaha/perjuangan keras jangka panjang, rasa pengorbanan (sacrifice), dan pengabdian (devotion) yang diwariskan oleh para pendahulu, yang menjadikan suatu bangsa tetap eksis dan bukan merupakan improvisasi sesaat masa kini, tetapi merupakan karya para pendahulu termasuk karya nenek moyang/leluhur;  Perjuangan yang heroik  masa silam, munculnya orang-orang besar, kemuliaan dan penyesal-an, dan solidaritas dalam skala luas yang dibangun atas dasar rasa pengorbanan merupakan kapital sosial yang mendasari terbentuknya suatu cita-cita nasional dan membentuk kepribadian bangsa dengan semboyan We are What You were, We will be what you are akan menjembatani jiwa patriot;  Kesadaran moral dari suatu bangsa tercipta oleh kumpulan besar dari orang-orang yang berjiwa besar dan hangat serta akal yang sehat.

Selanjutnya Gubernur Lemhannas RI  mengatakan bahwa kapital sosial merupakan norma-norma dan nilai-nilai informal yang bersifat instant, yang menumbuhkan rasa saling percaya (Trust) dan jaringan (Net Working) serta terbentuknya masyarakat madani ( contohnya adalah sikap gotong royong, taat pada komitmen, rasa resiprositas, kejujuran dan solidaritas sosial). Bangsa Indonesia di samping memiliki Kapital Sosial yang bersifat kultural warisan nenek moyang, juga memiliki Kapital Sosial yang bersifat instrumental dan empiris yang terkandung dalam 4 konsensus dasar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Sesanti Bhineka Tunggal Ika (seperti siap berkorban untuk negara tanpa pamrih, cinta damai tetapi lebih cinta pada kemerdekaan dan sebagainya).

Dari analisis para ahli yang membahas tentang kekuatan nasional dan Ketahanan Nasional disimpulkan bahwa tanpa mengesampingkan determinan-determinan lain, hal yang sangat diperhitungkan dan mengandung elemen prediktabilitas dalam hubungan internasional adalah determinan kekuatan ekonomi suatu bangsa dan karakter nasional, tingkat persatuan bangsa dan stabilitas politik. Persoalan mendasar lain yang akan kita hadapi adalah Pemilu Tahun 2009, baik Pemilu Legislatif maupun untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.   Masa kampanye yang lamanya lebih dari 9 bulan harus didukung oleh budaya politik bersifat progmatik yang menjunjung tinggi moral objektifitas, serta menjauhi kampanye negatif.

Selanjutnya  Gubernur Lemhannas RI juga mengatakan: salah satu hal yang perlu dijelaskan pada rakyat secara jujur adalah, bahwa setelah Reformasi disamping masih menyisakan masalah-masalah yang cukup strategis, disamping itu juga pembangunan telah banyak mengalami kemajuan, sehingga rakyat selalu mengalami optimisme, bukan pesimisme.  Sebagai contoh adalah keberhasilan penciptaan perdamaian di Aceh, Maluku, Poso dll;  Surplus beras nasional;  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang intensif;  Penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan;  Komitmen untuk pencapaian anggaran pendidikan 20% pada APBN 2009;  Kenaikan pendapatan perkapita lebih dari US$ 2000 pertahun;  APBN yang lebih dari Rp 1000 Trilliun ;  Tingkat pertumbuhan ekonomi lebih dari 6%;  Hutang kepada IMF yang telah dibayar lunas;  Cadangan devisa lebih dari US$ 60 Milliar;  Peningkatan pembangunan infrastruktur;  Peningkatan kunjungan wisata mancanegara; peningkatan peranan Indonesia di forum-forum  internasional;  Keberhasilan memberantas Terrorisme yang diakui secara internasional;Penyelesaian masalah Timor Timur melalui Komisi Kebenaran& Persahabatan dsb.

Terakhir dalam amanatnya Gubernur Lemhannas RI menegaskan bahwa melalui karya Lemhannas RI kita bangun komitmen untuk membangun sistem kepemimpinan nasional yang kuat dan etikal serta berwawasan kebangsaan.   Selain itu juga melalui kajian-kajian strategis yang menjunjung tinggi kejujuran intelektual, kita ajukan alternatif-alternatiaf pemikiran yang berkualitas dan berorientasi pada pemecahan masalah nasional, yang kiranya akan bermanfaat bagi langkah-langkah pimpinan nasional dalam pengambilan keputusan.

Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur, Sekretaris Utama, Sekretaris Dewan Pengarah, para Deputi, Tenaga Pengajar dan Pengkaji, serta seluruh pejabat baik struktural maupun fungsional Lemhannas RI dan segenap warga Lemhannas RI serta para peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke XLII Lemhannas RI Tahun 2008.  (Humas & Telematika)


Ket. Gbr.  Kelompok Pejabat Struktural & Fungsional (Eselon I & II) Saat mengikuti Upacara

Peringatan HUT ke 63 Kemerdekaan RI Bertempat  di Lapangan Upacara Lemhannas RI.

 

Terakhir diupdate ( Friday, 29 August 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
 
Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI
 
  Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI  
   
© 2010 Website Resmi Lemhannas RI
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.