|
 DELEGASI CDSS (CENTRE FOR DEFENCE AND STRATEGIC STUDY) AUSTRALIA BERKUNJUNG KE LEMHANNAS RI (SELASA, 10 JUNI 2008)
Selasa 10 Juni 2008 Marsda TNI Surya Dharma, S.Ip, mewakili Gubernur Lemhannas R.I. menerima kunjungan delegasi CDSS (Centre for Defence and Strategic Study) Australia yang berkunjung ke Lemhannas RI, rombongan dengan 2 orang staff dan 9 orang peserta CDSS dari New Zealand, Philipina, Qatar dan Vietnam. Pendamping Brigjen Ian Errington (Athan Australia) dan 4 orang staff kedubes Australia. Kunjungan ke Lemhannas R.I. dalam rangka Studi Strategis diisi dengan diskusi bersama para pejabat dan peserta didik PPRA Lemhannas R.I. Pertemuan dan diskusi dipimpin oleh Marsda TNI Surya Darma S.Ip. Hadir dalam diskusi tersebut Tajar Lemhannas RI Mayjen (Purn) Panji Susilo, DR.Rosita Noor, MA, Ir Paul Courtier dan Kabagprotdok Rohumas Kol Cpl Ir.Bachtiar Hasibuan, M.Eng, MPM. Peserta PPRA XLI diwakili Briglen TNI Arief Rahman, Laksma TNI Williem Rampangi Lei, Marsma TNI Syahrul Ansori, Kol.Cpl.Ir.Nurdiyanto, Kombes Pol Drs.E.Widyo Sunaryo, Kombes Pol Drs.Sugeng Prayitno, Bobby R Mamahit, Ir.Emmy Perdanahari,ME, PhD, Erie Sudarmo,ME,PhD dan Lambok Siahaan, MBA. Diskusi diawali dengan sambutan dan presentasi singkat tentang Lemhannas RI oleh Marsda TNI Surya Darma,S.Ip, dilanjutkan dengan paparan dari CDSS dan Lemhannas RI. ‘Australian White Paper Defence policy’. Australian CDSS menyampaikan masalah kebijakan dan strategi Australia di bidang ketahanan regional, beberapa hal yang menarik untuk disimak adalah rancangan kebijakan pertahanan Australia yang terkait dengan sikap atau tindakan campur tangan Australia terhadap negara yang tengah mengalami krisis akut politik dan ekonomi sehingga berada dalam situasi ‘chaostic’ atau istilah mereka ‘the failing regional state’, serta kebijakan ‘preemptive strike’ terhadap kejahatan trans-nasional serta terorisme internasional yang melintas batas wilayah negara. Australia menginginkan agar setiap negara kawasan benar-benar bersikap transparan dan jujur dalam mengembangkan nuklir, dan hanya untuk tujuan-tujuan perdamaian. Sedangkan pembentukan NSSN (Nuclear Sub Sector Network) dalam rangka mengamankan pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai, dan keamanan regional. Global Warming Presentasi oleh Ir. Emmy Perdanahari, ME, PhD peserta PPra XLI Lemhannas RI menyampaikan dampak pemanasan bumi secara umum, dan secara khusus antara lain kenaikan permukaan air laut, badai topan, kekeringan, kebakaran hutan, banjir dan kesehatan masyarakat. Dalam presentasinya Emmy Perdanahari menghimbau perlunya kerjasama antara dua negara untuk mengatasi perubahan iklim, khususnya penanganan bantuan kemanusiaan (humanitarian aid). Disamping itu kerjasama bantuan kemanusiaan ini bisa ditindaklanjuti dengan menempatkannya di bawah payung ASEAN, yang memiliki Task Force khusus di bidang energy yang disebut EAS Task Force. Menurut Emmy yang berasal dari Departemen ESDM, Indonesia telah melakukan mitigasi, diversifikasi, dan subsitusi BBM. Dikatakan pula bahwa emisi gas CO2 di Indonesia bukan berasal dari sector energy, tetapi diakibatkan dari seringnya terjadi kebakaran hutan. Indonesia mengusulkan bantuan bagi program (REDD) pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi. Implementasi Aspek Bantuan Kemanusiaan Bencana Tsunami Aceh Presentasi dilanjutkan oleh Erie Sudarmo, ME, PhD yang juga peserta PPRA XLI Lemhannas RI dengan topik Implementasi Aspek Bantuan Kemanusiaan Bencana Tsunami Aceh. Keterbukaan Indonesia menerima bantuan dan membangun Aceh setelah tsunami bersama organisasi internasional ternyata dibayangi oleh kegiatan yang memanfaatkan kejadian ini untuk memojokkan Indonesia di forum internasional. Disamping itu, adanya kegiatan intelijen asing yang memanfaatkan kesempatan, fasilitas dan kemudahan measuknya personil dan barang bantuan kemanusiaan ke Aceh. Pelajaran yang dapat dipetik dari kasus Tsunami Aceh adalah Indonesia sangat berterimakasih terhadap para donator, khususnya bantuan Australia, namun harapan ke depan terhadap pihak donator diharapkan menghargai kedaulatan dan faktor keamanan nasional negara yang mengalami bencana dalam memberi bantuan kemanusiaan agar pada saat yang sama, bantuan kemanusiaan dapat mengalir tanpa mempengaruhi stabilitas regional. (Humas)  Ket. Gbr. Pimpinan Rapat Marsda TNI Surya Dharma, S.Ip, menerima Souvenir dari perwakilan peserta CDSS Vietnam disaksikan Pimpinan Rombongan CDSS |