|
 Seminar Kebangkitan Nasional di Lemhannas RI, dengan tema : “Refleksi Satu Abad Kebangkitan Nasional (1908-2008) dan Satu Dasawarsa Reformasi (1998-2008) untuk meningkatkan Daya Saing Indonesia di Era Global dalam Rangka Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Bangsa.” (Rabu, 12 Maret 2008)
Rabu, 12 Maret 2008, Gubernur Lemhannas RI Prof. DR. Muladi, S.H. memberikan sambutan pada acara Pra Seminar ke Dua yang bertemakan: “Refleksi Satu Abad Kebangkitan Nasional (1908-2008) dan Satu Dasawarsa Reformasi (1998-2008) untuk meningkatkan Daya Saing Indonesia di Era Global dalam Rangka Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Bangsa.” Acara dilaksanakan di Gedung Trigatra Lantai III Ruang Nusantara Timur Lemhannas RI. Gubernur di damping oleh Sekretaris Dewan Pengarah dan Sektama Lemhannas RI. Seminar dihadiri oleh Para Deputi, Tenaga Ahli Pengkaji/Pengajardan Tenaga Ahli Profesional Lemhannas RI.dan para pserta seminar lainnya dari berbagai instansi pemerintah dan swasta yang berjumlah 144 pserta. Dalam acara seminar tersebut menampil kan para pembicara sebagai berikut: Arbisanit, Prof. DR. Dorodjatun Kuncorojakti, DR. Muji Sutrisno, Prof. DR. Sri Edi Swasono dan Irjen Pol (Purn) Prof. DR. Farouk Muhammad. Moderator Seminar Mayjen TNI (Purn) S.H.M. Lerrick dan Ir. Kurdinanto Sarah, M.Sc. Dalam kata sambutannya Gubernur Lemhannas RI, menyampaikan antara lain sebagai berikut: “Empat pilar utama yang menjadi nilai dan consensus dasar yang selama ini telah mampu sebagai penopang tetap tegaknya negara kita, yaitu: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dihadapkan dengan pergeseran peradaban dunia yang diakibatkan oleh Globalisasi Politik dan Kultural yang menyertai Globalisasi Teknologi dan Ekonomi. Ekonomi dalam kerangka ini masalah kedaulatan dan keutuhan NKRI akan dihadapkan dengan keinginan sebagian masyarakat memisahkan diri dari NKRI, serta persoalan yang tidak kalah pentingnya. Untuk itu pada saat ini dan di masa mendatang dirasakan betapa perlunya Strategi Pembangunan yang handal dan antisipatif, penguatan manajemen dan kepemimpinan di semua lini. Kebersamaan dan Kerja keras disertai dengan komitmen untuk setia pada Wawasan Kebangsaan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan. Dalam hal ini peradaban (civilization) harus diartikan sebagai individual and national capabilities yang tidak lepas atau tertanam (embedeed) dalam nilai-nilai budaya bangsa.” |