|
Tuesday, 05 June 2007 |
|
Roundtable Discussion Tentang Usaha Kecil Menengah | Gubernur Lemhannas RI, Prof DR. Muladi, SH membuka acara Roundtable Discussion tentang Peran Usaha Kecil Menengah dalam memperluas Lapangan Kerja dan meningkatkan Ekonomi Rakyat pada hari Kamis tanggal 5 April 2007 pukul 09.00 WIB bertempat Gedung Asta Gatra Lantai III Barat Lemhannas RI, Yang dihadiri oleh Wagub, Sektama, Para Deputi dan undangan, sebagai pembicara adalah Moch. Razikun, SE. AKT, DR. Ardi Partadinata, MH, Msi dan Andang Setyobudi, sebagai penanggap adalah Prof. DR. Hikmahanto Juwana, SH. LLM. PhD. Faisal Basri. Ayip Muflich, M.Si Staf Ahli Lemhannas RI sesuai dengan bidang masing-masing, dan moderator adalah Marsma TNI Dik Dik Amir Hasan, S.IP. MM. |
Dalam Keynote Speech Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa peran usaha kecil dan menengah (UKM) dalam perekonomian indonesia pada dasarnya sudah besar sejak dulu, namun sejak krisis ekonomi indonesia, peran UKM meningkat tajam yang mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Meskipun peran UKM dalam perekonomian indonesia adalah sentral, namun kebijakan pemerintah maupun pengaturan yang mendukungnya sampai sekarang dirasa belum maksimal. Hal ini dapat dilihat bahkan dari hal yang paling mendasar seperti defenisi yang berbeda untuk antar instansi pemerintah. Demikian juga kebijakan yang diambil yang cenderung berlebihan namun tidak efektif, hingga kebijakan menjadi kurang kompre-hensif, kurang terarah, serta bersifat tambal-sulam. Krisis ekonomi hebat yang melanda negeri ini selama beberapa tahun terakhir dapat menimbulkan pening-katan angka kemiskinan sangat tajam. Usaha besar dan konglomerasi menjadi carut-marut. Walaupun kini sedang berupaya untuk menata kembali, hal itu tidak semudah seperti yang diper-kirakan. Justru menjadi suatu paradoks yang patut dicermati, selama krisis ekonomi berlangsung sektor usaha kecil dan menengah survive dan diakui bisa bertahan untuk menggerakan perekonomian nasional. Selama krisis usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi primadona yang diharapkan bisa membangkitkan kembali perekonomian. Pokok permasalahan dalam hal ini adalah sampai seberapa jauh dapat diusahakan pembinaan UKM yang komprehensif dan integral dalam kerangka ketahanan nasional, dengan semangat ”good corporate governance” sehingga UKM dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap suksesnya pembangunan Nasional (triple track strategy). |
|
Terakhir diupdate ( Sunday, 24 June 2007 )
|