Website Resmi Lemhannas RI
 
Website Resmi Lemhannas RI
Website Resmi Lemhannas RI
 
Website Resmi Lemhannas RI
   
Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI
 
Workshop PDF Print E-mail
Thursday, 29 October 2009

Workshop Permodelan Sistem Ketahanan Nasional dan Simulasi Pengambilan Kebijakan Publik serta Pembahasan Rancangan Naskah Mou antara Gubernur Lemhannas RI dengan Gubernur Provinsi Seluruh Indonesia

 

 

a        Selasa 27 Oktober 2009 bertempat di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas RI,  Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Muladi, S.H. membuka Workshop Permodelan Sistem Ketahanan Nasional dan Simulasi Pengambilan Kebijakan Publik serta Pembahasan Rancangan Naskah Mou antara Gubernur Lemhannas RI dengan Gubernur Provinsi Seluruh Indonesia. Workshop yang akan berlangsung dua hari tersebut diikuti oleh para Kepala Bappeda Provinsi, Kepala Biro Pusat Statistik Provinsi dan para wakil Perguruan Tinggi dari 33 Provinsi seluruh Indonesia.

        Dalam kata sambutannya, Gubernur Lemhannas RI menegaskan kembali  tentang fungsi Lemhannas RI atas dasar Perpres No. 67 Tahun 2006, yang mempunyai empat fungsi utama, Pertama, mendidik calon-calon Pimpinan Tingkat Nasional baik dari kalangan Ahli, TNI, Polri, maupun NGO dan organisasi-organisasi sosial lainnya; Kedua, melakukan ber-bagai kajian strategis sebagai bahan masukan kepada pimpinan nasional untuk pengambilan keputusan baik diminta maupun tidak diminta; Ketiga, bertugas secara koordinatif dalam rangka memantapkan nilai-nilai kebangsaan; Keempat,meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga setara, baik dalam maupun luar negeri.

        Dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya Lemhannas RI, antara lain menggunakan beberapa pendekatan berdasarkan pemikiran-pemikiran yang bersifat historical: melalui pendekatan geopolitik, yaitu Wawasan Nusantara sebagai suatu kesatuan yang tidak hanya teritorial, tetapi juga merupakan suatu kesatuan ideologi, politik, sosial-budaya, pertahanan dan keamanan, serta geostrategi dalam konteks Ketahanan Nasional yang menganalisis permasalahan-permasalahan nasional. Pada intinya permasalahan-permasalahan nasional tersebut dapat dilihat dari berbagai dimensi, Pertama, Dimensi yang bersifat statis dalam bentuk letak geografi, karakter demografi, dan sumber kekayaan alam. Kedua, Dimensi yang bersifat dinamis yaitu: ideologi, politik, sosial-budaya, pertahanan, dan keamanan. Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa masing-masing determinan tersebut terdiri atas sub gatra yang terkait dengan tiga pinsip utama, yaitu: a. interdepedensi antar subsistem tersebut, b. bersifat dinamis dan situasional. Kesemuanya itu bila dikaji dengan perbandingan antar negara, merupakan indeks daya saing yang digunakan sebagai parameter.

        Pada saat ini Lemhannas RI sedang berusaha membangun Laboratorium Ketahanan Nasional yang akan berfungsi untuk memantau dan meng-analisis tingkat/indeks Ketahanan Nasional, dan Ketahanan Nasional di Daerah di 33 Provinsi melalui pendekatan berbagai gatra seperti dikemukan di atas.  Disadari sepenuhnya bahwa Ketahanan Nasional kita masih perlu ditingkatkan lagi. Perubahan yang sangat cepat dan kompleks yang terkadang tidak terduga terhadap dinamika lingkungan strategis ternyata sangat mempengaruhi kondisi Ketahanan Nasional Indonesia, baik secara agregat maupun parsial pada masing-masing gatra, seperti terjadinya krisis keuangan global yang sangat unpredictable pada akhir-akhir ini tidak  hanya berpengaruh pada Ketahanan Ekonomi, tetapi secara matriks juga mempengaruhi Ketahanan pada gatra sosial budaya, politik, bahkan keamanan. Demikian juga dengan merebaknya penyakit inveksi menular dan bencana alam, misalnya HIV, H1N1, dan sebagai-nya, tidak hanya memberikan dampak pada penurunan ketahanan di bidang kesehatan yang termasuk gatra sosial-budaya, tetapi juga akan memberikan gangguan yang cukup signifikan pada gatra ekonomi dan politik. Demikian pula masalah bencana alam dan gangguan keamanan akan berpengaruh pada sub sistem pada determinan-determinan yang lain.

        Selanjutnya Gubernur Lemhannas RI manyampaikan, bahwa sampai saat ini kita belum memiliki sistem Informasi yang memadai untuk mendeteksi Ketahanan Nasional tersebut, dan dampak dinamika lingkungan strategis, baik pada tingkat nasional, regional, maupun global untuk kepentingan Ketahanan Nasional. Informasi tersebut merupakan hal yang sangat penting sebagai bahan masukan bagi Presiden dalam mengambil keputusan, sehingga dapat segera menetapkan langkah-langkah antisipatif yang akurat atau Anticipatory Resilience, untuk menghadapi perubahan lingkungan strategis yang terjadi dalam rangka menghindari dampak penurunan Ketahanan Nasional.

        Sesuai dengan fungsi dan  tugas pokoknya, Lemhannas RI merasa berkewajiban untuk membangun sistem informasi tersebut. Sistem ini diharapkan dapat digunakan sebagai early warning system daya saing Ketahanan Nasional, dan Ketahanan Nasional di Daerah, baik secara agregat maupun per-gatra. Oleh karena itu sejak tahun 2007 Lemhannas RI secara bertahap mulai membangun Laboratorium Ketahanan Nasional berbasiskan IT yang salah satu tugasnya adalah membangun suatu sistem deteksi dini terhadap Ketahanan Nasional dan Ketahanan Nasional di Daerah melalui pendekatan gatra.  Laboratorium ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan Lemhannas RI, di samping program-program unggulan lainnya yang harus diselesaikan sampai dengan tahun 2010.

        Pada saat ini dalam rangka meningkatkan kinerja lembaga, Lemhannas telah melakukan revitalisasi dengan berbasis teknologi tinggi, dan ICT. Minimal terdapat lima bidang utama yang dikembangkan, yaitu: E-Office; E-Learning; E-Evaluation; Strengthening Capacity Building dalam rangka Soft Loan dari Spanyol, dan Laboratorium Ketahanan Nasional (Labkurtannas).

        Pembangunan Labkurtannas adalah pengembangan dari Sistem Pengukuran Ketahanann Nasional yang selama ini hanya digunakan sebagai academic exercise bagi peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan dan Program Pendidikan Reguler Angkatan Lemhannas RI untuk mengukur Ketahanan Nasional dan Ketahanan nasional di Daerah pada saat para peserta PPSA atau PPRA melaksanakan Studi Strategis Dalam Negeri. Selain itu dapat digunakan juga untuk mengukur Ketahanan Nasional suatu negara pada saat para peserta melaksanakan Studi Strategis Luar Negeri, dalam rangka benchmarking untuk Ketahanan Nasional Indonesia. Lemhannas RI menginginkan peningkatan manfaat dari sistem tersebut, tidak hanya sebagai academic excercise tool yang lebih akurat, tetapi justeru dapat digunakan untuk early warning system bagi pimpinan nasional tentang Ketahanan Nasional, baik pada tingkat nasional, maupun daerah, juga sebagai salah satu sumber informasi dalam menyusun perencanaan nasional. Bagi Lemhannas RI, laboratorium tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja bidang pendidikan, pengkajian strategis, dan nilai-nilai kebangsaan, sesuai tugas pokok dan fungsi Lemhannas RI.

        Sebagaimana pada tingkat nasional, maka bagi Pemerintah Daerah sistem ini sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai early warning system tentang adanya variable atau gatra yang mengalami dinamika, bahkan kerawanan, tetapi juga dapat digunakan sebagai sumber informasi perencanaan daerah, terutama dalam menentukan prioritas pembangunan. Model sistem pengukuran Ketahanan Nasional, prioritas pembangunan  dapat diarahkan kepada variable-variabel atau kualitas variable-variabel atau gatra yang mempunyai tingkat kerawanan dan bobot strategis tinggi.

        Gubernur Lemhannas RI mengatakan bahwa dalam membangun sistem pengukuran tersebut tidak mungkin dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan pihak lain dalam suatu networking/corporateness dan inter-conected. Oleh karena itu Lemhannas RI sejak awal berusaha mengembangkan sistem ini dengan melibatkan pakar-pakar dari luar Lemhannas RI, sperti dari UI, Trisakti, UNDIP, LIPI, dan lai-lain.  Selain itu Lemhannas RI  juga melibatkan para pemangku kepentingan dari Departemen terkait, seperti Bappenas, BPS, Departemen Kesehatan dsb.

        Mengingat pengukuran Ketahanan Nasional tersebut akan mencakup juga pengukuran tentang Ketahanan Nasional di Daerah, maka Lemhannas RI juga merasa perlu untuk melibatkan institusi-institusi kunci di daerah, dalam hal ini Provinsi, seperti Bappeda, BPS, dan Perguruan Tinggi, untuk bersama-sama mengembangkan sistem tersebut. Lokakarya ini diselenggarakan dalam rangka meminta masukan dari para peserta lokakarya sekalian untuk menyempurnakan draft dari sistem yang sedang dibangun ini. Gubernur Lemhannas RI mempersilahkan para peserta lokakarya untuk mengkritisi, terhadap dimensi, variabel, indikator, parameter, maupun bobot yang terdapat dalam draft tersebut. Selanjutnya Gubernur Lemhannas RI menghimbau para peserta untuk memberikan masukan-masukan kongkrit, sehingga sistem yang sedang di kembangkan tersebut mampu menghasilkan tolok ukur yang akurat bagi pengukuran Ketahannan Nasional dan Ketahanan Nasional di Daerah. Dengan demikian, manfaat hasil pengukuran tersebut menjadi maksimal dan bersifat timbal balik, mutual benefitual.

        Pada akhir sambutannya, Gubernur Lemhannas RI berharap mulai tahun 2010 hendaknya model  ini sudah dapat diimplementasikan, baik di tingkat nasional maupun daerah. (Humas & Telematika)

Terakhir diupdate ( Wednesday, 23 December 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
 
Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI
 
  Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI  
   
© 2010 Website Resmi Lemhannas RI
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.