Website Resmi Lemhannas RI
 
Website Resmi Lemhannas RI
Website Resmi Lemhannas RI
 
Website Resmi Lemhannas RI
   
Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI
 

EXECUTIVE SUMMARY


PENGUATAN SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL DALAM KETATANEGARAAN INDONESIA DI ERA PENERAPAN SISTEM MULTI PARTAI GUNA MEMANTAPKAN SINERGITAS ANTARA LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF UNTUK PERCEPATAN PROSES PEMBANGUNAN NASIONAL

 

    Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan gerakan reformasi adalah berkembangnya kesadaran bahwa persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia bukan semata-mata persoalan orang atau siapa yang berkuasa, melainkan persoalan sistem. Sejarah politik menunjukkan bahwa pada masa berlakunya UUD 1945 sebelum perubahan selalu muncul pemerintahan otoriter karena setiap penguasa selalu mengakumulasikan kekuasaannya dengan menggunakan celah yang terkandung dalam UUD 1945. Oleh karena itu gerakan reformasi tidak sekedar bertujuan mengganti orang yang berkuasa, tetapi mengubah sistem yang dijalankan agar lebih demokratis dengan menutup celah-celah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Salah satu agenda yang menjadi tema bangsa adalah perubahan UUD 1945 untuk memperbaiki sistem politik dan ketatanegaraan agar lebih demokratis. Agenda yang menguat untuk segera diperbaiki adalah sistem pemerintahan yang executif heavy dengan kewenangan yang terlalu besar kepada Presiden. Hal itu menyebabkan sebelum orde reformasi tidak adanya sistem dan mekanisme checks and balances. Dapat dilihat dari besarnya dominasi Eksekutif sampai kepada pembuatan Undang-Undang yang merupakan domain Legislatif, baik dalam tahap proses inisiatif, maupun pengesahan. Itulah sebabnya ketika reformasi membuka peluang bagi dilakukannya perubahan UUD 1945, maka suara masyarakat yang mengemuka adalah memasukkan sistem checks and balances antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. 

Selanjutnya...(Download PDF)  
Baca selanjutnya...
 

EXECUTIVE SUMMARY

 

PENANGANAN KONFLIK SOSIAL
GUNA MENCIPTAKAN KEHIDUPAN NASIONAL YANG KONDUSIF
PASCA PEMILU 2009 DALAM RANGKA MEWUJUDKAN
STABILITAS NASIONAL

 


1. UMUM
Setiap masyarakat senantiasa berada di dalam proses perubahan sosial (social change), dan setiap elemen masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya perubahan-perubahan sosial yang seringkali menimbulkan pertentangan atau konflik antar masyarakat yang pada akhirnya dapat menimbulkan disharmonisasi yang berakibat pada instabilitas. Konflik terjadi akibat adanya perbedaan sosio kultural, politik, ekonomi dan ideologi diantara berbagai komunitas masyarakat, dan hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari hakekat keberadaan manusia dalam kehidupan kolektif. Konflik yang terjadi bukan hanya antar masyarakat (konflik horizontal), tetapi juga dapat terjadi antara masyarakat dengan pemerintah (konflik vertikal).
Konflik sosial secara horizontal dan vertikal yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia berakar pada sejumlah faktor struktural. Kecemburuan sosial yang muncul akibat adanya gap sosial dan ekonomi pada berbagai kelompok masyarakat merupakan sumber utama konflik.
Pelaksanaan demokratisasi di daerah dalam rangka desentralisasi juga menimbulkan berbagai konflik antar masyarakat dan bahkan antara masyarakat dengan pemerintah, seperti dalam pelaksanaan PILKADA, maupun pemekaran daerah. Meskipun konflik yang terjadi pada saat itu telah diatasi atau diredam namun suatu saat konflik tersebut dapat terjadi sesuai dengan waktu yang tepat .

 Selanjutnya...(Download PDF)  

Baca selanjutnya...
 
EXECUTIVE SUMMARY
 
“MENGEMBANGKAN INDUSTRI PARIWISATA DALAM MENDUKUNG VISIT INDONESIAN YEARS 2009-2014 UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEREKONOMIAN NASIONAL DAN MEMANTAPKAN DAYA SAING BANGSA”
 
 
 1. Latar Belakang
Berbagai organisasi internasional (PBB, World Bank dan World Tourism Organization) mengakui bahwa di abad ke-21 ini pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hak azasi manusia, sebagaimana pandangan John Naisbitt dalam bukunya Global paradox “Where once travel was considered a privilege of the moneyed elite, now it is considered a basic human right. Selain itu pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sosial dan diharapkan dapat menggerakan ekonomi rakyat. Kondisi tersebut tidak hanya berlaku untuk negara maju saja, tetapi termasuk negara berkembang seperti Indonesia karena pariwisata merupakan The world’s largest industry.
Sektor pariwisata bisa dikatakan salah satu sektor yang paling siap dari segi fasilitas, sarana dan prasarana dibandingkan dengan sektor usaha lainnya. Oleh karena itu untuk pengembangannya diperlukan suatu strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community based tourism development. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dalam Pasal 4, bahwa tujuan Kepariwisataan antara lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi pengangguran, memajukan kebudayaan dan mengangkat citra bangsa. Dengan demikian diharapkan mampu mewujudkan prospek pariwisata Indonesia kedepan yang lebih menjanjikan, karena pengembangan tersebut dapat mengantisipasi dan memenuhi sesuai dengan perubahan pola konsumsi para wisatawan (consumers  behaviour pattern), yang semula hanya terfokus ingin menikmati sun-sea and sand, tetapi saat ini sudah meningkat pada kreasi budaya (culture), peninggalan sejarah (heritage) serta nature dari suatu daerah/negara.
 
Selanjutnya...(Download PDF)  
Baca selanjutnya...
 
EXECUTIVE SUMMARY
 
MENINGKATKAN PROFESIONALISME PELAYANAN IBADAH HAJI INDONESIA SECARA TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
UNTUK MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT ATAS TANGGUNG JAWAB KINERJA PEMERINTAH YANG BERSIH DAN BERWIBAWA

 
 
1. Latar Belakang
a. Pelaksanaan ibadah haji yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia dewasa ini, secara teknis operasional tidak semata-mata mengakomodasikan keinginan sebagian besar umat islam untuk menjalankan ibadah, namun dengan terakumulasikannya dana haji yang begitu besar, maka kegiatan ini tidak bisa dilepaskan dengan aktifitas bisnis yang berlangsung di Indonesia maupun bagi masyarakat Arab Saudi. Disamping itu dimensi keilmuan juga perlu menjadi perhatian, karena keterlibatan lembaga pendidikan tinggi tidak bisa dilepaskan dari upaya untuk membangun karakter umat, sedangkan legitimasi politik Pemerintah cq Departemen Agama Republik Indonesia menjadi pertaruhan, apabila pelayanan ibadah haji kurang dapat dijalankan sesuai harapan publik.
b. Dengan memperhatikan Undang-Undang RI No. 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji antara lain menegaskan :
1) Pasal 8 ayat (2) menyebutkan bahwa kebijakan dan pelaksanaan dalam peyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah.
Selanjutnya...(Download PDF)  
Baca selanjutnya...
 

EXECUTIVE SUMMARY

 

Kajian Aktual

 

MENINGKATKAN PERAN PEMERINTAH HASIL PILPRES 2009 UNTUK PEMBERDAYAAN SEKTOR RIIL YANG BERBASIS SUMBER DAYA NASIONAL DAN DAYA SAING BANGSA DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

1.    Latar Belakang

Globalisasi telah membawa dampak krisis finansial Amerika Serikat ke dalam negeri, sehingga tak hanya sektor finansial yang mengalami kegoncangan tetapi juga sektor riil merasakan akibatnya. Ekonomi dunia hingga saat ini mengalami kontraksi tetapi sedang dalam proses pemulihan yang berjalan lamban. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2009 hanya mencapai 2,2 % dan Asean hanya 4,2 % dengan mempertimbangkan situasi ekonomi dunia dan tingkat kepercayaan konsumen yang semakin memburuk dan perkembangan kebijakan terakhir. Langkah global untuk mengamankan pasar finansial dan memberikan stimulus fiskal lanjutan serta pelonggaran moneter diperkirakan mampu menghambat perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dunia.

Di dalam negeri, krisis tersebut telah mengakibatkan penurunan volume permintaan barang ekspor Indonesia, padahal negara kita sangat memerlukan devisa untuk membiayai pembangunan. Dampaknya adalah pengurangan produksi dan pemutusan hubungan kerja serta meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan. Dampak globalisasi juga mengakibatkan semakin ketatnya persaingan struktur ekonomi antar negara. Apabila kondisi tersebut tidak ....

Selanjutnya...(Download PDF

Baca selanjutnya...
 

EXECUTIVE SUMMARY
SUMBER ENERGI ALTERNATIF MENUJU KETAHANAN ENERGI NASIONAL

(Kedeputian Bidang Kajian Lemhannas RI), 2006

Kebutuhan energi merupakan sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini, energi mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan sesuai kesepakatan dunia dalam World Summit on Sustainable Development (WSSD).

Baca selanjutnya...
 
 
Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI
 
  Website Resmi Lemhannas RI   Website Resmi Lemhannas RI  
   
© 2010 Website Resmi Lemhannas RI
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.